Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 9. Kamar Pengantin


__ADS_3

Tubuhku rasanya begitu remuk dan penat sekali.


Aku begitu lelah melayani para tamu yang hadir seharian tadi.


Setelah shalat isya dengan gugup Aku berbaring di atas ranjang yang begitu khas semerbak bunga segar dengan sprei bermotif bunga ros berwarna putih.


Kamarku kini telah berubah menjadi kamar pengantin.


Dan Aku adalah pengantinnya.


Menanti sang mempelai lelaki masuk kedalam kamar dan memulai kewajiban kami sebagai suami istri.


"Ya ALLAH.. Aku blelum siaaappp" pekik ku dalam hati.


Kumiringkan tubuhku menghadapi ke tembok lalu mencoba memejamkan mata.


"Aku harus tidur lebih awal sebelum Abang Hafiz masuk ke dalam kamar" bisikku dalam hati yang semakin berdebar ketika membayangkan akan ada sosok lelaki yang berbaring di sampingku mulai malam ini.


"Astagfirullah.. " ucapku berulang kali mencoba menghapus semua fikiran-fikiran burukku.


"Tok.. tok.. tok.. "


"Assalamualaikum.. "


"Kreekkk"


Pintu kamar terbuka, ucapan salam Abang hafiz terdengar jelas di telingaku.


Aku tidak bisa berpura-pura tidur.


Aku teramat gugup.


"Waalaikumsalam" jawabku kemudian langsung bangkit mengambil posisi duduk bersandar pada dinding ranjang dan memperbaiki posisi jilbabku agar kembali rapih.


Tangan dan kakiku terasa amat dingin sekali.

__ADS_1


Aku terlalu gugup.


"Belum tidur? " tanya nya sambil duduk di sisi ranjang bagian bawah.


"Baru mau tidur" jawab ku singkat.


"Udah shalat? " tanya nya lagi.


Aku menganggukkan kepala.


"Tidurlah.. Abang mau shalat dulu ya!" ucapnya lalu meninggalkanku yang masih duduk terpaku menahan rasa gugup.


Aku kembali mencoba untuk tidur dan memejamkan mata.


Agak terasa sedikit risih karena tidak terbiasa tidur menggunakan jilbab.


Biasanya setiap akan tidur, Aku selalu membuka jilbab dan menggerai rambutku di atas bantal.


Tapi kali ini manamungkin.


Ada lelaki asing di kamarku dan Aku merasa takut sekali.


Namun mataku tetap tidak bisa diajak kompromi.


Jantungku semakin kencang ketika kudengar dengar langkah kaki Abang Hafiz mendekat.


Artinya iya telah selesai mengerjakan shalat isya.


Aku merasa tubuhnya amat dekat denganku.


Dia berbaring tepat di sebelah tubuhku yang menggigil karena gugup.


Aku benar-bensr tidak bisa tidur.


Bahkan tenggorokanku terasa sangat kering sekali sekali.

__ADS_1


"Ya ALLAH... Bagaimana ini?? " tanyaku dalam hati.


"Halimah... Apakah kamu sudah tidur? " tanya nya pelan kepadaku.


"Belum" jawabku singkat dengan posisi tidur yang tetap memunggunginya.


Tiba-tiba Aku merasa Dia Bangkit dan memposisikan tubuhnya untuk duduk bersandar pada ranjang dengan bantal yang menopang lehernya.


"Halimah.. Kita kini sudah resmi jadi suami istri.. Abang tau Halimah pasti merasa sangat asing dengan Abang.. Apalagi sebelumnya kita tidak saling mengenal satu sama lain.. Sejujurnya Abangpun merasa sangat asing dan gugup sekali.. " ujarnya lagi padaku yang masih tidak bergeming dari posisi tidurku.


"Mari kita belajar untuk saling mengenal.. Kita mulai semua dari Awal.. perlahan.. Apa kamu mau mencoba nya? "tanya nya lagi padaku.


"Iya.. Halimah mau Bang" jawabku pelan.


"Makasih... Selamat malam dan Selamat tidur" ujar nya lagi.


Dia kembali memposisikan tubuhnya berbaring di tempat tidur.


Tenggorokanku benar-benar kering sekali.


Aku sangat haus.


Aku tidak bisa menahannya lagi.


Mau tidak mau Aku memberanikan diri untuk bangkit dari tidurku perlahan.


Dan ketika Aku menoleh kearahnya, ketemuan Abang Hafiz telah tertidur pulas sekali.


Aku terkesima melihat nya.


Lama Aku memandang wajahnya dengan seksama.


"Dialah kini suamiku... Jodoh yang engkau kirimkan untukku ya ALLAH.. Bantu Aku agar mampu menjadi istri yang pantas untuk nya.. Bantu Aku ya ALLAH.. Tumbubkanlah rasa cinta dan ikhlas menjalani takdir yang memang sudah engkau suratkan untukku ya ALLAH.... Aamiin" doaku dalam hati.


Mataku terasa hangat sekali.

__ADS_1


Setetes beningan air mata jatuh tidak terbendungkan.


"Astagfirullah.. " ucapku ketika tersadar dan segera mengambil segelas air minum yang memang telah disediakan diatas nakas.


__ADS_2