Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Bertemu Ayah 1


__ADS_3

Berbeda dengan keluarga Nayla dan teman-temannya nya,yang sedang menuju ke suatu tempat.


Di sebuah rumah mewah,terlihat seorang pria tua,menatap ke arah taman di atas balkon nya.


Ia menghela nafas berat,sudah beberapa hari ini,ia tak mendengar kabar tentang anak dan cucu-cucunya.


Ia berharap di akhir hidup nya ia bisa bertemu dengan keluarga anak nya.


Sampai ketukan pintu membuat ia segera berjalan cepat ke arah ranjang.


"Tuan besar,boleh saya masuk?"tanya asisten kepercayaan nya.


"Masuklah"jawab tuan Baskoro pelan.


"Tuan,saya ada informasi penting tentang keluarga putra anda"ujar asisten kepercayaan nya itu.


Mendengar itu,tuan Baskoro sangat antusias.


"Cepat katakan,Ndi"ujar tuan Baskoro bersemangat.


Melihat itu sang asisten tersenyum,ia senang bisa melihat wajah senang majikan nya.


"Jika tuan mendengar ini,pasti tuan akan semakin bahagia,karna keinginan tuan terwujud"ujar asisten yang bernama Andi itu dengan tersenyum.


"Kau itu lama,cepat katakan sebelum ada yang mendengar nya."ujar tuan Baskoro tak sabar.


"Sabar tuan,tapi seperti nya ini tak kan keburu,karna mereka sedang dalam perjalanan kesini"ujar Andi tersenyum.


Saat tuan Baskoro akan menimpali perkataan Andi,seseorang mengetuk pintu.Ternyata kepala pelayan yang mengetuk.


"Tuan,boleh saya masuk"ujar pelayan itu sopan.


Mendengar itu tuan Baskoro dengan cepat membenarkan tidur nya,di bantu oleh Andi,mereka berdua panik,karna takut rahasia mereka terbongkar.


Setelah selesai Andi segera menyuruh nya masuk.


Masuklah kepala pelayan tersebut,dengan membawa sebuah nampan,berisi air putih dan obat di dalam toples kecil.


Tuan Baskoro melihat itu sudah muak,kalau saja bukan untuk menjebak nya,ia tak akan susah-susah untuk pura-pura lumpuh seperti ini.


Ya,selama lima tahun ini,tuan baskoro sengaja berpura-pura lumpuh,untuk membongkar semua kebusukan para pelayan di rumah nya.


Bahkan ia dengan tega mengusir putra semata wayang nya,dan tak pernah menemui nya,hanya untuk melindungi putra nya tersebut.


Namun setiap hari nya akan ada seseorang yang selalu mengawasi keluarga putra nya,tanpa sepengetahuan siapa pun,kecuali asisten nya Andi.


Setiap hari ia harus menahan rindu kepada putra nya,bahkan waktu sudah berlalu dan itu sudah 25 tahun berlalu.


Ia sudah menahan rindu itu selama ini,dan ia berharap di akhir hidup nya,ia bisa bertemu dengan putra nya,walau hanya sebentar saja.


Sampai akhir nya pelayan itu menyerah kan sebutir obat dan minum nya,ia di bantu oleh asisten Andi,karna tak ingin pelayan tersebut curiga.


Setelah selesai memberi obat,pelayan itu pergi,dan langsung saja tuan Baskoro membuang obat yang di simpan di bawah lidah nya.

__ADS_1


Namun tak lama setelah itu,seorang pelayan mengetuk pintu,dan memberitahukan kalau ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan tuan nya.


"Mereka datang"ujar Andi antusias.


Di dalam perjalanan,Nayla menunjukan wajah senang nya,entah apa yang membuat nya terus tersenyum.


Alvi yang melihat itu hanya mengerutkan kening nya heran.


"Sayang,seperti nya kamu sedang bahagia?"tanya Alvi lembut,sambil mengusap kepala Nayla sayang.


"Tentu saja,karna aku akan bertemu dengan kakek"jawab Nayla tersenyum senang.


"Aku penasaran seperti apa orang nya, sampai-sampai istri ku ini begitu bahagia"ujar Alvi membuat Nayla tersenyum malu,dan menundukkan wajah nya.


Ia malu mendengar perkataan suami nya,iya suami nya,hehe mengucapkan itu membuat nya malu, sampai-sampai ia tak berani mengangkat kepala nya.


Melihat wajah malu istri nya membuat Alvi tersenyum.


Ya,istri nya,rasa nya seperti baru kemarin bertemu dengan status yang berbeda,namun sekarang status itu sudah berubah,membuat ia sangat bahagia,karna impian nya sudah tercapai,menikahi wanita yang mengisi hati nya.


Meski hubungan mereka terjalin lama,namun karna sebuah kondisi,membuat mereka terpisah sementara,bahkan sampai tak dapat berkomunikasi sampai tiga tahun lama nya.


Tak lama mereka sampai di tempat tujuan,membuat Nayla senang,berbeda dengan para orang tua mereka mengerutkan kening nya bagaimana bisa? batin mereka bertanya.


Seketika ayah menjadi gugup,dan bunda menyadari itu,bunda lalu menggenggam tangan ayah,dan tersenyum lembut.


Ayah melihat ke sekeliling nya,dan suasana nya masih sama,hanya saja terasa sunyi.


Mereka semua menghela nafas panjang,namun berbeda dengan para anak muda,mereka malah sibuk dengan kekaguman nya sendiri.


Mereka berjalan memasuki sebuah halaman luas yang di penuhi pepohonan.


Membuat Nayla menghirup nafas banyak-banyak...


"Akh,aku sudah lama sekali tidak pernah kesini,mungkin semenjak aku mengalami amnesia"gumam Nayla dengan tersenyum.


Alvi tak mengatakan apa pun,ia hanya mengamati keadaan di sekitar nya.


"Di,apa aku bisa bertemu dengan beliau?"tanya ayah pada papa Adi.


"Kenapa tidak,bukan nya kau ingin bertemu dengan beliau?"tanya balik papa Adi.


"Entahlah,aku merasa akan ada sesuatu yang menanti kita di sana"gumam ayah.


"Kalau begitu,kenapa diam saja,ayo masuk"ajak papa Adi mendahului mereka.


Ayah hanya menghela nafas berat,bunda mengerti kegelisahan ayah.


"Ayah,ayah harus tenang"ucap bunda menenangkan,sedangkan Adnan hanya menatap mereka.


Nayla yang sudah lebih dulu sampai,segera memencet bel yang di sana.


Dan tak lama,terdengar suara pintu di buka,Nayla terkejut siapa yang membuka kan pintu tersebut,namun ia segera menormalkan mimik wajah nya kembali.

__ADS_1


"Maaf,mencari siapa?"tanya orang itu sopan.


"Kami ingin bertemu dengan kakek Baskoro"ujar Nayla datar.


Orang itu melihat kebelakang Nayla,begitu banyak orang yang datang kesini,hingga ia mengerenyitkan kening nya,saat ia melihat seseorang yang di kenal nya,namun,karna tak terlalu jelas,jadi ia mengabaikan nya.


"Silahkan masuk"ujar pelayan itu sopan.


Akhirnya mereka semua pun masuk,kecuali para orang tua,mereka akan masuk jika yang muda sudah.


Mereka di persilahkan duduk di ruang tamu,Nayla duduk di samping Alvi,dan yang lain pun mengikuti.


"Bisa tolong panggilkan kakek sekarang?"ujar Nayla datar.


Mendengar ucapan Nayla yang datar,membuat teman-temannya nya heran,karna tak biasa nya Nayla bersikap seperti itu.


Namun mereka hanya diam,tak berani bertanya.


Orang itu pun pergi dan memanggil pelayan lain untuk memanggil majikan nya.


Tak berapa terlihat seorang pria paru baya mendorong sebuah kursi yang sudah di duduki oleh orang yang di kenal Nayla.


Seketika Nayla pun berteriak,dan berlari,dan hampir saja membuat rahasia dua orang itu terbongkar karna terkejut.


"Ya tuhan,gadis ini"gumam tuan Baskoro pelan,dan di balas kekehan oleh Andi.


Tuan Baskoro melihat kehadiran cucunya senang,bahkan ia sampai menitikkan air mata nya.


"Cucu ku"ujar tuan Baskoro tersenyum sambil menitikkan air mata nya.


"Kakek,Nay rindu"ujar Nayla senang,dengan mata berkaca-kaca.


"Kakek juga rindu padamu"ujar tuan Baskoro terharu.


Melihat itu Alvi menghampiri mereka,ia pun menyapa tuan Baskoro sambil tersenyum.


"Kek"ujar Alvi sambil menyalin tangan tua itu lembut.


Kakek yang tak tau itu siapa mengerenyitkan kening nya,Nayla mengerti tatapan itu,dan ia pun menjelaskan.


"Kenalkan kek,pria yang di samping ku ini,suami Nayla,Alvian Putra Pradipta"ujar Nayla bangga.


"Benarkah?,jadi kau anak dari anak nakal itu?"tanya tuan Baskoro membuat Alvi bingung.


"Hahaha,Adi Pradipta nama ayah mu kan?"tanya tuan Baskoro dan di angguki oleh Alvi.


Obrolan mereka teralihkan dengan suara langkah kaki yang mendekat.


Deg


"Ayah"


"Darma"ujar tuan Baskoro dan ayah berbarengan.

__ADS_1


__ADS_2