
Mereka sudah selesai dengan sarapan nya,karna mereka sudah izin pada orang tua mereka.
Mereka pun pergi ke pantai, itung-itung mereka liburan,melupakan sejenak pekerjaan yang tak ada habis nya.
Mereka menaiki mobil masing-masing,hanya saja Amel,Friska dan Tia ikut ke mobil Renata.
Sedangkan para pria mereka mengendarai mobil nya masing-masing.
Namun,berbeda dengan Alvi dan Nayla,mereka satu mobil yang sama.
Mereka tak melunturkan senyum sedikit pun.
Alvi dengan sayang mengelus lembut tangan Nayla,dan sesekali mengecup nya.
Nayla yang di perlakukan seperti itu merasa malu,bahkan ia tak berani melihat ke arah Alvi,ia hanya memalingkan wajah nya ke arah luar.
Melihat itu Alvi tersenyum,bahkan dengan sengaja menarik tangan Nayla sampai Nayla bersandar di pundak nya.
Nayla terkejut,namun ia tak berani bergerak sedikit pun,entah kenapa ia menjadi sangat gugup.
"Kenapa kamu lebih suka melihat ke luar,dan kamu malah mengabaikan aku"ucap Alvi dengan suara yang di buat sedih.
"Sekarang kamu jadi lebih banyak diam,bahkan biasa nya kamu itu paling cerewet.Apa kamu menyesal bersama dengan ku?"tanya Alvi lirih.
Mendengar pertanyaan itu membuat Nayla menjadi merasa bersalah.
"Bukan begitu hanya saja,,aku gugup"ujar Nayla pelan.
Ucapan Nayla membuat Alvi tersenyum,namun ia tak memperlihatkan nya.
"Kenapa harus gugup?,dan mungkin ke depan nya aku akan terus melakukan nya"ujar Alvi membuat Nayla mengangguk.
Seketika senyum Alvi terbit,ia pun menciumi kepala Nayla dengan sayang.
"Aku mencintaimu"bisik Alvi.
Nayla mendengar itu hanya tersenyum,dan juga ia dengan sadar memeluk pinggang Alvi erat.
"Aku juga"ucap Nayla malu.
"Juga apa?"tanya Alvi,karna ingin menggoda Nayla.
"Iya,juga sama seperti kakak"ucap Nayla dengan senyum malu.
"Sama apa?, kamu bicara yang jelas saja sih,Sayang,biar aku mengerti"ujar Alvi menahan senyum nya.
Nayla hanya tersenyum dan semakin mengeratkan pelukan nya.
"Aku juga mencintai mu"ucap Nayla pelan.
"Apa sayang,aku gak dengar?"Alvi semakin ingin menggoda Nayla.
Mendengar itu Nayla melepaskan pelukan nya,dan menatap Alvi kesal.
"Tidak jadi"ujar Nayla menjauh dari Alvi dengan wajah cemberut nya.
Melihat itu Alvi malah tertawa,membuat Nayla kesal dan memukul lengan Alvi.
__ADS_1
"Dasar,gak peka"gerutu Nayla,namun Alvi masih mendengar nya.
Setengah jam kemudian,mereka sudah sampai di pantai tempat mereka ingin kunjungi.
Nayla yang baru turun dari mobil tersenyum,rasa nya sudah lama ia tak menghirup udara laut.
Alvi menyusul Nayla yang sudah lebih dulu berjalan,ia sedikit berlari supaya menyeimbangkan langkah nya dengan Nayla.
Alvi segera menggenggam tangan Nayla,namun Nayla hanya diam memalingkan wajah nya,Alvi tersenyum melihat itu.
Ternyata dia masih kesal dengan Alvi,namun Alvi tersenyum karna tangan nya tidak di tepis oleh Nayla.
"Sayang,apa kamu masih marah?"tanya Alvi lembut.
"Gak"ucap Nayla singkat.
"Terus kenapa jawab nya singkat gitu?"tanya Alvi lagi.
"Kesel aja"jawab Nayla ketus.
"Iih,gemesin banget sih,calon istri aku ini"ucap Alvi sembari mencubit pipi Nayla lembut.
"Aduh,apaan sih sakit tau"ucap Nayla dengan bibir mengerucut.
Karna gemas,Alvi malah mengecup bibir Nayla,membuat Nayla membulatkan mata nya.
"Manis"ucap Alvi sambil menatap wajah Nayla lembut.
"Kak Vian itu,apaan sih,gimana kalau ada orang yang liat,kan malu"gerutu Nayla dengan menyembunyikan wajah nya di dada Alvi.
Dengan senang Alvi pun memeluk Nayla erat.
"Ehm,so sweet"ucap Amel sambil tersenyum dengan ke dua tangan di pipi nya.
"Gila,kok gue yang malu yah?"tanya Renata dengan pipi merona.
"Dasar bucin,gak tau tempat banget mau romantis-romantisan,gak tau apa para jomblo suci ini di sini"gerutu Kenan kesal.
Namun berbeda dengan Toni,Rafa dan Bara,mereka malah melihat ke arah gadis di samping nya.
Tanpa mereka sadari,mereka seperti pasangan kekasih,karna mereka berdiri dengan para gadis itu.
Kenan yang yang melihat itu kesal bukan main,bahkan ia sampai berteriak.
"Kalian semua kampret"teriak Kenan membuat para pria itu terkejut dan salah tingkah.
Sedangkan para gadis hanya cuek,dan menyeret tangan para pria,tanpa mereka sadari.
Sedangkan para pria sudah deg-degan karna sentuhan itu.
Tapi para gadis dengan santai nya berlari menyusul pasangan yang sedang bucin-bucin nya.
Sampai nya di tepi pantai,para gadis berteriak senang,bahkan sampai membuat para pria menutup telinga mereka.
"Ya Tuhan,kenapa suara mereka sudah seperti toa masjid?"tanya Toni sambil mengusap telinga nya.
"Gila,apa gak habis itu suara,di pake teriak-teriak gitu?"timpal Bara yang sedari tadi diam.
__ADS_1
Sedangkan para gadis sudah berlarian ke arah pantai.
Mereka tak menghiraukan sekitar nya,bahkan tanpa mereka ketahui ada seseorang yang menatap salah satu dari mereka.
Berbeda dengan Alvi,ia melihat seseorang yang di kenal nya,namun seketika ia menggelengkan kepala nya.
"Gak mungkin,atau dia sudah kembali?"gumam Alvi,dan ia terus melihat ke arah orang itu.
Tak ingin terjadi sesuatu,ia segera memanggil teman-temannya.
"Ada apa Lo manggil kita?"tanya Kenan sambil duduk di samping Alvi,dan di ikuti oleh lain nya.
Alvi tak menjawab namun ia memberi kode pada mereka.
Dan beruntung nya mereka mengerti,dan seolah-olah tak melihat orang itu.
"Gue yakin itu dia,tapi kapan dia kembali?"tanya Toni serius.
"Gue ngerasa dia kembali bukan untuk sesuatu yang baik"tebak Bara dingin.
"Hmm,Lo benar,jadi Ken,lo selidiki dia,jangan sampai ia melakukan sesuatu yang buruk lagi."ujar Alvi datar.
"Baik,gue bakalan kasih tau secepat nya"ujar Kenan tegas.
"Bentar,liat"ucap Rafa, menunjuk orang itu dengan dagu nya.
"****"umpat Alvi langsung berdiri dan berlari ke arah para gadis.
"Apaan?"tanya Toni heran.
"Brengs*k"umpat Toni kemudian.
Namun seketika mereka berlari menyusul Alvi.
Mereka segera membawa para gadis ke.dalam mobil,dan para gadis pun tak terima,karna mereka menyeret nya seperti anj*Ng.
"Kalian itu apaan sih,kita itu lagi seneng-seneng,tapi kalian malah.."ujar Renata terpotong karna Kenan membekap mulut nya.
Kenan pun berbisik,dan seketika ia melihat ke.arah yang di tunjuk.
Deg
"Brengs*k"umpat Renata,melepaskan pegangan Kenan,berniat untuk melabrak orang itu.
Namun dengan sigap Kenan memegang nya kembali.
"Apaan sih lepasin gue,gue harus kasih pelajaran sama cowok itu"ucap Renata,membuat Kenan mengerutkan kening nya.
Bukan hanya Kenan,bahkan semua orang melihat ke arah nya.
"Maksudmu?"tanya Toni penasaran.
Sementara Renata dan gadis lain nya saling pandang.
Alvi melihat ke arah Nayla,terlihat Nayla menggelengkan kepala nya,bahkan mata nya sudah berkaca-kaca.
"Ya sudah,ayo pulang"ucap Alvi lembur sambil merangkul pundak Nayla.
__ADS_1
Alvi yakin ada yang di sembunyikan oleh calon istri nya ini,namun ia tak ingin memaksa nya.
Tapi yang jelas ia akan mencari tau sendiri,kemudian ia melihat ke arah Kenan,dan Kenan pun mengangguk.