
Mama Riska mendengar itu merasa iba,karna ia tau siapa om Baskoro tersebut.
Orang yang sangat baik,ramah,dan penyayang,hanya saja ia sedikit keras mendidik anak nya.
Mereka termenung,mereka mengingat saat Darma mencerita kan masalah nya,itu pun dengan paksaan,jika tidak begitu maka dia tidak akan mencerita kan masalah nya pada siapa pun.
Tentang Darma
Saat dimana kesabaran seorang ayah di uji,pelayan itu mengatakan kalau putra nya Darma,telah melakukan tindak kekerasan di tempat kuliah nya.
Dan itu membuat nya murka,karna bukan sekali,dua kali ia mendengar laporan seperti ini,tanpa ia tau itu adalah sebuah permainan seseorang,yaitu pelayan tersebut.
Tuan Baskoro pulang lebih awal dari kantor nya,ia sengaja menunggu putra nya pulang.
Tak lama setelah kepulangan nya,terdengar suara motor masuk ke dalam mansion nya.
Terlihat putra nya pulang dalam keadaan wajah penuh memar.
Seketika tuan Baskoro menghampiri nya dengan langkah panjang nya, Darma yang tidak mengetahui jika ayah nya sudah kembali,santai saja.
Sampai sebuah pukulan mendarat tepat di wajah nya.
Hal itu tentu saja membuat Darma terkejut.
"Ayah"gumam nya pelan.
"Dasar anak tak tau diri,kau itu ku sekolahkan bukan untuk menjadi seorang berandalan,dan apa ini?,kau selalu saja membuat ulah,kau sudah membuat malu ayah mu"teriak tuan Baskoro pada Darma.
"Ayah salah paham...."belum selesai melanjutkan ucapan nya,tuan Baskoro langsung memotong nya.
"Salah paham apa,hah?,apa salah paham harus berkali-kali,aku sudah bosan mendengar laporan buruk tentang mu,dari mulai kau suka mencuri,tawuran,dan sekarang apa,kau sudah melakukan penganiayaan pada teman kuliah mu,apa pernah aku mengajarkan mu melakukan itu semua,hah,TIDAK,tapi kenapa kau lakukan itu"ucap tuan Baskoro meletup-letup mengeluarkan amarah,namun dengan nada pelan di akhir.
Darma hanya diam,ia masih membiarkan ayah nya,mengeluarkan semua amarah nya.
Melihat ayah nya yang terduduk, Darma merasa bersalah,namun kejadian nya bukan seperti itu.
Saat berada di kampus,darma melihat seorang gadis yang sedang di kerubungi banyak pria.
Karna tak tega ia pun membantu gadis itu,namun yang terjadi ia malah di keroyok.
Meski ia memiliki ilmu beladiri,namun ia belum hebat,sedangkan ia harus menghadapi ke lima orang itu sendiri.
__ADS_1
"Ayah, kenapa ayah selalu salah paham padaku,bahkan ayah langsung menghakimi ku,tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu dari ku"ucap Darma lembut namun dengan suara lirih.
"Kau tau Yah,aku tidak pernah melakukan itu semua,tapi jika ayah beranggapan seperti itu,aku gak akan memaksa ayah untuk percaya"ucap Darma lirih.
Ia tetap bersimpuh di depan ayah nya sambil memegang tangan nya lembut.
"Kalau kamu tak melakukan itu semua,kenapa bukti terus mengarah padamu"ucap tuan Baskoro tegas.
"Maafkan aku,aku sudah gagal mendidik putra kita"gumam tuan Baskoro,lalu bangkit dan pergi ke kamar nya.
Sedangkan Darma melihat itu hanya menghela nafas berat.
"Ibu,apa aku salah melakukan ini semua,apa aku harus membiarkan orang yang sedang kesusahan untuk tidak membantu nya?"gumam Darma tanpa sadar air mata nya mengalir.
Darma yang sejak kecil di didik ayah dan ibu nya dengan sangat baik,bahkan sampai sekarang ia tak pernah melupakan ajaran dan nasihat yang di berikan orang tua nya pada nya,apa lagi ia masih ingat dengan nasihat ibu nya.
"Jadilah orang yang berguna untuk masyarakat,jadilah orang yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang.Jangan melihat seseorang dari luarnya,tapi lihat lah orang dari hati nya,dan jika kau tak bisa melihat itu,maka lihatlah mata mereka,dan di sana kau akan tau sifat nya.Karna mata tak pernah berbohong."ucapan itu lah yang selalu mendorong nya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.
Saat akan beranjak dari duduk nya,ia terkejut dengan kedatangan ayah nya,terlihat ayah nya menyeret sebuah koper,dan ia tau koper siapa itu.
"Ayah,kenapa membawa koper ku?"tanya Darma mengerutkan kening nya.
"Mulai sekarang pergi dari rumah ini,dan ingat jangan kembali lagi ke sini lagi sampai kapan pun,aku tak Sudi mempunyai anak yang br*ngsek seperti mu"ucap ayah nya dengan membanting koper darma ke luar.
"Ayah ada apa,kenapa ayah mengusir ku?"tanya Darma penasaran.
"Kau tanya ada apa?,kau tanya pada diri mu sendiri,dan mulai saat ini kamu pergi dari sini,jangan pernah KEMBALI"ucap ayah menekan kan kata kembali.
Darma yang melihat ayah nya sedang murka tak bisa berbuat apa-apa lagi,ia pun mengalah dan pergi dari sana.
"Oh ya,kembalikan semua pasilitas yang ku berikan"ujar ayah sambil berbalik pergi.
Darma tak banyak bicara ia pun menuruti kemauan ayah nya.
Ia meletakkan semua kartu ATM,kunci mobil dan juga kunci motor,bahkan ponsel keluaran terbaru nya.
Ia hanya membawa dompet kosong milik nya.
Ia tak merasa khawatir,karna ia sudah bekerja paruh waktu,jadi ia tak khawatir lagi.
Habis itu ia pergi dari sana,ia menengok ke belakang ia memandangi rumah yang sejak kecil ia tinggali dengan perasaan hampa.
__ADS_1
Namun dalam hati ia berkata,ia akan kembali lagi kesini,dan mencoba menjelaskan semua nya.
Tanpa ia sadari seseorang tersenyum melihat itu.
Beberapa bulan berlalu, Darma sudah mendapat gelar sarjana,di saat seperti ini,ia merasa rindu dengan ayah nya.
Di saat semua orang berbahagia karna di dampingi oleh orang tua mereka,namun ia berbeda,ia hanya sendiri ia merasa iri dengan teman-teman nya.
Sampai di akhir acara,ia di panggil dengan nilai terbaik dari yang terbaik.
Namun ia bukan nya senang,ia merasa sedih karna tak ada yang menemani nya.
Saat ia di atas panggung,ia terkejut serta terharu karna teman-temannya datang,bahkan seorang gadis pun datang untuk memberi nya selamat.
"Nita,kamu datang?"tanya Darma senang.
Ya, Darma dan Nita sudah menjalin hubungan selama 4 bulan.
Hubungan mereka sangat baik,bahkan di antara mereka jarang ada perselisihan.
Dan hari ini niat mereka akan mendatangi rumah tuan Baskoro,karna Darma berniat melamar Nita.
Meski usia pacaran mereka terbilang singkat,namun mereka sudah serius untuk melangkah ke jenjang berikut nya.
Nita adalah anak yatim piatu,ia di besarkan di panti asuhan,namun itu tak mengurangi niat Darma untuk mempersunting Nita.
Sampai lah mereka di kediaman tuan Baskoro,namun sayang,sampai nya di sana,ternyata tuan Baskoro sedang tidak ada,kata pelayan di sana,jika majikan nya sedang pergi ke luar negri karna ada pekerjaan penting.
Darma merasa kecewa,niat hati ingin memperkenalkan kekasih nya,juga ia merasa rindu dengan ayah nya.
Bahkan ia sebenarnya merasa sedih,karna selama ia pergi,ayah nya tak pernah mencari nya.
Entah bagaimana nasib nya,jika ia tak bertemu dengan Nita,mungkin ia akn tinggal di jalanan.
Karna meski ia mempunyai pekerjaan sampingan,namun itu hanya cukup untuk biaya makan nya.
Bahkan selama beberapa bulan ini,ia tinggal di panti asuhan tempat Nita tinggal.
Karna sudah tak ada yang ingin ia temui,ia pun pergi dari sana dengan penuh kecewa.
Nita yang melihat itu,tak tega hingga akhir nya ia mencoba menenangkan kekasih nya.
__ADS_1
"Mas,jangan sedih,nanti lain waktu kita akan datang lagi kemari"ucap Nita lembut.
"Hm,baiklah"ucap Darma tersenyum.