
Setelah keluar dari kamar Alvi,papa Adi dan mama Riska kembali ke ruang tengah.
Mereka berbincang tentang acara besok.
Sedangkan Kenan,ia sudah kembali lagi ke kantor,karna ada meeting penting.
"Ternyata jodoh gak kemana,ya kan pa?"ucap mama Riska dan bertanya.
"Hm,dengan begini rumah tangga mereka akan langgeng"ucap papa Adi tersenyum.
"Amien"jawab mama Riska.
"Mama gak nyangka ternyata harapan papa waktu itu jadi kenyataan"ucap mama Riska bahagia.
Flashback on.
Di sebuah rumah sakit mewah,terdapat beberapa orang yang menunggu di depan ruang bersalin.
Terlihat sepasang pria dan wanita menunggu di sana dengan cemas,sambil menggendong putra mereka yang tertidur,yang baru berusia dua tahun.
"Pa,apa Nita akan baik baik saja?"tanya Riska cemas.
"Tentu saja,ia pasti baik baik saja,kau jangan lupa kalau suami nya selalu siaga"ucap Adi dengan tenang,padahal sebenar nya ia sendiri pun merasa cemas.
"Semoga saja"ucap Riska tersenyum,sambil mengusap lembut kepala putra nya.
Tak berapa lama terdengar suara tangis bayi,mereka mendengar itu pun tersenyum.
Namun mereka belum merasa lega,sebelum mendengar keadaan ibu nya.
Ceklek
Pintu terbuka,keluar lah pria muda tampan dengan mata elang nya.
Adi pun segera berdiri dan menyambut pria tersebut.
"Selamat atas kelahiran putri kalian,kami senang mendengar nya."ucap Adi sambil memeluk pria itu hangat.
"Terima kasih,kalian sudah bersedia menemani ku di sini"ucap pria itu sendu,bahkan mata nya berkaca kaca.
"Jangan bilang begitu,aku sudah menganggap kau saudara bagiku"ucap Adi serius dan di angguki oleh istri nya Riska.
"Iya benar itu"ucap Riska sambil tersenyum.
"Sekali lagi terima kasih,tanpa kalian mungkin aku"ucapan nya terpotong karna ia tak sanggup melanjutkan ucapan nya.
"Sudahlah,jangan bersedih,seharusnya kau bahagia karna hari ini putri yang kalian tunggu tunggu sudah lahir dengan selamat"ucap Adi sambil menepuk pundak nya.
"Ya kau benar seharusnya aku bahagia akan ini"ucap nya terharu.
"O iya,gimana keadaan Nita?"tanya Riska tak sabaran.
"Baik,bahkan sangat baik,persalinan nya lancar tanpa gangguan"ucap pria itu tersenyum.
"Alhamdulillah"ucap Adi dan Riska serempak.
Baru saja mereka akan melanjutkan obrolan nya,dokter keluar dan menghampiri mereka.
"tuan Darma,istri anda sudah selesai di bersihkan,dan sekarang akan di pindahkan ke ruang perawatan"ucap dokter sopan.
__ADS_1
"Terima kasih dok"ucap Darma sopan.
Tak lama kini mereka sudah berada di ruangan VIP,mereka sudah berkumpul di sana,termasuk sahabat mereka satu lagi dokter Bram.
"Wah,cantik banget putri mu Dar."puji dokter Bram sambil menoel noel pipi bayi perempuan tersebut.
"Tentu saja ayah nya juga tampan"ucap Darma dengan pede nya.
"Nyesel aku"ucap dokter Bram sambil berjalan ke arah Adi.
"Cihh,dasar somplak"ucap Darma dengan senyum sinis.
"Bilang saja kau iri Bram,karna aku sudah menemukan menantu ku"timpal papa Adi sinis.
"Bilang apa kau,siapa yang menantu mu,anak aja baru keluar udah bilang menantu segala"cebik dokter Bram.
Sedangkan Darma tak menyahut ucapan mereka,ia hanya duduk di samping istri nya yang sedang melihat ke arah putri nya.
"Cantik"ucap Darma tersenyum.
Sedangkan Nita hanya tersenyum sambil memegang tangan suami nya.
Sedangkan kedua pria tersebut sedang berdebat.
"Siapa yang calon menantu mu,ngaku ngaku aja kau"ucap dokter Bram.
"Siapa lagi,tentu saja bayi cantik yang sedang tertidur itu"ucap Adi yakin.
"Mana bisa begitu,bayi cantik itu harus jadi menantu ku,enak saja kau main ngaku ngaku segala."ucap dokter Bram tak terima.
"Kenapa tidak,karna semenjak dari kandungan,bayi itu sudah aku cap sebagai menantu ku"ucap Adi tak mau kalah.
"Gak bisa gimana,ini bukti nya bisa"ucap Adi semakin membuat dokter Bram geram.
"Pokok nya gak bisa"ucap dokter Bram dengan suara keras,membuat bayi cantik itu terganggu.
Semua orang yang di sana melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam.
Seketika kedua pria itu pun menjadi ciut.
"Maaf"ucap mereka serempak.
"Kalian itu kenapa berisik sekali,apa kalian ingin di pecat jadi suami"ucap istri ke dua pria tersebut.
Seketika mereka menghampiri para istri mereka dan siap mengeluarkan rayuan nya.
Sedangkan sepasang suami istri yang baru menjadi orang tua itu hanya menggelengkan kepala nya.
"Sudah kebiasaan mereka"ucap mereka berdua.
Mereka hanya bisa menonton dengan apa yang sedang dua pasangan suami istri tersebut.
Sampai akhir nya Adi berbicara.
"Siapa nama calon menantu ku?"tanya Adi dengan serius.
"Nayla Kartika"jawab Darma dengan tersenyum.
"Nama yang cantik"ucap Riska menimpali.
__ADS_1
"Selamat datang putri ku"ucap Adi senang.
Ia pun tanpa meminta izin memangku Nayla bayi.
Darma melihat itu merasa takut,takut putri nya kenapa napa.
Namun Nita menggelengkan kepala nya.
"Oh putri cantik ku,jika sudah besar kau akan menjadi menantu ku"ucap Adi tegas.
"Kaya dia mau aja"ketus dokter Bram.
"Kenapa tidak,karna aku,kau dan Darma sudah sepakat untuk itu,jika di antara kita bertiga siapa yang melahirkan anak dahulu dan laki laki,maka siapa pun itu yang melahirkan anak perempuan,maka anak perempuan itu sudah menjadi milik anak yang pertama lahir."jelas Adi membuat dokter Bram mendengus kesal.
"Menyesal aku"gerutu nya.
Darma dan Adi hanya tertawa menanggapi itu.
"Sudahlah terima saja ini, salah siapa anak mu lahir setelah anak ku"ledek Adi dengan tertawa puas.
Flashback off.
"Ma,lagi bayangin apa sih,kok senyum senyum gitu?"tanya papa Adi penasaran.
"Gak kok pa,cuma inget dulu aja"ucap mama Riska membuat papa Adi tersenyum.
"Iya,meski merasa gak percaya,tapi ternyata memang mereka sudah jodoh dari bayi"ucap papa Adi tersenyum.
"Iya"ucap mama Riska tersenyum.
Setelah itu pun mereka masuk ke kamar mereka untuk beristirahat.
Sedangkan di rumah sakit,Nayla sudah di perbolehkan pulang.
Ia pun merasa senang,karna bisa menghirup udara bebas,tanpa harus mencium bau obat obatan.
"Bun,untuk besok tolong cari tukang rias untuk putri kita,ayah gak mau putri ayah terlihat pucat"perintah ayah pada bunda.
"Tentu saja,bahkan bunda akan memanggil tukang rias yang terkenal di kota ini"ucap bunda antusias.
"Ayah percaya"ucap ayah sambil memandang bunda genit.
Melihat itu bunda hanya memutar bola mata nya malas.
Dan selama perjalanan,Nayla hanya diam dan senyum senyum sendiri.
Adnan yang duduk di samping nya pun,seketika timbul ide jahil nya.
"Yah,apa besok kita gak sekalian aja langsung di nikahkan?"tanya Adnan dengan serius.
"Boleh saja,justru lebih cepat lebih baik"ucap ayah serius,karna ia sudah di beri kode oleh Adnan.
"Wihh,kayak nya udah ada yang gak sabar nih"ucap Adnan melihat ke arah Nayla dengan senyum jahil nya.
Sedangkan Nayla merasa malu mendengar ucapan Adnan.
Bunda yang melihat putri nya malu pun malah semakin menggoda Nayla.
"Hmm,bunda setuju aja yah,bunda udah pengen cepet-cepet gendong cucu"ucap bunda semakin membuat Nayla malu.
__ADS_1