Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 50


__ADS_3

"Halimah...Ada hal yang ingin Abi dan Umi bicarakan" Ucap Abi setelah kami makan malam bersama.


"Ada apa Bi?" tanyaku bingung menatap kearah Abi dan Umi bergantian.


"Halimah... Ini tentang Chia...Lebih tepatnya tentang keluarga Prof Hamdan" ucap Abi memulai pembicaraan.


Aku bingung dan msrasa agak aneh dengan ucapan Abi.


"Ada apa dengan keluarga Prof Hamdan?" tanyaku penasaran.


"Kemarin dirumah sakit, Prof Hamdan secara langsung mengatakan pada Abi atas keinginan keluaega beliau melamar Halimah untuk menjadi Ibu dari cucu nya Chia.." kata Abi mengagetkanku.


"Maksud Abi?" tanyaku lagi masih tidak percaya.


"Halimah... Prof Hamdan melamar Halimah melalui Abi dan Umi untuk menjadi menantunya, menjadi Ibu sambung bagi Chia cucunya, karena menurut beliau dan istrinya hanya Halimahlah yang pantas dan tulus menyayangi Chia cucu mereka... " jawab Umi pula menimpali pertanyaanku.


Abi mengangguk kuat.

__ADS_1


Aku menggeleng tidak percaya.


"Tapi Umi... ??" tanyaku masih bingung.


" Prof Hamdan bercerita pada kami betapa sulitnya mereka menemukan pasangan yang cocok untuk anak mereka Zaky papa nya Chia.. Zaky pernah menjalin sebuah hubungan beberapa tahun lalu, namun gagal karena wanita tersebut tidak menyukai Chia.. Dan kini sudah hampir 7 tahun lama nya Zaky menduda namun belum juga menemukan pasangan.." cerita Abi padaku.


"Prof Hamdan dan istri nya merasa sudah saat nya Chia memiliki seorang ibu sambung, terlebih usia mereka sudah sangat tua.. Mereka ingin melihat cucu mereka bahagia bersama papa dan mama nya nanti.. Lalu menurut istri Prof Hamdan, Halimahlah yang pantas menjadi Ibu sambung bagi Chia.. Karena Chia selalu bahagia dan nayam berada si samping Halimah.. Mereka yakin kalau Halimah pasti bisa menjadi Ibu sambung yang baik yang mampu menjaga, merawat, dan membesarkan Chia dengan tulua swpenuh hati" ujar Umi lagi.


Aku hanya diam tanpa mengatakan apapun.


Rasa terkejutku masih sangat besar.


"Tapi Umi... Halimah dan Daddy nya Chia tidak saling mengenal.. lagi pula Halimah rasa manamungkin pria sekelas Daddy nya Chia mau menikah dengan peremouan kampungan seperti Halimah ini Umi.." jawabku mengelak.


"Halimah.. Bukankan pernikahanmu dengan almarhum Hafiz juga bukan didasarkan cinta? Melainkan sebuah tuntutan sebab taat terhadap orangtua? Lalu ALLAH melimpahkan cinta diantara kalian sehingga psrnikahan yang awal mulanya terjalin dengan rasa terpaksa kemudian berubah menjadi rumahtangga yang indah dan harmonis" ujar Abi pula kembali mengulang kenangan masa lalu pernikahanku dengan Almarhum Abang Hafiz anak nya.


"Halimah... Chia membutuhkan mu nak...Sebab itu pula Zaky pun kemudian setuju untuk menikah denganmu.. Demi Chia anak tercinta nya.." kata Abi menjawab pertanyaanku tadi.

__ADS_1


"Mungkin saat ini semua dilakukan demi Chia, tapi insyaallah, seiring waktu akan berubah menjadi cinta jika ALLAH meridhoi" kata Umi pula menimpali.


Aku kembali diam seribu bahasa.


"Fikirkanlah nak... Jangan terburu-buru mengambil keputusan, bawa tahajud... Minta pentunjuk dari ALLAH... Umi dan Abi, insyaallah selalu mendukung setiap keputusan yang baik yang akan Halimah ambil nantinya.." nasehat Abi lgi padaku.


Aku mengangguk kuat.


Entah mengapa tiba-tiba kedua mataku terasa hangat.


Perlahan tapi pasti Aku menangis.


Umi mendekat memelukku.


"Percayalah nak.. Sampai kapanpun Halimah akan terus menjadi putri Umi dan Abi... Umi dan Abi sangat menyayangi mu nak..." peluk Umi padaku.


Aku membalas pelukan Umi lebih erat lagi.

__ADS_1


"Umi... Abi... Terimakasih karena selalu menyayangi Halimah..." jawabku masih dengan isak tangis.


__ADS_2