Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Sedangkan keluarga Alvian tak mengetahui kalau mereka di ikuti.Bahkan mereka dengan santai nya bercanda dan mengobrol.


Saat mereka tengah memilih menu makanan,seseorang menghampiri meja mereka,dan menyambutnya.


"Assalamualaikum jeng."salam orang tersebut ramah.


Mendengar seseorang menyapa mereka,mereka pun mengalihkan perhatian nya pada suara tersebut.


"Eeh,jeng Ratna, wa'alaikumsalam"jawab bunda tak kalah ramah.


"Tante"panggil Nayla lembut.


""Nak Nayla,gimana kabar kamu nak?"tanya jeng Ratna lembut,bahkan senyum terus tersungging di bibirnya.


"Alhamdullilah sehat,Tante"jawab Nayla sopan.


"Kok Tante sih,panggil mama"ujar nya sedikit memaksa.


"Tapi.."ucapan Nayla terpotong karna jeng Ratna sudah memeluk nya.


"Panggil mama,meski kamu tak jadi menantu mama,tapi mama berharap,kamu akan tetap memanggil mama seperti itu"bisik nya dengan suara bergetar,dan melepaskan pelukan nya.


"Maaf ma"ujar Nayla pelan.


"Gak,kamu gak salah,justru mama yang harus nya minta maaf sama kamu,karna putra mama,kamu harus di permalukan di depan banyak orang"ujar jeng Ratna sendu.


"Mungkin ini sudah jalan nya,tapi sekarang, aku sudah mendapatkan kebahagian yang berlipat-lipat"ujar Nayla tersenyum.


"Syukurlah,mama senang dengernya"ucap jeng Ratna tersenyum.


"Oh ya,perkenalkan ma,ini keluarga baru Nay"ujar Nayla mengalihkan perhatian jeng Ratna ke sekeliling nya.


"Ini,papa Adi,dan mama Riska,mereka berdua mertua Nay,dan pria di samping Nay ini,adalah suami Nay"ujar Nayla memperkenalkan mereka semua.


"Salam kenal"ucap jeng Ratna tersenyum ramah,dan di balas senyuman oleh mama Riska,berbeda dengan papa Adi dan Alvi,mereka hanya cuek dan berwajah datar.


"Salam kenal juga jeng,semoga ke depan nya kita bisa menjadi teman"ujar mama Riska ramah.


"Terima kasih"balas jeng Ratna tersenyum.


"Sayang,ayo duduk,kasian kamu pasti capek berdiri terus,kasian juga anak kita pasti pegal di dalam sini"ucap Alvi,sontak saja,ucapan itu membuat jeng Ratna menatap ke arah Nayla dengan wajah terkejut.


"Kamu hamil?"tanya jeng Ratna dengan wajah kaget dan senang.


"Iya ma,dan baru menginjak usia

__ADS_1


dua bulan"jawab Nayla berbinar.


"Alhamdullilah,selamat ya nak,semoga sehat sampai lahiran nanti."do'a tulus dari jeng Ratna,tak lupa ia menyentuh perut Nayla lembut.


"Amieen"di jawab serentak oleh mereka,mendengar itu,jeng Ratna merasa bahagia,karna keluarga suami Nayla begitu sangat menyayangi Nayla.


"Baiklah,kalau begitu mama pergi dulu,dan jeng Riska,jeng Nita saya pamit"pamit jeng Ratna dan pergi dari sana.


Setelah kepergian jeng Ratna,mama Riska penasaran tentang siapa itu,dan bunda pun menceritakan semua nya,membuat mama Riska paham,bahkan papa Adi pun ikut menganggukan kepala nya.


Melihat itu ayah bertanyq"Hey Adi,memang kau paham?"tanya ayah ketus.


"Tentu saja"jawab papa Adi santai.


"Ku kira kau tak kepo dengan urusan wanita,ternyata kau sama seperti ibu-ibu rempong"celetuk ayah membuat papa Adi melempar tisu ke arah ayah.


"Sembarangan kau,kayak kau gak saja"balas papa Adi sinis.


"Dih,tentu saja aku tidak"jawab ayah bangga.


Sedangkan mereka semua hanya cuek melihat perdebatan itu.Bahkan mereka sampai lupa belum memesan makanan mereka,bahkan pelayan sudah berdiri di sana sudah cukup lama.


"Maaf tuan-tuan,nyonya-nyonya,anda mau pesan apa?"tanya pelayan itu seketika mereka semua tersadar.


"Dan ya,jangan lupa teh tawar hangat nya dan juga air mineral"sambung Alvi santai.


Kemudian di susul oleh para orang tua,memesan seblak sesuai selera mereka.


Setelah pelayan pergi,mereka kembali berbincang santai,tanpa mereka ketahui bahaya mengincar mereka.


Sedangkan seseorang yang sedari tadi,mengikuti mereka segera keluar dari mobil nya,dan masuk ke sana menggunakan masker dan topi.


Terlihat orang tersebut berbicara pada pelayan dan memberikan sesuatu kepada pelayan tersebut.


Setelah berbicara kepada pelayan tersebut, ia segera pergi dari sana dengan santai.


Di tempat lain,sepasang suami istri paru baya,tengah berpelukan dengan sang istri yang sedang menangis di pelukan suaminya.


"Sudah ma,mungkin dia bukan jodoh putra kita,dan seharusnya mama senang,karna dia yang sudah kita anggap sebagai putri kita sudah bahagia dengan keluarga barunya"ujar sang suami menenangkan istri nya.


Mendengar itu sang istri pun melepaskan pelukan nya dan melihat wajah suaminya.


"Kamu benar pa,sekarang aku senang,karna putri kita sudah bahagia,bahkan keluarga suaminya begitu menyayangi nya"ujar si istri senang.


Mereka adalah orang tua dari Arief,dan tadi yang bertemu dengan keluarga Nayla adalah ibunya Arief.

__ADS_1


"Dan kamu tau pa,mereka dari keluarga Pradipta"ujar mama Ratna tersenyum.


"Syukurlah,dengan begitu perasaan bersalah kita sedikit nya sudah berkurang"jawab suaminya lega.


Si kedai sederhana ini lah keluarga nayla masih berada,bahkan pesanan mereka sudah siap beberapa menit yang lalu.


Saat mereka tengah menikmati makanan tersebut,terdengar ringisan kecil dari bibir Nayla.


Alvi yang mendengar itu,menoleh ke arah istri,dan ia terkejut melihat istrinya sudah berwajah pucat.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Alvi panik membuat semua orang yang ada di snaa melihat ke arah mereka,termasuk para orang tua,mereka segera menghampiri Nayla.


"Nak,kamu kenapa?"tanya papa Adi panik.


"Sa,,kit"rintih nya sambil memegang perutnya.


Mendengar itu semua orang panik,bahkan tanpa ba-bi-bu Alvi segera menggendong Nayla dan akan membawa nya ke rumah sakit.


Mereka semua segera masuk ke dalam mobil dengan papa Adi sebagai supir nya,sedangkan ayah duduk di samping papa Adi dan para ibu sudah menangis sedari tadi.


"Pa,ayo cepat,istriku sudah kesakitan,kenapa lambat sekali,kalau tidak bisa menyetir lebih baik turun dan gantian dengan ayah"bentak Alvi tanpa sadar karna terlalu panik.


Mereka semua paham dengan itu,jadi mereka tak mempermasalahkan nya.


"Sa,,kit"rintih Nayla dengan suara pelan persis seperti berbisik.


"Iya sayang,tahan ya,kita sebentar lagi sampai"ujar Alvi dengan air mata menetes.


"A,,ku,su,,dah,ti,,dak,,kuat"ujar Nayla dengan suara lemah.


"Gak kamu harus bertahan,kamu harus kuat demi aku,hiks."ujar Alvi menangis.


Namun,Nayla tak merespon,ia sudah memejamkan matanya.


Melihat itu Alvi semakin menangis kencang,bahkan ayah juga sempat meneteskan air mata nya.


"Sayang bangun.Pa, cepat,kenapa lama sekali"ujar Alvi dengan suara keras,bahkan papa pun di buat panik ketika melihat menantu nya tak sadarkan diri.


Tak lama mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Pradipta.


Ayah segera turun dan memanggil beberapa suster untuk membawa brankar.


Namun sebelum itu,Alvi sudah menggendong Nayla dengan setengah berlari,ia tak memperdulikan menampilkan nya yang acak-acakan,bahkan air mata nya masih keluar dari mata nya.


"Bertahanlah sayang,aku mohon,jangan pernah tinggalkan aku."batin Alvi.

__ADS_1


__ADS_2