Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 51


__ADS_3

"Assalamualaikum... Ucapku membuka perlahan pintu kamar rawat Eyang Uti.


"Waalaikumsalam.." terdengar suara Prof Hamdan menjawab salamku dari dalam kamar.


"Masuk Halimah..." ujarnya dengan ramah.


Aku masuk oerlahan lalu menyalami Prof Hamdan dan Eyang Uti beegantian.


"Eyang bagaimana? Sudah mendingan?" tanyaku pada Eyang Uti.


"Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik..." jawab Eyang Uti pelan.


"Alhamdulillah.." kataku pula.


""Halimah... Maafkan Eyang karena memintamu datang kemari hari ini.." kata Eyang Uti padaku.


Aku menggeleng kuat.


"Tidak perlu minta maaf Eyang... Halimah senang bisaa kesini menemui Eyang Uti lagi.." jawabku tersenyum.

__ADS_1


Prof Hamdan kemudian pamit izin ke kantin meninggalkanku berdua Eyang Uti di dalam kamar.


"Halimah.. Apakah Kyai sudah berbicara padamu nak?" tanya Eyang Uti membuatku canggung.


"Sudah Eyang.." jawabku mengangguk.


"Halimah... Eyang minta maaf jika permintaan ini terlalu besar.. Tapi cuma Halimah yang bisa Eyang harapkan... Umur tidak ada yang tau Halimah.. Sejak kejadian kemarin, Eyang merasa sangat khawatir pada Chia.. Eyang takut ALLAH mengambil nyawa Eyang sementara Chia masih belum menemukan Ibu sambung yang pantas untukknya... Halimah... Eyang mohon.. Sudilah Halimah menerima lamaran ini.. Demi Chia.. Demi Eyang.. " ujar Eyang memelas memengang tanganku erat.


"Tapi Eyang..." jawabku terbata.


"Eyang janji akan berusaha turuti semua yang Halimah inginkan asalkan Halimah bersedia menikah dengan Zaky.." katanya lagi benar-benar memelas.


Matanya tampak berkaca-kaca.


"Eyang.. Seandainya Halimah menerima lamaran yang keluarga Eyang ajukan, percayalah itu semua semata-mata demi Chia.. Karena Halimah benar-benar sayang pada Chia Eyang... Tapi apakah mungkin Daddy nya Chia bersedia menikah dengan wanita miskin dan kampungan seperti Halimah ini? Halimah bukanlah wanita yang pantas untuk Daddynya Chia Eyang.." kataku minder.


Eyang menggeleng kuat.


"Tidak Halimah, Zaky telah menyetujui rencana Eyang untuk menjodohkan kalian.." jawab Eyang lagi padaku.

__ADS_1


"Sekarang tinggal Halimah nak... Apakah Halimah bersedia atau tidak... Tapi Eyang mohon pada Halimah.. Anggaplah ini permintaan terakhir Eyang sebelum Eyang meninggal Halimah.. " kata Eyang Uti lagi memohon.


"Tapi Halimah hanyalah gadis kamoung Eyang" jawabku lagi padanya.


Eyang Uti kembali menggeleng kuat.


"Tidak Halimah, jangan berkata demikian nak... Halimah bukanlah gadis kampung, Halimah yang Eyang kenal adalah wanita anggun nan sholeha.. Wanita yang senantiasa menjaga diri dengan baik, santun dan penyayang.. Wanita yang sepatutnya menjadi incaran para lelaki. Dan seandainya saja Halimah bersedia menerima lamaran ini, maka Zaky dan Chia adalah orang yang beruntung mendapatkan Halimah.." jawab Eyang memujiku.


Aku tersipu malu mendengar pujian Eyang.


"Ya ALLAH Eyang.. Pujian yang Eyang berikan terlalu berlebihan.. Halimah tidaklah se sholeha yang Eyang ucapkan.. Banyak sekali kekurangan- kekurangan Halimah yang mungkin suatu saat nanti akan membuat Eyang dan keluarga kecewa" kataku dengan nada serius.


Lagi Eyang menggeleng.


"Bukankan setiap kita memang dikaruniakan kelebihan dan kekurangan? Tidak ada yang perlu menjadi permasalahan nak.. Karena sesungguhnya yang sempurna itu hanyalah ALLAH SWT.. Jadi Eyang mohon nak, toling bersedialah untuk menjadi ibu sambung bagi Chia Cucu Eyang.. Please Halimah... Cuma ini permintaan terakhir Eyang pada Halimah nak... Eyang mohon.. Bantu Eyang merawat dan membesarkan Chia.. Please..." pinta Eyang dengan sungguh-sungguh.


Aku tak mampu lagi berkata apapun untuk menolak permintaan Eyang Uti.


Perlahan tapi pasti kepalaku mengangguk pelan menyetujui permintaan nya.

__ADS_1


__ADS_2