Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 36


__ADS_3

Setelah berbagai macam pertimbangan dan pemikiran yang cukup matang akhirnya kedua orangtuaku mengizinkan untuk Aku kembali tinggal di Pondok Pesantren milik keluarga Almarhum Abang Hafiz suamiku.


Dan setelah perbincangan yang cukup panjang antara Ayah, Ibu, Umi dan Abi, merekapun kemudian setuju untuk mengikuti kehendakku untuk tinggal bersama para santriwati di asrama yang telah disediakan.


Karna bagaimanapun Aku hanyalah seorang menantu dari Umi dan Abi. Aku tidak ingin menjadi beban untuk mereka, Aku juga tidak ingin menjadi bahan gunjingan pula nantinya jika Aku yang hanyalah janda dari Almarhum Abang Hafiz masih satu atap bersama kedua mertuaku.


Jadi, Aku lebih memilih untuk tinggal di asrama saja bersama para santriwati.


Umi dan Abi juga menyetujui keinginanku untuk mengajar di Sekolah Taman Kanak-Kanak Islami yang berada dilingkungan pondok.


Aku juga diberi izin mengikuti pelatihan singkat guru TADIKA untuk menambah pengalamanku sebagai guru taman kanak-kanak.


Pelatihan yang kebetulan diadakan tidak jauh dari Pondok Pesantren tempatku tinggal saat ini.


Alhamdulillah.. Semua berjalan begitu baik sesuai dengan keinginanku.


Disetiap waktu liburku, selalu kusempatkan untuk menemani Umi dan seharian. Terkadang kami menghabiskan waktu dirumah dengan mencoba berbagai macam menu masakan atau tidak jarang pula Umi dan Abi mengajakku pergi berbelanja keperluan rumah dan pondok.


Umi dan Abi juga tidak pernah melarangku ketika Aku meminta izin untuk pulang kerumah orangtuaku ketika Aku merindukan mereka.


Jarak antara Pondok dan Kampungku yang tidak terlalu jauh juga membuat Ibu dan Ayah terkadang mampir sebentar untuk sekedar melihat keadaanku.

__ADS_1


Aku sangat bersyukur karena begitu banyak yang menyayangiku.


Saat ini Aku memiliki Ayah, Ibu, Umi, Abi, Anak-anak Asrama, Buk Marni teman mengajarku di TK dan anak-anak murid yang begitu cantik, tampan dan lucu.


Kegiatanku kini memang cukup padat.


Penuh dengan kegiatan-kegiatan yang begitu positif.


Alhamdulillah.


Hari ini dengan perasaan penuh bahagia Aku kembali mengajar anak-anak TK bersama Ustazah Mirna dan Wulan.


Anak-anak begitu bahagia mengerjakan mozaik berbentuk kelinci sambil bersenda gurau bersama teman-teman nya.


Mereka begitu berpengalaman menghadapi setiap prilaku anak-anak yang terkadang mudah sekali menangis.


Aku belajar banyak dari mereka.


Belajar tentang kesabaran, ketekunan, mencintai pekerjaan, kasih sayang, lemah lembut, easa syukur dan banyak lagi.


Ustazah Mirna dan Ustazah wulan lebih tua beberapa tahun dariku, mereka juga telah menikah.

__ADS_1


Mereka juga tinggal di lingkungan Pondok Pesantren.


Suami mereka juga merupakan guru pengajar si pondok ini.


Ustazah mirna yang paling tua diantara kamk bertiga.


Beliau telah memiliki 3 orang anak uang usianya sudah mulai beranjak remaja.


Sementara Ustazah Wulan baru memiliki satu irang putra yang usianya baru saja menginjak 8 bulan.


Bagiku mereka adalah sosok perempuan-perempuan sholehah yang selalu merasa bersyukur dan ikhlas dalam menjalani suratan takdir.


Pernah suatu ketika ketika aekolah telah usai, sambil bersenda gurau menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan kami melakukan sedikit diskusi tentang poligami yang tanpa sengaja menjadi diskusi yang cukup serius ketika dibahas.


"Saya pernah bertanya pada suami masalah ini ketika kami baru-baru menikah. Saya tanya apakah dia ada niat berpoligami?" ucap Ustazah Wulan bercerita.


"Terus apa jawaban suami kak wulan?" tanyaku penasaran.


"Dia tersenyum lalu menjawab bukankah sah dalam agama?" katanya begitu membuat saya kesal." lanjut tazah Wulan bercerita.


"Tapi setelah itu, suami saya melanjutkan ucapannya, kalau dia bercita-cita ingin menjadi pribadi sebagaimana Syayyidina Ali bin Abi Thalib yang tidak pernah berniat melakukan poligami walaupun iya mampu." cerita tazah Wulan lagi dengan mata berbinar-binar dan senyum yang begitu sumeringah.

__ADS_1


Aku dan Ustazah Mirna pun ikut tersenyum dan mengagumi ucapan dari suami tazah Wulan.


__ADS_2