
Setelah perjuangan yang cukup panjang akhirnya kuliahku selesai juga.. Aku begitu bersyukur karena telah berhasil meraih gelar S1 ku.
Dengan penuh sukacita, kami merayakan wisudaku dengan rasa bahagia.
"Terimakasih Abang.. Terimakasih smua.. Berkat dukungan Abang dan smua keluargalah akhirnya gelar ini mampu Halimah sandang..." ucapku lembut sambil menatap Abang Zaky.
Abang Zaky membalas ucapanku dengan sebuah kecupan mesra yang mendarat tepat di ubun-ubunku.
Aku kembali tersenyum bahagia.
"Halimah punya hadiah untuk Abang" bisikku pelan sembari memberikan Abang Zaky sebuah kado kecil persegi panjang.
"Apa ini?" tanya nya mengernyitkan dahi.
"Bukalah.." kataku tersenyum gugup.
Perlahan Abang Zaky membuka kado pemberianku dengan cukup hati-hati.
Dia memandang kearahku tanpa bergeming setelah kaget melihat isi dari hadiah yang kuberikan.
" Halimah... Apa ini??? Kamu???" tanya nya terbata-bata.
Aku mengangguk pelan dengan senyuman merekah.
"Ya ALLAH.... Subhanallah... Alhamdulillah..." ucapnya langsung meraihku dalam pelukan nya yang erat.
Lalu dengan rasa haru yang luar biasa, Abang Zaky mengumumkan kehamilanku di depan semua keluarga.
__ADS_1
Semua keluargapun memberikan ucapan selamat kepadaku dan Abang Zaky.
Kami larut dalam rasa bahagia yang tidak terkirakan.
"Ya ALLAH.. Terimakasih atas anugrah terindah ini... Hari ini kebahagiaanku terasa begitu sempurna, Aku memiliki suami yang begitu mencintaiku, anak sambung yang juga begitu mencintaiku, mertua juga yang tidak kalah mencintaiku, Aku juga memiliki orang-orang terdekat yang juga begitu mencintaiku.. Dan kini insyaallah, dengan izinmu Akupun akan memiliki anak kandung yang insyaallah akan menjadi penyempurna kehidupanku dimasa kemudian.. Terimakasih ya ALLAH... Berbagai badai yang begitu berat dulu akhirnya tergantikan dengan kehidupan yang kini begitu membahagiakan.. Terimakasih ya ALLAH... Terimakasih..." ujarku berbicara di dalam hati dengan penuh rasa syukur.
masih dalam diam, Aku kembali bergumam dan berdoa dalam hati.
"Aku tau ya ALLAH... Mungkin besok atau lusa nantinya, badai itu akan kembali lagi menguji diriku yang lemah ini... Maka Aku mohon ya ALLAH.. Kuatkan hati ini... Teguhkan iman ini... Bimbing jiwa ini agar terus dekat denganmu... Agar Aku tidak lena dengan duniawi.. Agar aku terus selalu tau akan rasa syukur atas smua nikmat yang engkau berikan dalam hidupku... Agar kecintaan dan ketaatan terus bertambah padamu.. Bimbing Aku... Ridhoi setiap perjalanan hidupku... sampai nanti di jannahmu ya ALLAH... Amiin ya Rabbal Alamiin..." doaku lagi sepenuh hati.
"Halimah... I love You..." bisik Abang Zaky pelan di kuping kananku.
Aku yang sedari tadi melamun pun akhir nya terhentak kaget sembari berpaling mengarahkan wajahku kewajahnya yang berada tepat di sampingku.
Aku tersenyum malu memandang wajahnya nya yang begitu teduh tersenyum manis menggodaku.
Aku semakin tersipu malu mendengar ucapannya.
Perlahan tapi pasti Aku pun menjawab ucapannya.
"I Love You too Abang.." jawabku sambil menunduk dan sedikit melirik kearah matanya.
Dia tersenyum lalu meraihku lagi kedalam pelukannya.
"Semoga ALLAH selalu menjagamu dan calon anak kita ya sayang... Aamiin..." doanya sambil tetap memeluk tubuh mungilku.
"Aamiin ya ALLAH..."jawabku mengaminkan doa nya.
__ADS_1
"Mulai sekarang Abang janji untuk menjadi suami siaga untuk kamu dan calon anak kita.." ucapnya lagi masih memelukku dengan erat.
"Chia bakalan punya adik dong bund?" tanya Chia anak sambungku sembari memeluk pinggangku dengan erat.
"Insyaallah sayang..." jawabku sambil mengelus rambutnya pelan.
"Bunda.... Kalau nanti punya dedek bayi, Bunda masih sayang gak sama Chia?" tanya nya lagi padaku.
Pertanyaan nya sontak membuatku kaget dan merasa sedikit terhiris. Tiba-tiba Aku merasakan kecemasan Chia yang takut akan kehilangan kasih sayangku setelah nanti iya memiliki seorang adik.
Dengan pelan, kuelus pipi mungil nya yang lembut.
"Sayang... Sampai kapanpun Bunda akan selalu cinta dan sayanh kepada Chia... Chia adalah anak pertama Bunda dan Daddy... Mana mungkin tidak disayang... Dedek bayi nanti harus nurut kata kakak nya.. dan kak Chia harus bisa mengajarkan semua hal baik kepada adik ya nak... Bunda, Daddy dan adik akan selalu mencintai Chia sampai kapanpun.. Selamanya.." jawabku meyakinkan anak gadisku.
"Selamanya?" tanya nya lagi lebih jelas.
"Yup... Selamanya... Selama-lamanya..." jawabku lagi lalu mencium kening nya lama.
"Chia sayang Bunda... Sayang Daddy.. Dan adeik bayi.." ujarnya memelukku dengan erat.
"Bunda juga sangat sayang Chia..." jawabku sambil terus memeluk putri sambungku.
Lalu Abang Zaky memeluk kami berdua.
Aku terharu bahagia, hingga meneteskan air mata.
"Terimakasih ya ALLAH... Jagalan keluarga ku ini selalu ya ALLAH... Aamiin" doaku dalam hati.
__ADS_1
####TAMAT####