Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 61


__ADS_3

"Aku salah atas sikapkuu padamu... Aku terlalu egois... Aku menyalahkan diriku atas meninggalnya Mia.. Lalu Aku mencoba menjauhi kenyataan... menyibukkan diri dengan ribuan pekerjaan.. Bahkan sampai menelantarkan Chia anakku.."kata Abang Zaky lagi.


"Lalu Ayah menasehatkanku tentang tanggung jawab dan rasa syukur yang semestinya tidak Aku sia-siakan.. ALLAH menghadirkan dirimu saat ini, menjadi pendampingku untuk selamanya.. Menggantikan Mia.. Sudah seharusnya Aku bersyukur..Bukan malam menjauhi dirimu.. Aku minta maaf Halimah.." katanya lagi penuh penyesalan.


Aku diam.. Tertunduk tidak tau akan berkata apa.


Aku hargai kejujurannya saat ini.


Tapi hatiku terasa begitu teriris.


Abang Zaky dengan jelas masih sangat mencintai Alhamrhumah istrinya.


"Halimah.. Please... Aku harap kamu mau mengerti dengan keadaan ini... Bantu Aku.. Aku butuh waktu Halimah... Aku janji, Akan berusaha jadi suami yang terbaaik untukmu.." ujarnya lagi mengelus pipiku lembut.


Aku menganggik lemah.


"Ya ALLAH.. Tumbuhkanlah cinta dihati suamiku untukku..." doaku dalam hati.


Dia kemudian meraihku kedalam pelukannya.


"Abang... Mari kita sama-sama berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini... Kita mulai semua dari awal...Jadikan Halimah sebagai teman untuk Abang.. Halimah akan berusaha membuat Abang jatuh cinta pada Halimah.. Halimah akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Abang... Menjadi Ibu yang baik untuk Chia.. Dan menantu yang baik untuk Ayah dan Mama.." kataku dalam pelukan Abang Zaky.


"Terimakasih Halimah.." jawabnya memelukkj lebih erat lagi.


Malam ini, didalam kamar hotel yang penuh dengan taburan bunga mawar.. Aku dan Abang Zaky habiskan waktu untuk berbagi cerita masa lalu kami.

__ADS_1


Dan kemudian kami berjanji untuk lebih terbuka lagi, sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik demi pernikahan kami dan demi Chia gadis mungil kesayangan kami.


Aku tidak ingin memaksa Abang Zaky untuk menerimaku dengan alasan status pernikahan.


Tapi, Aku ingin Abang Zaky mau menerimaku sebagai istrinya yang iya cintai, Jadi Aku berjanji pada diriku sendiri untuk berusaha semamouku untuk mendapatkan cinta nya.


"Aku pasti bisa.." kataku memberi semangat pada diri sendiri.


Siang kemudian mengantar kami untuk beranjak meninggalkan kamar hotel.


Tidak ada yang istimewa terjadi disini, selain ikrar untuk menjadi yang terbaik.


Sebelum lulang kerumah, Aku dan Abang Zaky singgah membeli buah untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk Chia.


"Assalamualaikum Mr. Zaky..." seseorang menyapa lembut suamiku.


"Rahman??" ucapku kaget ketika melihat Rahman berdiri tepat didepan kami dan menyapa suamiku dengan begitu akrab.


"Hai Halimah... Apa kabar?" tanya Rahman pula padaku.


"Kalian saling kenal?" ucapku balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Rahman.


"Tentu saja Halimah... Apakah Halimah juga mengenal Rahman?" ujar Abang Zaky pula bertanya.


Aku dan Rahman mengangguk hampir bersamaan.

__ADS_1


"Kami dulu satu kampung.." jawab Rahman.


"Mr Zaky sendiri bagaimana bisa kenal dengan Halimah?" tanya Rahman kepada Abang Zaky.


"She is my wife..." jawab Abang Zaky dengan gelak tawa.


Tampak wajah Rahman kaget seolah tisak percaya.


"Halimah istri Mr Zaky?" tanya Rahman lagi pada suamiku.


"Yup... Ini Halimah istriku.. Kamk baru saja menikah satu bulan lalu, memang pernikahan kami tidak dirayakan besar-besaran, hanya dilakukan di pondok pesantren tempat Halimah tinggal.. Tapi sebenarnya Saya sudah memperkenalkannya kemarin malam di balroom hotel.. Apakah kamu tkdak datang Man?" tanya Abang Zaky pada Rahman.


" Owh... Iya, Saya kemarin tidak sempat hadir Mr.. Karena kemarin saya mengantar Ibu saya berobat" jawab Rahman terbata-bata.


"Ibu sakit apa Man?" tanyaku pula risau.


"Biasalah Halimah, namanya juga orang tua.." jawab Rahman agak ketus.


"Titip salam untuk Ibu ya Man.." kataku pula lagi padanya.


Dia hanya mengangguk kemudian berpamitan pada kami.


"Bagaimana Abang kenal dengan Rahman?" tanyaku penasaran.


"Rahman adalah HRD di perusahaan, dulu nya dia hanyalah seorang buruh kasar, tapi dia anak yang sangat rajin dan gigih.. Lalu perusahaan memberikannya beasiswa untuk kuliah, dan kemudian sekarang dia menjadi HRD didalam perusahaan kita.." jawab Abang Zaky sambil mengendarai mobil menuju rumah.

__ADS_1


"Owh..." jawabku singkat.


__ADS_2