Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 59


__ADS_3

Baru saja Aku selesai kuliah, ketika Mida seorang temanku berteriak memanggil namaku dari arah luar kelas belajar.


"Halimah.... Ada yang mencarimu... " katanya berteriak berlari mendekatiku yang masih menyusun buku-buku kedalam tas.


"Siapa?" tanyaku.


"Seorang lelaki tampan tapi sangat kaku seperti robot.." kata Mida menjelaskan ciri lelaki yang mencariku.


"Abang Zaky?" tanyaku bingung dalam hati.


Aku segera berlari kearah pintu ruangan.


Dan benar, itu adalah suamiku Abang Zaky.


"Apa kamu mengenal nya?" tanya Mida melihat kerahaku yang agak kaget melihat kehadiran Abang Zaky di depan kelas.


Aku mengangguk perlahan.


"Dia siapa?" tanya Mida yang tidak mengetahui kalau Aku telah menikah dengan Abang Zaky.


"Aku ceritain nanti ya.... Aku harus pergi sekarang.." kataku meninggalkan Mida lalu menarik lengan Abang Zaky menjauh.


Sejujurnya, Tidak satupun teman kuliahku mengetahui status pernikahanku sampai saat ini.

__ADS_1


Mereka bahkan mengira kalau Aku adalah seorang perawan.


Padahal jauh sebelum menikah dengan Abang Zaky, Aku adalah seorang janda muda yang ditinggal mati suaminya.


"Abang ngapain kekampus?" tanyaku masih sambil menarik lengan Abang Zaky menjauh dari teman- temanku.


"Aku tidak punya pilihan, Sudah puluhan kali Aku mencoba menghubungimu tapi tidak diangkat, Jadi terpaksa Aku menyusulmu ke kampus.." jawabnya mengikuti langkah kakiku menuju parkiran mobil.


"Memang ada apa? Penting?" tanyaku ketika kami sudah berada tepat di depan mobil nya yang sedang terparkik.


"Penting...!!!" jawabnya singkat lalu menarikku masuk kedalam mobil.


"Tapi Aku masih ada satu matakuliah lagi Bang.." ujarku menolaknya untuk membawaku pergi.


Sepanjang perjalanan dia hanya diam tidak mengucapkan satu patah kata pun padaku, bahkan ketika Aku bertanya kemana kita akan pergi.. Dia tetap diam seribu bahasa.


Tepat di depan sebuah Butik yang berukuran besar Dia menyuruhku untuk turun.


Dengan wajah masam, Kuturuti perintahnya.


Dia menggandengku masuk kedalam butik.


Memberikan isyarat pada seorang wanita untuk melayaniku.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa ini Bang? Mengapa Halimah harus mengganti pakaian?" tanyaku penuh rasa bingung dan penasaran.


"Diamlah... Turuti saja Miss Vony" ujarnya mengenalkanku pada Miss Vony yang merupakan pemilik butik.


Dengan arahan dari Miss Vony, Aku kemudian mengganti pakaianku dengan sebuah gaun panjang berwarna hitam yang di bagian lengan nya terdapat susunan batu swaroski berwarna merah.


Miss Vony kemudian merias wajahku dan menggantikan jilbabku yang tadinya berwarna dongker menjadi warna merah hati senada dengan swaroski di lengan baju yang kukenakan.


"Maaf Miss.. Saya tidak suka jilbab yang dililit di leher.. Biarkan saja jilbabnya menggantung rapih menutuo bagian dada.." pintaku kepada Miss Vony yang melilitkan jilbab kebagian arah leherku.


"Owh.. Baiklah Nyonya.." jawabnya lalu memperbaiki bentuk jilbabku dan memberikannya sebuah bross jilbab berbentuk hati berwarna hita ysng dikelilingi dengan permata kecil di sisi-sisinya.


"Done..." jawabnya setelah selesai melakukan make over pada diriku.


Aku kemudian keluar menemui Abang Zaky yang ternyata juga telah mengganti pakaian nya yang semula kemeja kotak-kotak, menjadi kemeja merah marun yang di tutupi oleh jas hitam mengkilat dengan sebuah jam tangan merah disisi lengan kirinya.


"Masyaallah... Begitu tampannH lelaki yang menjadi suamiku ini.." kataku dalam hati memuji ketampanan Abang Zaky yang begitu luar biasa di mataku.


Lama kami saling pandang.


Saling mengagumi satu sama lain.


"Cantik..." bisiknya di telinga kananku.

__ADS_1


Lalu dia menggandengku kembali kemobil dan kembali melajukan mobilnya kearah sebuah hotel yang megah.


__ADS_2