
"Assalamualaikum Halimah... Apa kabar Nak?" suara lembut Ibu mertuaku dari arah seberang telepon terdengar begitu menyejukkan.
"Alhamdulillah Halimah sehat Umi... Umi apa kabar?"jawabku balik bertanya.
"Alhamdulillah Umi juga sehat Nak..." jawabnya pula.
"Halimah rindu sekali sama Umi dan Abi... Halimah juga rindu dengan suasana pondok.. " ceritaku padanya.
"Umi dan Abi juga rindu dengan Halimah... Anak-anak pondok juga pasti rindu denganmu Nak.. Mainlah kesini.. Jarak kampung Halimah dan Pondok kan tidaklah terlalu jauh.. Sudah lama sekali Halimah tidak kesini Nak.. Maafkan Umi dan Abi juga yang tidak pernah lagi mengunjungi Halimah ya Nak... Abi terlalu sibuk mengurus pondok.. Kesehatan Abi juga mulai berkurang, sudah tidak boleh terlalu capek, maklumlah sudah mulai udzur... hehehe.. Jadi maafkan Umi dan Abi ya nak.." cerita Umi dengan lembut.
"Tidak perlu minta maaf Umi... Halimah sangat mengerti dengan kondisi Umi dan Abi... Halimah yang seharusnya meminta maaf karena sejak kepergian Abang Hafiz, Halimah tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke pondok.. Halimah terlalu takut Umi... Tapi itu dulu.. Insyaallah saat ini Halimah sudah bisa menerima semua kenyataan yang telah terjadi.. Halimah Ikhlas untuk semua yang memang menjadi ketentuan ALLAH.. Dan insyaallah kalau ada waktu nanti Halimah mampir ke pondok sekalian pergi ziarah ke makam Abang Hafiz ya Umi.." ucapku pula sopan.
"Umi sangat bahagia mendengarnya Nak... Kita hidup didunia ini kan memang hanya sementara.. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan saja.. Hanya saja kita tidak tau kapan dan dengan cara apa ALLAH akan memanggil kita untuk kembali kepadanya.. Tawakkal.. Bersabar.. Perbanyak doa.. Ikhlas menjalani hidup, insyaallah ALLAH maha tahu mana yang terbaik untuk hambanya.. " nasehat umi masih diseberang telepon.
"Aamiin.. Insyaallah Umi.. Halimah ikhlas lillahi ta'ala" jawabku lagi.
"Umi dan Abi tunggu Halimah di pesantren ya.. Nanti kita ziarah kemakam sama-sama ya Nak.. " lagi Umi berucap.
__ADS_1
"Insyaallah Umi.. Nanti Halimah kabari Umi lagi ya.." kataku pula.
"Oke sayang... Umi tunggu ya... Tidak sabar untuk ketemu lagi.. Nanti Umi masak makanan kesukaan Halimah ya.." ujar nya pula sumeringah.
"Makasih Umi.. Umi jaga kesehatan ya.. Titip salam rindu juga untuk Abi.. Assalamualaikum.." kataku menutup pembicaraan.
"Waalaikumsalam sayang.. Titip salam juga untuk Ayah dan Ibu mu ya Nak..." jawab Umi sebelum sambungan telepon benar-benar terputus.
"Baik Umi.." jawabku menutup telepon.
"Buk... Halimah tadi habis berbicara sama Umi di telepon.. Umi titip salam untuk Ibu dan Ayah.." ceritaku pada Ibu.
"Waalaikumsalam... mereka sehat Nak?" tanya Umi pula padaku.
"Alhamdulillah sehat Buk.. Cuma Abi sekarang sudah tidak boleh terlalu capek.. Maklum sudah mulai Udzur kata Umi.." ceritaku lagi sambil tertawa.
"Husshhh.. Tidak baik berkata seperti itu.. Mengolok orangtua itu dosa loh.." kata Ibu lagi padaku.
__ADS_1
"Hhhaaha.. Astagfirullah.. Gak gitu Ibu.. Umi sendiri tadi yang bilang begitu pada Halimah.." kataku lagi masih tertawa kecil.
Ibu hanya senyum dan menggeleng pelan.
"Halimah ingin ziarah ke makam Abang Buk.. Sekalian mampir kepondok.. Halimah rindu sama Umi dan Abi.." ujarku pelan.
Ibu menoleh dengan cepat mensengar ucapanku.
"Kamu yakin Nak..?" tanya Ibu memastikan.
Aku mengangguk kuat.
"Insyaallah halimah benar-benar sudah ikhlas Buk.. Halimah sudah kuat Buk.. Halimah rindu sama Umi dan Abi juga suasana pondok.. Jadi insyaallah lusa Halimah ingin kesana Buk, kalau Ibu dan Ayah memberi izin.." kataku lagi dengan jelas.
"Kalau Halimah yakin, Ibu tentu saja mengizinkan Nak.. Nanti Ibu beri tahu Ayah ya Nak.. " ucap Ibu mengelus pipiku dengan lembut.
"Makasih Buk.."jawabku memeluknya dengan erat.
__ADS_1