Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
kecelakaan


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat,sudah waktu nya para karyawan untuk pulang,termasuk Nayla,ia sedang membereskan meja nya.


"huft,lelah nya"gumam Nayla.


"dasar atasan kejam,dia pikir gue ini pembantu nya apa?,,dari pagi sampai hampir jam pulang,ia selalu saja menyuruh nyuruh yang bukan pekerjaan gue,kalau saja bukan atasan gue sudah ku tonjok muka tampan nya itu"gerutu nya itu dengan bibir mengerucut.


Bagaimana tak kesal,dari pagi Alvi membuat sekertaris cantik nya itu di buat kesal,di mulai dari membuat kopi yang lebih dari satu kali dalam satu waktu,dan yang paling membuat Nayla jengkel adalah,atasan nya ini menyuruh nya memasak di waktu jam kerja,dengan dia yang selalu saja menjahili nya,bahkan dengan berani nya,dia mencium pipi nya sampai pipi nya memerah.


"dasar atasan mesum,kurang ajar,akh rasa nya pengen gue bejek bejek tu muka nyebelin nya."gerutu nya tanpa menyadari seseorang menatap nya aneh.


Sedang asyik menggerutu,Friska datang mengernyit kan dahi nya,mendengar gerutuan Nayla.


"woy,kenapa lo,ngomel ngomel gak jelas?"tanya Friska penasaran.


"ck,berisik lo,gue lagi kesel ma atasan mesum itu,se enak nya aja dia nyium nyium gue,emang nya dia pikir gue bini nya apa,aakh pokok nya gue kesel,kesel kesel"jelas Nayla,dan di akhir kata ia berteriak,bahkan teriakan nya sampai terdengar keruangan Alvi.


Mendengar penjelasan Nayla membuat Friska tertawa kencang,membuat Nayla malah semakin kesal.


"sialan lo."umpat Nayla menyumpalkan kertas ke dalam mulut Friska,seketika tawa Friska terhenti dan terbatuk karna hampir tersedak kertas.


"ya udah deh,gue minta maaf,sebagai ganti nya,gue bakalan traktir lo sepuas nya"ucap Friska membuat Nayla berbinar senang.


"serius Lo"di balas anggukan oleh Friska.


"tapi gue belum pamit sama kakak Lo"keluh Nayla.


"gak usah,nanti gue sampein di wa"ucap Friska santai dan mengetikkan sesuatu di ponsel nya.


"ok,let's go"teriak Nayla bersemangat.


Sedangkan Alvi yang melihat itu dari cctv,senyam senyum sendiri,ia merasa gemas melihat wanita nya yang sedang kesal itu.


Kekesalan Nayla seolah menjadi hiburan tersendiri bagi nya,ia begitu merindukan saat dulu masih bersama sama dengan Nayla.


Namun senyuman itu pudar,saat ia ingat kalau ia di lupakan oleh wanita nya.Di lupakan sementara,ya hanya sementara,karna ia akan membuat wanita nya itu mengingat kembali kenangan manis mereka yang pernah mereka lalui bersama.


Meski dulu mereka tak menjalin hubungan,tapi mereka sudah membangun sebuah komitmen,kalau mereka akan selalu bersama,bahkan mereka akan menikah jika sudah puas bermain main.


Karna mereka tau,mereka sudah saling menyukai,atau bahkan saling mencintai,namun mereka tak mengungkap kan nya,mereka hanya menjalani hubungan seperti air yang mengalir.


Sampai pada saat Alvi akan pergi ke luar negri,ia berterus terang dengan perasaan nya,bahkan ia memberikan kalung hati sebelah,sebagai tanda kalau mereka sudah mengikat janji untuk setia dan saling menunggu.


Hingga sampai lamunan nya buyar,karna asisten sekaligus sepupu nya mengajak ia untuk pulang,dan mereka pun pergi meninggalkan perusahaan menuju rumah masing masing,karna mereka membawa mobil nya masing masing.


Di perjalanan Alvi melihat kerumunan orang,entah apa yang terjadi,karna penasaran ia pun menepikan mobil nya,dan segera turun melihat yang terjadi.


Terlihat seorang pemuda sedang di bantu beberapa orang,seperti nya terjadi kecelakaan,karna terlihat dari pemuda tersebut sikut nya terdapat lecet,dan motor nya yang banyak gores di bagian depan.


Alvi pun masuk ke dalam.kerumunan tersebut,ia melihat pemuda itu sedang di beri minum oleh salah satu warga.


"permisi,ada apa ini?"tanya Alvi datar.

__ADS_1


"ini nak,korban tabrak lari"jawab seorang bapak bapak yang sudah berumur.


Tiba tiba datang seorang warga,ia bertanya.


"bisa kah minta tolong,tolong bawa pemuda ini ke rumah sakit,karna seperti nya kaki nya terkilir"ucap seorang wanita paru baya.


Mendengar itu membuat Alvi melihat ke arah wanita tua tersebut.


"bawa ke mobilku"titah Alvi datar,meski semua orang heran dengan nada bicara nya yang terkesan angkuh,tapi mereka yakin kalau orang itu orang baik.


Tapi mereka semua bingung,motor pemuda tersebut akan kemakan,Alvi yang mengerti langsung menelpon seseorang untuk membawa motor pemuda tersebut.


Dengan di bantu oleh warga,pemuda itu di bawa ke mobil Alvi,dengan segera Alvi membawa nya ke rumah sakit terdekat.


Di dalam mobil terjadi keheningan,hanya terdengar ringisan kecil dari bibir pamuda tersebut.


Adnan yang merasa canggung memberanikan berkata.


"terima kasih kak,karna sudah menolongku"ucap Adnan tulus.


"hmm,sama sama"jawab Alvi santai.


"memang nya kamu habis dari mana,kenapa sampai bisa kecelakaan?"tanya Alvi sambil melirik ke arah kaca spion agar bisa melihat wajah pemuda tersebut.


"habis dari kampus,tapi karna apes nya beginilah"jawab Adnan masih dengan menundukkan kepala nya.


"siapa nama mu?"tanya Alvi kembali.


"panggil saja kak Al"jawab Alvi santai.


"kak Al?"gumam Adnan pelan,namun masih di dengar oleh Alvi,karna penasaran ia mengangkat wajah nya.


"kak?"panggil Adnan untuk memastikan.


"iya"jawab Alvi sambil menengok wajah nya ke belakang.


Deg


"ternyata dugaan ku benar"batin Adnan senang.


"Alvian putra Pradipta"ucap Adnan dengan wajah senang nya.


Mendengar nama lengkap nya di panggil membuat Alvian menghentikan mobil nya karna sudah sampai di rumah sakit.


"kau tau nama lengkap ku?"tanya Alvi penasaran.


"tentu saja,bahkan kakak ku selalu saja membicara kan mu,aku sampai bosan mendengar nya"jawab Adnan dengan wajah kesal nya.


"kau tau kak,setiap habis ketemuan dengan mu,dia selalu saja berisik,ini lah itu lah,membuat ku kesal saja."gerutu Adnan yang sudah terlihat santai tak seperti tadi saat pertama kali.


Mendengar jawaban Adnan,membuat Alvi mengerutkan kening nya,bahkan ia bisa melihat ekspresi wajah pria muda tersebut,di balik wajah kesal nya ada sebuah senyuman,dan seketika berubah menjadi wajah sedih.

__ADS_1


Meski penasaran ia mencoba menahan nya untuk tidak bertanya,karna sekarang yang lebih penting adalah kaki pria tersebut.


"ayo turun"ajak Alvi sambil membukakan pintu untuk Adnan keluar.


Adnan mencoba untuk berdiri,namun kaki nya terasa sakit,sampai ia akan terjatuh dan untungnya Alvi segera menahan nya.


"aku bantu"ucap Alvi sambil tersenyum kecil,Adnan mendapat perlakuan seperti itu merasa senang,karna selain keluarga nya masih ada orang lain yang Sudi menolong nya.


"terima kasih kak,tak salah kakak ku begitu mengagumi mu"ucap Adnan pelan.


Sampai nya di ruang UGD Adnan di periksa oleh dokter,dan kaki nya pun sudah di obati dan di suruh istirahat beberapa hari sampai perban nya di buka.


Mereka pun sudah berada di dalam mobil untuk mengantarkan Adnan pulang.


"kak,apa kau sudah menemui kakak ku?"tanya Adnan memulai pembicaraan.


"kakak mu?,,bahkan aku mengenal nya pun tidak"ucap Alvi santai membuat Adnan mengerutkan kening nya.


"benarkah?,,tapi kenapa kakak ku selalu saja membicara kan mu."ucap Adnan dengan wajah serius nya.


"memang nya siapa kakak mu itu?,dari tadi kau menyebut kakak mu saja?"tanya Alvi tanpa menoleh ke arah Adnan.


"kakak ku wanita cantik,penyayang,mandiri dan juga baik hati,dan juga ceria,hanya saja,sejak kejadian tiga tahun lalu,membuat ia menjadi orang yang sedikit pendiam"ucap Adnan dengan raut wajah sedih.


Alvi hanya diam mendengarkan,ia menangkap dari pembicaraan ini,kalau pria ini begitu menyayangi kakak nya itu.


Saat akan bertanya mobil sudah sampai di depan rumah Adnan yang terlihat sederhana,tapi masih terbilang besar,hanya saja cat dan gaya nya sangat minimalis.


Merasa mobil berhenti Adnan bersiap turun,namun saat akan membuka pintu mobil,terlihat ada satu mobil yang tak asing bagi Adnan terparkir di depan rumah Adnan.


"ck,keluarga itu lagi"decak Adnan membuat Alvi mengalihkan tatapan nya pada Adnan.


"siapa?"tanya Alvi.


"keluarga yang di jodohkan dengan kakak ku,entah mau apa lagi mereka kesini,apa belum cukup membuat kakak ku malu,bahkan samapi harus di rawat di rumah sakit"jelas Adnan kesal membuat Alvi penasaran,saat akan bertanya Adnan tiba tiba saja berteriak memanggil kakak nya yang baru saja datang.


"kakak,kak nay"panggil Adnan membuat Alvi melihat ke arah wanita yang di panggil,seketika ia terpaku melihat wajah cantik itu.


"Nayla"gumam Alvi.


"kau kenal kak,itu dia kakak ku,cantik kan?"tanya Adnan dengan wajah senang nya,dengan segera ia turun dari mobil Alvi dan menghampiri kakak nya.


Melihat Adnan kesusahan,Alvi segera keluar dari mobil dan membantu Adnan,sekalian ingin melihat wanita nya.


Sudah membantu Adnan keluar dari mobil,Alvi segera membawa Adnan mendekat ke arah Nayla.


Nayla yang melihat adik nya tak baik baik saja merasa khawatir,namun saat melihat wajah orang yang membantu adik nya membuat ia memelotot kan mata nya.


"kau"geram Nayla,dan di balas senyuman manis oleh Alvi.


**Nyambung gak sih ,kalo gak nyambung mah sambungin aja😅

__ADS_1


Makasih ya,yang udah baca dan like nya**.


__ADS_2