
"dia kan cewe yang dulu dekat ama si Alvi"ucap bara yakin.
"siapa?"tanya Rafa.
"itu yang pake baju biru"ucap bara membuat semua orang berteriak.
"apa?"teriak mereka.
"yakin Lo?"tanya Toni,sedangkan Kenan hanya terdiam seperti sedang berpikir.
"iya gue yakin"jawab bara.
"pantas saja,gue kaya pernah ngeliat,tau nya"ucap Kenan tersenyum.
Mereka bertiga melihat ke arah Kenan dengan tatapan bingung.
"kenapa lo?"tanya bara.
"sekarang gue tau,kenapa tu anak dari padi uring uringan Mulu,ternyata ternyata,,ck,,ck"ucap Kenan menggelengkan kepala nya.
"bentar dech,kalo gak salah itu kan cewe yang dulu selalu tu anak antar jemput,bahkan dia rela gak nongkrong Ama kita"ucap Rafa,dan di angguki oleh semua.
Sedangkan di tempat Nayla dan sahabat nya,mereka sedang memesan minuman.
Namun,Alvi datang membuat mereka terdiam,terutama Tia dan Amel.
Berbeda dengan Friska dan Nayla,ke dua gadis itu mendengus kesal.
"hai,boleh gabung gak?"tanya Alvi sok manis.
"gak,,,boleh"jawab mereka kompak.
"apaan si lo,main boleh boleh aja"gerutu Nayla,dan di angguki oleh Friska.
"ngapain si kak,ganggu aja dech"ketus Friska.
Tanpa di persilahkan duduk,Alvi sudah duduk terlebih dahulu di samping Nayla.
Ia terus saja melihat Nayla dengan tatapan tak berkedip.
"cantik"gumam Alvi masih di dengar mereka semua.
Friska dan Nayla menatap Alvi jengah,sedangkan ke dua sahabat nya tersenyum senyum,mereka merasa malu meski kata itu bukan untuk mereka.
Mereka berempat mulai tak menghiraukan keberadaan Alvi,mereka seolah menganggap Alvi hanya patung.
Alvi yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum dan pandangan dengan fokus menatap Nayla penuh cinta.
"mbak!"panggil Friska pada pelayan.
"ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayans itu ramah.
"bisa panggilkan pemilik cafe ini?"tanya Friska dengan ramah juga,melihat pelayan itu hanya diam.
"bilang saja sahabat nya sudah menunggu "ucap Nayla dengan tersenyum,pelayan itu pun mengangguk dan pergi.
Sedangkan Alvi yang melihat senyuman Nayla membuat jantung nya berdetak lebih cepat.
"ya tuhan,bolehkah aku bawa ke rumah?"ucap Alvi,sontak saja pertanyaan itu membuat empat wanita itu melihat ke arah Alvi,Alvi yang di tatap begitu seolah tak peduli,karna fokus nya hanya pada Nayla.
__ADS_1
Tak jauh dari meja mereka,empat pria di sana hanya tertawa senang,melihat sahabat satu nya itu di cuekkin,apa lagi untuk pertama kali nya,seorang tuan muda dari keluarga Pradipta di kacangin oleh seorang wanita,sungguh kejadian langka.
"gue rasa tuh pelet nya udah berkurang dech"ucap Kenan tertawa.
"ho'oh,lihat aja bisa bisa nya tuan muda itu tak di pedulikan oleh seorang cewe"timpal Toni.
"tapi gue salut Ama dia,dia siap berjuang lagi dari nol,meski selalu di cuekin bahkan tak di peduliin,ia tetap mengejar cewe tu"ucap bara di angguki oleh semua.
Dan tiba tiba saja suasana menjadi hening,sampai Rafa bertanya masalah serius.
"terus lo?"tanya Rafa.
Pertanyaan meluncur begitu saja,membuat mereka penasaran dan menatap ke arah bara.
"gue udah berusaha,bahkan gue sampai bela belain nyusul dia ke luar negri,tapi yang gue dapet di lagi bermesraan dengan cowo lain."ucap bara sendu.
"gila tu cewe,lagian lo juga, gue kan pernah bilang tu cewe bukan cewe baik baik,tapi Lo aja yang bandel,liat kan sekarang lo sangat menyedihkan"ucap Kenan emosi.
"maklum lah bro,dia kan bucin"timpal Toni.
"abis kesel gue,dia itu susah di bilangin,gue udah suruh dia buat mantau tu cewe,tapi dia malah nolak,ya jadi gini,jadi duda di usia pernikahan yang baru tiga bulan."sindir Kenan pedas membuat bara terdiam.
"dan gue juga yakin,lo belum pernah tidurin tu cewe"celetuk Kenan membuat mereka menatap ke arah Kenan,bara menatap Kenan dengan pandangan tak percaya nya.
"bener kan gue"ucap Kenan dengan yakin nya.
Rafa dan Toni melihat ke arah bara,dan mereka pun yakin kalau itu memang benar.
"dari mana Lo tau?"tanya Rafa.
"lo mata matain duda ini ya?"timpal Toni membuat nya mendapat toyoran di kepala.
"emang benar ya bar?"tanya Rafa dan Toni kompak.
Mendengar pertanyaan itu membuat bara menganggukan kepala nya pelan.
"nah kan,tebakan gue bener"ucap Kenan dengan bangga nya.
"wihh,duda perjaka donk nih"celetuk Toni dengan wajah tengil nya.
Di tempat yang sama di meja yang berbeda,terlihat seorang wanita cantik datang menghampiri mereka.
"hai gaes,sorry lama,habis nya kerjaan gue banyak banget"teriak nya heboh,bahkan seisi tamu di sana melihat ke arah meja mereka.
"iya lah,wanita karier"ucap Nayla santai.
"sorry ya,gue waktu itu gak Dateng ke acara pernikahan Lo,mana suami Lo,ini suami lo,Daebak ganteng banget,gue juga mau kalo di jodohin cowo nya ganteng begini,kagak nolak deh gue"cerocos nya.
Plak
"sembarangan aja Lo,bilang dia suami gue,dia tu atasan gue di kantor"ucap Nayla kesal membuat nya memukul tangan teman nya itu keras.
"aduh,jangan pukul pukul donk..Gue kan gak tau"ucap nya kesal,dan kemudian berbalik ke.arah Alvi dan menyodorkan tangan nya.
"Renata"ucap Renata lembut.
"Alvian"jawab Alvian cuek,bahkan ukuran tangan Renata tak di gubris nya,ia tetap saja menatap Nayla,bahkan tak memalingkan sedikit saja pandangan nya.
"hahaha,anj*r seorang Renata Prayoga,di cuekin oleh seorang cowo"celetuk Tia sambil tertawa.
__ADS_1
"hahaha"tawa mereka meledak saat melihat wajah Renata di tekuk.
Tawa mereka sampai ke meja para pria,membuat ke empat nya berdiri dan menghampiri meja para wanita.
Mereka berempat jalan dengan santai nya,dan menyapa mereka.
"boleh gabung?"tanya Kenan lembut.
Para wanita mendengar itu mengalihkan tatapan nya,seketika mereka semua terpana melihat ke tampanan mereka.
"gila tampan banget"batin mereka semua kecuali Nayla,yang cuek.
"boleh"jawab mereka serempak.
Kebetulan tempat mereka duduki memakai sofa jadi sangat luas,cukup untuk dua belas orang.
Tak lama lama mereka pun duduk,di antara para wanita di sana,terlihat mereka seperti pasangan kekasih.
"ngapain lo semua pada kesini,ganggu aja tau gak"dengus Alvi pada teman teman nya.
"yeh,kenapa lo,mereka aja gak keberatan"ucap Kenan santai.
Ke tiga wanita di sana,Amel,Tia dan Renata terus saja memandangi para pria di sana,mereka di buat deg deg an dengan posisi begini.
Sedangkan Friska sedari tadi menunduk,entah kenapa ia seperti sedang malu,tapi entah karna apa.
"hei fris,lama gak ketemu"sapa bara sambil tersenyum.
"ba,,baik kak"jawab Friska gugup.
"ya ampun Friska,makin cantik saja"goda Toni dengan tersenyum genit.
Plak
"jangan coba coba goda adik gue"kesal Alvi sambil menggeplak kepala Toni.
"anj*r gue kan cuma nyapa doank"bela Toni.
"berisik lo"kesal Alvi.
Dengan terpaksa Friska mengangkat pandangan nya,ia memperkenalkan teman teman nya pada teman teman kakak nya.
Setelah selesai sesi perkenalan,bara tersenyum ke arah Nayla.
"hai nayla,lo masih inget kita kita?"tanya bara penasaran,soal nya Nayla terlihat tak mengenal mereka semua.
Mendengar pertanyaan itu,Nayla melihat ke arah mereka semua,kemudian menggeleng dengan pelan.
Alvi yang mengetahui itu,mengusap punggung Nayla sayang.
"pelan pelan,nanti juga pasti inget"tutur nya lembu,membuat Nayla tersenyum,namun sahabat nya melihat itu terlihat senang.
"akhir nya,gue bisa lagi liat senyum manis Lo lagi,udah lama banget gue gak liat Lo senyum kayak gitu"celetuk Tia senang.
"gue juga seneng,se enggak nya lo gak terpuruk karna kejadian itu"ungkap Renata senang.
"makasih nya,karna udah nemenin gue selama ini"ucap Nayla dengan sendu tak lupa mata yang berkaca-kaca.
Semua sahabat Alvi tak mengerti,sehingga mereka melirik ke arah Alvi,namu. Alvi hanya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1