Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 54


__ADS_3

Setelah perpisahan yang cukup penuh dengan drama haru biru, Akupun akhirnya diboyong Abang Zaky untuk tinggal bersamanya dan keluarganya.


Tepat pukul 05.00 wib kami tiba di depan rumah Abang Zaky.


Sebuah rumah yang terbilang megah dengan nuansa klasik yang begitu kental.


Dari depan pagar, tampak pohon bonsai dikiri kanan jalan terlihat begitu rapi baris berjejer seperti para pelayan yang sedang menyambut tuan rumahnya.


"Masyaallah.. Indah sekali" ujarku berdecak kagum.


Abang Zaky memandangku dengan sebuah senyuman simpul.


Mobilpun kemudian terparkir rapi tepat di depan pintu masuk.


"Assalamualaikum.." ujar Abang Zaky sambil mendorong koperku masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum.." kataku pula juga mengucapkan salam sambil berjalan masuk tepat di belakang Abang Zaky.


"Waalaikumsalam..." teriak Chia yang langsung melompat dari sofa tempatnya duduk menonton televisi.


"Daddy..." teriaknya menghabur kedalam pelukan Daddynya tercinta.


Lalu Chia berpindah memelukku dengan erat.


"Sekarang Chia panggil Ustazah apa?? Mommy?" tanya nya padaku dan Daddy nya.


Aku menggeleng kuat.

__ADS_1


"Ustazah tidak ingin dipanggil Mommy.. Panggilan Mommy cukup untuk Mommy yang sudah berjuang melahirkan Chia.. Jadi Chia panggil Ustazah Bunda aja gimana?" kataku balik bertanya.


"Baiklaahh...." jawabnya mengangguk kuat.


"Selamat datang dirumah kita Bunda..." ujarnya lagi kembali memelukku erat.


Hati terasa bergetar hebat mendengar panggilan Bunda dari mulut mungilnya Chia.


Aku merasa begitu bahagia.


Begitu disayang oleh gadis kecil ini.


"Ya ALLAH... Terimakasih sayang.. Bunda bahagia sekali... Bunda janji akan berusaha untuk jadi Ibu sambung yang baik untuk Chia.. Dan akan terua menyayangi Chia sampai kapanpun... Selamanya menyayangi Chia.. Insyaallah.." kataku berjanji padanya.


"Terimaaksih Bunda... Chia juga sayang sekali sama Bunda.. Chia janji akan jadi anak baik.." ujarnya membalas janjiku.


Aku mengangguk kuat meraihnya kembali kedalam pelukan hangatku.


"Terimakasih Eyang.. Ehh.. Mama.." kataku salah tingkah dengan ucapanku.


Eyang Uti tersenyum lalu meraihku dalam pelukannya.


"Tidak apa.. Panggil Eyang saja.. Atau mama saja.. Terserah.. " katanya seakan mengerti rasa canggungku saat ini.


"Makasih Eyang. " jawabku pelan penuh rasa sopan.


Lalu memudian Aku dikenalkan dengan empat orang lainnya penghuni rumah ini.

__ADS_1


"Ini Mbok Jum dan Pak Maman suaminya. Mereka sudah bekerja disini sejak lama.. Sejak Zaky masih berusia 15 tahun.." cerita Eyang Uti memoerkenalkan Mbok Jum dan Pak Maman suaminya.


"Kalau yang ini Bik minah dan Pak Kus suaminya.. Mereka penganten baru, baru saja 5 bulan lalu menikah.." cerita Eyang lagi membuat Bik Minah dan Pak Kus salah tingkah karena malu.


Kalau Pak Kus sebenarnya Aku sudah agak meggenal nya, karena iya adalah sulir pribadi dalam keluarga ini. Beliaulah yang selalu mengantar Eyang Uti dan Chia ke pondok pesantren tempatku dulu tinggal.


Merekapun kemudian menyalamiku satu persatu dengan sangat sopan.


"Eyang Akung titil salam, karena tidak bisa ikut turut menyambut kedatangan Halimah.. Soalnya ada pekerjaan yang tidak bisa iya tinggalkan.. Jnsyaallah dia akan pulang untuk makan malam bersama nanti.." kata Eyang lagi padaku.


Aku mengangguk mengerti.


Setelah perkenalan, Aku kemudian di ajak Abang Zaky naik kelantai 2 tempat kamar kami berada.


"Masuklah..." ajak Abang Zaky setelah membuka pintu kamar.


"Bismillah... Assalamualaikum.." ucapku memulai langkahku masuk kedalam kamar.


Sebuah kamar yang cukup besar dan tampak nyaman dengan ukuran 8x8 meter.


Aku duduk di tepi ranjang mengamati sekeliling kamar.


Sebuah lemari tinggi dan besar bertengger tepat di hadapanku duduk.


Ditengahnya terdapat cermin dengan ukuran yang cukuo besar sehingga mampu memantulkan seluruh badanku dengan sempurna.


"Kamar yangcaangat indah..." ujarku pula salam hati.

__ADS_1


"Simpanlah barang-barangku kedalam lemari sebelah kiri itu.. Kemarin sudah di kosongkan sama Mbok Jum untuk mu.." kata Abang Zaky yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ohh.. Oke.." kataku dengan kaku lalu perlahan menyusun barang-barangku kedalam lemari pakain.


__ADS_2