Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 49


__ADS_3

"Ustazah...." teriak Chia yang baru saja tiba.


Aku meraihnya kedalam pelukanku.


Mendengarkan Dia bercerita tentang kejadian yang telah dialaminya beberapa hari yang lalu.


"Chia takut sekali Ustazah... " kata Chia dengan wajah sedih.


"Chia sayang... Insyaallah Eyang Uti lekas sembuh ya nak.. Makanya, Chia harus rajin sholat, lalu doakan Wyang agar lekas sembuh dan lekas pulang kerumah..." nasehatku sambil memangku nya duduk dipangkuanku.


Chia mengangguk kuat.


"Chia sangat sayang Eyang... Eyang lekas sembuh ya..." katanya berbicara pada Eyang nya yang masih tertidur pulas.


"Kapan Eyang bangun Ustazah?" tanya nya pula padaku.


"Mungkin sebentar lagi... Eyang tertidur karena pengaruh obat, nanti kalo pengaruh obatnya sudah habis, Eyang pasti bangun" jawabku.


"Chia mau minta maaf sama Eyang.. Chia mau bilang kalau Chia akan jadi anak sholeha.. Dan tidak akan membuat Eyang marah-marah lagi" katanya demgan wajah meyesal.


"Memang nya Chia sering buat Eyang marah?" tanyaku balik.


Dia menganggukkan wajah mungilnya.


"Kadang Eyang marah karena Chia suka melawan sama Eyang... Tidak nurut.. Tapi Chia janji nanti Chia akan jadi anak yang lebih sholeha untuk Eyang kalau Eyang audah pulang kerumah.." cwrita Chia lagi menggemaskan.


"Anak pintar.." jawabku mencium ubun-ubunnya.

__ADS_1


Lalu iya turun berlari kearah Daddy nya yang duduk di shofa bersama Abi, Umi dan Prof Hamdan.


Aku tidak tau dan tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan karena jarak antara tempat tidur pasien dan sofa pengunjung cukup jauh jauh di sekat satu tempat tidur yang digunakan untuk keluarga yang menjaga pasien. Dan sebuah kulkas.


"Daddy Chia lapar" teriak Chia pula menghampiri Daddynya.


Dalam sekejap Chia berpindah kedalam pangkuan Daddy nya lalu meraih kotak bekal yang disodorkan padanya.


Lalu dengan jelas kulihat betapa manjanya Chia terhadap Daddy nya yang berulang kali dicium pipinya.


"Ternyata dia tidak seangkuh itu... Bahkan tampak begitu penyayang.." kataku dalam hati.


Lalu Chia kembali kearahku, mengajakku menikmati bersama bekal yang dibawanya dari rumah.


"Siapa yang buatin Chia bekal" tanyaku pula.


"Mbok Jum.." jawabnya sambil mengunyah roti bakar selai coklat.


"Jadi selama Eyang dirawat Chia tidur sama Mbok jum?" tanyaku lagi.


Dia menggeleng kuat.


"Ya gak laah.. Chia tidur sama Daddy... Beberapa hari ini sejak Eyang dirumah sakit, Daddy baik sekali sama Chia.. Sebelum kekantor selalu mandiin Chia.. Temani Chia sarapan.. Temani Chia main.. rajin telpon Chia.. Dan Daddy juga bacain Chia cerita sebelun tidur.. Chia senang sekali.." jawabnya dengan wajah sumeringah.


"Emang biasa nya tidak?" tanyaku lagi.


Dia kembali menggeleng.

__ADS_1


"Biasa nya Daddy itu super sibuk... Pulang selalu malam hari waktu Chia udah ngantuk mau tidur.. " lagi iya menjawab dengan nada dan ekspresi yang lucu.


Aku tersenyum lebar mendengar nya.


"Ustazah makan dong.." katanya menyodorkanku sepotong roti.


Aku mengangguk san meraih roti dari tangannya.


"Maaf ya ustazah, Chia jadi tidak masuk les.." ucapnya lagi.


"Iya sayang.. Tidak apa-apa.. Ustazah mengerti kok.." jawabku singkat.


Kamipun berbalas senyum.


"Chia... Halimah..." suara Eyang Uti serak memanggil kami yang berada di sampingnya.


"Eyang... " teriak Chia bahagia melihat Eyang nya sudah bangun.


"Alhamdulillah... Eyang sudah bangun.." kataku pula pelan.


"Sudah lama.." tanya Eyang sambil mengucek matanya.


"Lumayan Eyang.. " jawabku singkat.


Eyang kemudian memencet tombol disampingnya untuk menaikkan dsandaran kasur agar iya biaa bersandar.


Umi segera mendekat, menyalami dan menguatkan Eyang.

__ADS_1


"Insyaallah segera sembuh ya.." ujar Umi pada Eyang.


" Aamiin.." jawab Eyang pula.


__ADS_2