
Satu minggu sejak Halimah diajak Eyang Uti untuk menemani nya berbelanja, Eyang uti sudah tidak pernah lagi satang mengunjungi Halimah.
Bahkan Chiapun tidak pernah datang untuk les private bersama Halimah.
"Kira-kira Chia dan Eyang apa kabar nya ya?? Apa mereka baik-baik saja? Mengapa Chia satu minggu ini tidak masuk les?" tanyaku dalam hati.
"Halimah... Kok melamun?" tanya Ustazah Nita mengagetkanku.
" Astagfirullah..." ucapku tersadar dari lamunanku lalu tersenyum kearah Ustazah Nita.
"Saru minggu ini Chia kok tidak masuk les?"tanya Ustazah Nita pula.
Aku menggeleng kuat.
"Halimah juga tidak tau Kak... Halimah juga bingung dan merasa aneh karena biasanya Chia tidak pernah bolos les.." jawabku.
"Coba saja Halimah hubungi Eyang Uti.. Halimah kan punya nomor HP nya.." ujar Kak Nita mencoba memberikan solusi.
"Sudah kak... Tapi tidak diangkat.. Apa Eyang mamrah ya kk?" tanyaku pula.
"Memang nya kamu ada buat salah?" balik kak Nita bertanya.
Aku menggeleng lagi.
"Rasa nya tidak kak.. Kemarin ketika Halimah mengantar Eyang dan Chia berbelanja mereka terlihat aangat bahagia.. Bahkan mereka mengantar Halimah sampai di depan kampus karena Halimah masih ada jam kuliah sore setelah kami berbelanja.." ceritaku.
"Lalu ada apa ya?" tanya kak Nita juga bingung.
__ADS_1
Akupun menggeleng.
"Yasudahlah.. Tidak perlu terlalu difikirkan.. Toh itu bukan nenek kandung Halimah.. Dan Chia bukan anak kandunf Halimah.." Ujar kak Nita mengolokku samvil tertawa renyah.
Akupun ikut tertawa.
Setibanya Aku didepan pagar rumah, kulihat Abi dan Umi sedang berjalan menuju arahku.
"Assalamualaikum Abi.. Umi.." sapaku pada mereka lalu meraih tangan nya untuk kusalam.
"Waalaikumsalam Halimah... Halimah, Abi dan Umi ingin kerumah sakit..." jawab Abi menjawab salamku.
"Siapa yang sakit Bi? " tanyaku bingung melihat mereka yang tamoak sehat-sehat saja.
"Istri nya Prof Hamdan.. Sudah tiga hari koma, dan hari ini kabar nya alhamdulillah sudah sadar dan sudah dibawa keruang perawatan jadi sudah boleh di jenguk.." jawab Abi mengagetkanku.
Abi mengangguk kuat lalu menekan tombol pembuka pintu kunci mobil.
Kamipun segera masuk kedalam mobil menuju rumah sakit tempat Eyang Uti dirawat.
"Pantas saja Halimah telepon tidak diangkat... Ternyata Eyanf lagi sakit.. Kasihan Chia, dia pasti sangat terpukul melihat Eyang nya terbaring sakit dirumah sakit" kataku pada Umi.
Umi mengangguk kuat.
"Mari kita doakan semoga Istrinya Prof Hamdan segera sembuh.. Aamiin" jawab Umi padaku.
"Aamiin..." kataku pula menimpali.
__ADS_1
Sesampainya dirumah sakit, kami segera menuju ruang mawar, kamar 304 yang merupakan kamar rawat dengan kelas president suite tempat dirawatnya Eyang Uti.
"Assalamualaikum.. " ucap Abi membuka perlahan pintu kamar.
"Waalaikumsalam..." jawab Prof Hamdan dari dalam kamar dan segera berdiri menemui kami tamu nya.
"Bagaimana Prof?" tanya Abi tentang kondisi Eyang pada Prof Hamdan.
"Alhamdulillah sudah lebih baik..." jawab Prof Hamdan pelan.
"Beliau terkena serangan jantung, jatuh di kamar mandi ketika selesai memandikan Chia.. " cerita Prof Hamdan.
"Astagfriullah..." kataku dalam hati.
"Chia berteriak memanggil Mbok Jum dan suaminya pekerja yang ada dirumah.. lalu merekalah yang membawa Eyang Uti kerunah sakit ini" lanjut Prof Hamdan bercerita tentang awal tragedi Eyang Uti sakit.
"Lalu bagaimana keadaan Chia Prof? Chia pasti sangat ketakutan waktu itu, melihat Eyang Uti pingsan sidepan matanya" tanyaku cemas.
Prof Hamdan mengangguk.
"Chia sempat menangis histeris karena takut Eyang nya kenapa-kenapa.. Tapi alhamdulillah dia tidak apa-apa.. Dan sebentar lagi Dia datang bersama Daddynya..." jawab Prof Hamdan tersenyum kearahku.
Kupandangi wajah Eyang Uti yang tertidur tampak masih sangat pucat.
Kata Prof Hamdan Eyang Uti tertidur karena efek obat yang diberikan oleh dokter.
Aku duduk disamping Eyang Uti sambil twrus memandangi wajah tuanya yang tetap twrlihat begitu anggun meskipun tertidur pulas tanpa make up.
__ADS_1