Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Kemarahan dan kekecewaan seorang ayah


__ADS_3

Mendengar itu,mama Riska tak bergeming,ia malah menghampiri menantu nya dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih,karna sudah mau mengandung cucu mama"ujar mama Riska tersenyum dengan mengusap perut datar Nayla.


"Ini juga anak aku Ma"ujar Nayla tersenyum.


Kenan pun tak kalah heboh,ia memberi selamat pada Alvi.


"Akhirnya,aku akan memiliki ponakan pertama"ujar Kenan senang,bahkan saking senang nya ia sampai jingkrak-jingkrak.


Membuat pelayan yang melihat nya merasa aneh.


"Ya,kau tau Ken,aku sangat bahagia"ungkap Alvi dengan tersenyum lebar.


"Mama harus segera menelpon keluarga besar kita,mereka harus tau kabar bahagia ini"ujar mama Riska segera mengambil ponselnya.


Selama mama Riska menelpon,Alvi tak jauh dari Nayla,bahkan Kenan pun melupakan tujuan nya datang kemari.


Sampai suara ponsel mengingatkan nya tentang rapat siang ini.


"Alamak"ucap Kenan menepuk kening nya.


"Al,cepat bersiap,kita harus segera ke perusahaan,karna meeting sebentar lagi akan di mulai."ujar Kenan membuat Alvi terkejut.


"Lo itu, apa-apaan sih berisik banget"keluh Alvi membuat Kenan kesal.


"Meeting,siang ini kita meeting dengan klien dari luar negri"ujar Kenan membuat Alvi segera berdiri dan berlari ke kamar nya.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi,kampret"gerutu Alvi sambil berlari.


Nayla yang melihat itu hanya tersenyum dan segera menyusul suami nya untuk mengurusnya.


Sedangkan mama Riska yang sudah menelpon seluruh keluarga besar nya,hanya tersenyum lebar,bahkan Kenan yang di sana pun seperti tak ada,karna Tante nya ini malah sibuk dengan ponsel nya.


Beberapa menit kemudian,Alvi dan Nayla sudah nampak menuruni tangga,bahkan sedari tadi,Alvi hanya cemberut saja.Sedangkan Nayla hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum kecil.


"Awas saja nanti,habis kamu sama aku"ancam Alvi membuat Nayla menelan saliva nya kasar.


Nayla teringat tadi kejadian di dalam kamar.


Flashback on


Saat memasuki kamar,terlihat suami nya sedang duduk di pinggir ranjang dengan ponsel nya,membuat Nayla hanya bisa menghela nafas.


"Kak,cepetan mandi,nanti telat loh"ujar Nayla lembut.


"Aku malas"ujar Alvi dan malah berbaring di ranjang,dan menarik Nayla berbaring.


"Ya sudah kalau begitu,tidur saja di sini,aku akan pergi ke bawah"ujar Nayla santai.


Mendengar itu,Alvi mempunyai ide lalu kemudian tersenyum smirk.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan ke kantor,tapi aku ingin kamu dulu"ujar Alvi dengan tangan yang sudah kemana-mana.


Plak


"Jangan macam-macam"ujar Nayla ketus,bahkan tangan Alvi di tepis nya.


"Sebentar saja"ujar Alvi memelas.


"Gak ada,kalau kakak gak mau bersiap sekarang,maka satu Minggu ke depan tak ada jatah ninu-ninu."ancam Nayla membuat Alvi kalang kabut.


"Sayang jangan begitu donk,nanti kalau aku mau gimana?"melas Alvi dengan wajah di buat sedih.


"Terserah,itu pilihan kakak"ujar Nayla segera bangun dan pergi ke ruang ganti.


"Yang,sayang,kok gitu sih"teriak Alvi mengacak-acak rambut nya.


Karna Nayla tak merespon panggilan nya,ia pun dengan terpaksa masuk ke kamar mandi.


Keluarnya dari kamar mandi,Alvi hanya cemberut saja,bahkan Nayla pun di diamkan nya,karna ia masih kesal.


"Sudah jangan cemberut gitu,nanti ganteng nya ilang loh"bujuk Nayla sambil membantu memasangkan jas Alvi.


"Ya udah,kalau cemberut terus aku gak kasih jatah"ujar Nayla tersenyum.


"Baiklah kalau gitu"ujar Alvi santai,tapi dengan masih cemberut.


Cup


Akhirnya mereka pun selesai,dan mereka segera keluar dari dalam kamar nya.


Flashback off


Mengingat itu, membuat Nayla tersenyum-senyum sendiri,karna ia merasa lucu dan gemas di saat bersamaan,jika melihat suami nya merajuk.


"Ken,ayo berangkat"ujar Alvi datar,dan langsung pergi mendahului Kenan,bahkan ia sampai tak pamit pada mama nya.


Kenan yang mendengar itu,seketika di buat merinding,karna yang pasti akan ada banyak pekerjaan dan juga akan kena semprot oleh atasan nya.Terlihat sekali jika mood atasan sekaligus sepupu nya sedang tidak baik.


"Baiklah, Tan,kakak ipar aku pergi dulu,sebelum singa jantan mengamuk"ujar Kenan,membuat seseorang yang mendengar nya berteriak.


"Kenan"teriak Alvi,dengan segera Kenan berlari menyusul Alvi.


"Kenapa lo itu lama sekali,hah?"kesal Alvi.


"Kan gue pamit dulu sama Tante dan Kakak ipar"bela Kenan.


"Terserah"ujar Alvi kesal.


Sedangkan Kenan hanya menghela nafas berat.Kalau sudah begini,habislah gue,bahkan seisi kantor akan kena semprot juga,batin Kenan.


Di tempat lain,tepatnya di sebuah rumah,terlihat seorang pria dan waniat sedang asyik bercumbu di sebuah kamar.

__ADS_1


Mereka begitu santai,bahkan seakan dunia milik mereka.


Tanpa mereka sadari,empat pasang mata melihat kegiatan mereka.


Bahkan salah satu dari mereka meneteskan air mata nya.


"Kenapa dia begitu tega pah,padahal mama sudah sayang banget sama dia"ujar wanita paru baya,dengan memeluk suami nya.


"Maaf kan kesalahan putri saya nyonya, tuan,saya sebagai orang tua sudah gagal mendidik putri saya sendiri,bahkan saya tak menyangka,jika putri saya ternyata begitu buruk sifat nya"ujar pria paru baya sedih,tanpa terasa air mata nya menetes.


"Nak,ayah tidak akan melarang kamu untuk melakukan apa pun,karna ayah sadar,jika ini semua karna kesalahan putri ayah.Sekali lagi maafkan ayah"timpal nya lagi,menatap pria muda di sana.


Tanpa basa-basi,pria paru baya itu membuka pintu dengan kasar.


Mendengar suara pintu di buka kasar,membuat dua orang di dalam nya terkejut,bahkan mereka dengan segera menutup badan mereka yang tak memakai sehelai benang pun.


"A,,ayah"ujar nya gugup.


Plak


Plak


"Dasar anak tak tau diri,ayah malu mempunyai putri seperti mu,bahkan jika ibu mu masih ada,pasti ia akan lebih kecewa melihat putri nya bertingkah seperti ini"teriak pria paru baya itu emosi.


"Ayah,ini tak seperti yang ayah kita,aku..."


"Aku apa hah?.Baiklah mulai sekarang jangan panggil aku ayah lagi,karna saya tidak memiliki putri seperti ini"marah nya dan berlalu pergi dari sana,namun sebelum itu,ia melihat sebentar ke pria yang menjadi teman tidur putri nya.


Mendengar itu,ia merasakan bagai di sambar petir di siang bolong,bahkan ia meneteskan air mata nya.


"Ayah,ayah jangan pergi"teriak nya namun yang di panggil tak menoleh sedikit pun.


Tanpa di duga,sebuah tamparan kembali mendarat di pipi nya,yang sudah memerah.


Plak


"Saya menyesal karna sudah merestui pernikahan ini,dan saya pun merasa lega,karna putra saya sudah lepas dari wanita menjijikan seperti diri mu"ujar wanita paru baya sinis.


Sedangkan yang di tampar baru sadar,kalau di sana masih ada orang,membuat nya terkejut.


"Ma,,mama"panggil nya gemetar.


"Jangan panggil mama,karna saya tak Sudi mempunyai menantu seperti mu"sinis nya dan pergi dari sana.


"Mas"panggil nya lemah.


"Aku sudah mengurus surat perceraian kita,sebaiknya kau secepat nya menandatangi nya,karna aku sudah tak mau berhubungan dengan mu lagi"ujar pria muda dan pergi dari sana.


"Mas,,mas Arief aku mohon jangan ceraikan aku,,mas"teriak nya berlari menyusul Arief.


Ya,keluarga Arief dan juga ayah dari Vita memergoki nya di sana.

__ADS_1


Karna mereka tak percaya dengan pengakuan Arief,hingga akhirnya,Arief pun membawa mereka ke rumah itu,dan sekarang terbukti,dan itu menyisakan rasa kecewa yang sangat besar,terutama bagi sang ayah yang melihat langsung kejadian itu.


__ADS_2