Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 35


__ADS_3

Dalam malam yang begitu panjang di kamarku yang kecil dan gelap.


Aku duduk bersimpuh di atas sajadah yang kubentang.


"Ya ALLAH... Apakah Aku kini menjadi beban yang begitu berat bagi Ayah? Aku tidak pernah sedikitpun menyalahkan Ayah atas apa yang terjadi padaku saat ini ya ALLAH.. Aku yakin, semua adalah atas kehendakmu.. dan memang sudah tertulis dalam perjalanan hidupku akan semua yang terjadi didunia ini.. Ya ALLAH betapa perihnya hati ini mendengar ucapan Ayah yang tampak begitu menyesali semua yang telah menimpa dalam diri ini... Ampunkan hamba ya ALLAH.. ampunkan kedua orangtua hamba.. Beri petunjukmu ya ALLAH... Jangan biarkan penyesalan membuat Ayah dan Ibu larut dalam rasa bersalah ya ALLAH.." doaku penuh sesak di dada.


Aku menangis dan berpasrah disepanjang malam hingga tertidur lelap di atas sajadah yang masih terbentang.


Lalu azan subuh berkumandang membuatku kembali terjaga.


Selesai sholat, Aku kembali berdoa memohon petunjuk dan kekuatan dari sang maha pemberi segalanya.


"Rabbanaa Aatinaa Fid dunyaa Hasanah, Wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa adzaban nar.. Aamiin" ucapku menutup doa.

__ADS_1


"Assalamualaikum Ibu.. Ayah.. Selamat pagi.." sapaku pada kedua orangtua yang sangat Aku cintai ini.


"Waalaikumsalam.. Pagi sayang.." jawab Ibu dengan senyuman terindahnya.


Aku kemudian mendekati mereka dan ikut bergabung menikmati nasi goreng kampung khas buatan ibu tercinta.


"Masyaallah... Nasi goreng Ibu memang yang paling nikmat.." pujiku sambil terus menyuapkan nasi kedalam mulut.


Ayah mengangguk dan tersenyum seolah membenarkan perkataanku barusan.


"Halimah.. Ayah dan Ibu sangat menyayangimu nak.. Cuma kamu satu-satunya harta yang paling berharga bagi kami nak.. Apapun pasti Ayah dan Ibu akan lakukan demi kebahagiaan kamu sayang.." ujar ibu menyela ucapanku.


"Halimah tau Ibu.. Halimah pun sangat menyayangi Ayah dan Ibu... Halimah sangat tau kalau Ayah dan Ibu mencintai Halimah sepenuh jiwa raga. Halimahpun demikian pada Ibu dan Ayah.. Halimah tidak ingin Ayah dan Ibu merasa bersalah atas semua yang telah terjadi pada Halimah saat ini Buk.. Yah.." kataku dengan nada memelas.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi sekarang bukalah salah Ayah dan Ibu.. Semua telah menjadi suratan takdir yang ALLAH tuliskan atas diri Halimah.. Halimah tidak ingin Ayah merasa berdosa dan menyesali semua nya... " kataku lagi.


"Ayah.. Ibu... Halimah tau Ayah dan Ibu ingin memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan Halimah.. Tapi bukan berarti dengan mengungkit masa lalu yang telah berlalu Ayah..." kataku lagi.


"Halimah sangat sedih ketika Ayah mengatakan menyesal telah menikahkan Halimah dengan Almarhum Abang Hafiz.. Tidak Ayah.. Tidak sekalipun Halimah menyesali nya.. Halimah sangat bersyukur pernah menjadi istri dari seorang suami yang begitu sholeh, begitu baik dan begitu menyayangi Halimah sebagai istrinya. Kematian Abang Hafiz adalah atas kehendak ALLAH Ayah... jadi Ayah tidak perlu merasa bersalah dan menyesal atas status Halimah yang menjanda saat ini... ini semua bukan salah Ayah dan Ibu... Halimah sangat sayang Ayah dan Ibu.." kataku lagi dengan memegang erat tangan Ayah.


Ayah mengangguk pelan dengan setetes air bening di sudut matanya.


"Ayah.. Ibu... Halimah mohon izin untuk kembali ke pondok.. Sebenar nya sewaktu Halimah berkunjung ke pondok beberapa minggu lalu, Umi meminta Halimah untuk kembali tinggal di pondok.. dan setelah Halimah fikir mungkin akan baik jika Halimah mengikuti permintaan Umi dan Abi.. Di sana Halimah bisa lebih mendalami agama dan dapat kembali mengajarkan anak santri mengaji" kataku menjelaskan.


"Kamu yakin tidak ingin kuliah saja Nak? Ayah dan Ibu masih mampu untuk membiayaimu kuliah sampai selesai Nak.. Lagi pula anak kami kah cuma kamu sayang.. Siapa lagi yang kami biayai kalau bukan kamu nak.." jawab Ibu padaku.


Aku menggeleng kuat.

__ADS_1


"Buk.. Halimah sudah tidak berniat untuk melanjutkan sekolah.. Halimah hanya ingin lebih dekat pada sang pencipta dan orang-orang yang menyauangin Halimah.. Izinkah Halimah ya Buk.. Ayah..." pintaku memohon.


Lama mereka diam dan saling tatap tanpa memberi jawaban.


__ADS_2