
Dua hari telah berlalu,hari ini tepat nya Nayla akan akan kembali masuk kerja.
Ia begitu semangat,namun ia juga merasa deg deg an dan gugup,tak biasa nya ia begini,entahlah mungkin hanya karna baru selesai dari cuti nya.
Nayla telah rapi dengan pakaian nya,bahkan entah kenapa hari ini ia ingin terlihat menarik,sampai sampai ia hampir mengeluarkan seluruh pakaian.
Tak lama ia keluar dari kamar nya dan menyapa kedua orang tua nya yang sudah berada di meja makan.
"Pagi ayah,bunda"sapa Nayla dengan semangat.
"Pagi putri cantik ayah"jawab ayah sedangkan bunda menatap penampilan Nayla dari atas sampai bawah.
"Seperti nya ada yang berbeda dengan penampilan kamu?"tanya bunda,membuat ayah pun langsung melihat penampilan Nayla,bahkan reaksi ayah pun sama ia merasa anak nya ini berbeda.
"Gak kok Bun,biasa aja"ucap Nayla meneliti kembali pakaian nya.
Tak lama Adnan datang dengan terburu buru,namun seketika mata nya menangkap penampilan kakak nya dari atas hingga bawah.
"Kak,ini benar kakak ku kan?"tanya Adnan dengan wajah polos nya.
"Kau pikir aku ini siapa?,kenapa sih,semua pada ngeliatin aku begitu,ada yang anen ya?"tanya Nayla,namun semua orang menggeleng dan berkata.
"Kamu,kakak sangat cantik"ucap mereka berbarengan.
Membuat Nayla merasa senang,karna usaha nya tak sia sia,bangun pagi saat masih gelap.
"Benarkah?"tanya Nayla lagi.
"iya"jawab mereka berbarengan.
Sebenarnya Nayla orang yang ceria dan ramah bahkan ia orang yang sangat lemah lembut,maka dari itu,orang tua Arief langsung menyukai nya saat pertama melihat nya.
"Bentar dulu deh kak,aku liat hari ini kakak begitu bahagia,apa ada sesuatu?"tanya Adnan penasaran,karna melihat kakak nya begitu cerah bahkan terlihat lebih bersemangat.
"Hhmm,entah lah,tapi sekarang kakak sedang merasa gugup,seperti akan ada sesuatu"jawab Nayla.
Adnan mendengar jawaban itu pun menganggukan kepala nya.
Sedangkan ayah dan bunda sibuk dengan urusan nya masing masing.
Akhirnya mereka pun duduk di kursi meja makan,namun saat akan menyuapkan makanan nya Adnan berteriak membuat ayah tersedak.
"Aakhh aku terlambat"teriak Adnan,dengan cepat ia minum dan menyalami semua orang,dan langsung melesat pergi.
"Adnan,sarapan nya belum.."teriak bunda namun tak di dengar Adnan.
Bunda dan ayah hanya menggelengkan kepala,sedangkan Nayla dengan santai nya meneruskan sarapan nya.
Beberapa menit kemudian,mereka selesai dengan sarapan nya,dan Nayla pun pamit pergi,ia pergi menggunakan mobil nya dan bergegas pergi ke kantor tempat nya bekerja.
Di tempat lain,tepat nya di kediaman Alvi,sama seperti di kediaman Nayla,mereka baru selesai menyelesaikan sarapan nya.
"Al,nanti sekertaris baru mu sudah mulai bekerja,ingat jangan terlalu keras pada nya,jangan sampai ia muak dengan sikap mu,kau tau dia sekertaris andalanku,kinerja nya sangat rapi dan cepat"ucap papa Adi serius.
__ADS_1
"Aku mengerti"jawab Alvi singkat.
"Kak,nanti aku nebeng ya,soal nya mobil ku lagi di bengkel"ucap Friska pada Alvi.
"Hmm"jawab Alvi dengan deheman.
"Ya udah,ayo berangkat"ajak Friska semangat.
Alvi melihat tingkah adik nya merasa heran,karna tak biasa nya ia begitu semangat.
"Kenapa semangat sekali,seperti mau bertemu pacar saja"ucap Alvi membuat Friska mengerucutkan bibir nya.
"Tentu saja,karna teman nya itu akan masuk kerja,dan kau tau siapa itu?"tanya papa Adi,di jawab gelengan oleh Alvi.
"Sekertaris mu"jawab papa Adi.
"Oh"jawab Alvi cuek.
"Baiklah ayo pergi,aku ingin lihat seperti apa dia"ucap Alvi,sambil beranjak pergi.
"Pa,ma aku pergi dulu,by"ucap Friska dan berlari menyusul kakak nya.
Keadaan di dalam mobil terasa hening,hingga akhir nya Friska bercerita.
"Kau tau kak,temen ku itu udah nikah,tapi,,di hari itu juga ia udah jadi janda lagi"ucap Friska dengan nada sedih.
Mendengar perkataan adiknya membuat Alvi melihat ke arah nya.
"Maksud mu?"tanya Alvi penasaran.
Alvi mendengar itu merasa sedih,lebih tepat nya hati nya merasa sakit,seperti ia yang mengalami itu.
Melihat kakak nya tak merespon cerita nya membuat ia mengalihkan pandangan nya pada si kakak,dan ia kaget melihat kakak nya memegang dada kiri nya.
"Ya ampun kak,ada apa?"teriak Friska membuat Alvi kaget dan mengerem mendadak.
"Apa sih fris,pake teriak segala?"tanya Alvi kesal.
"Kakak gak apa apa kan,atau ada yang sakit?"tanya Friska sambil meraba raba badan kakak nya.
"Apaan sih kamu,pake raba raba segala"ketus Alvi sambil menepis tangan Friska.
"Ish,kakak itu,aku khawatir tau,soal nya tadi kakak terus pegang dada nya,aku kan khawatir kalau kakak kenapa Napa"ucap Friska membuat Alvi terharu.
"Kakak gak apa apa,hanya saja..."Alvi tak dapat meneruskan ucapan nya,karna ia juga bingung kenapa.
Friska mengerutkan kening nya,merasa aneh dengan kakak nya,ia melihat intens ke arah kakak nya,hingga ia terbelalak melihat sesuatu.
Namun,keterkejutan nya buyar karna Alvi bersuara.
"Sudahlah,tidak apa apa,sekarang kita lanjut jalan lagi"ucap Alvi membuat Friska menganggukan kepala nya.
Namun,di kepala gadis itu terus memikirkan sesuatu,ada apa ini,apakah ini kebetulan,atau memang apa?.pikir Friska,dan sekali lagi ia melirik ke arah kakakk nya,ia merasa curiga.
__ADS_1
Di tengah keheningan,suara ponsel mengalihkan perhatian mereka,ternyata itu adalah ponsel milik Alvi,mendengar ponsel nya berbunyi,Alvi melihat si pemanggil,dan segera menerima nya.
"Bagaimana?"tanya Alvi to the point.
"..."
"Baiklah nanti aku periksa"jawab Alvi tanpa menunggu balasan di sebrang sana,ia langsung mematikan ponsel nya.
"Siapa?"tanya Friska penasaran,karna melihat perubahan wajah kakak nya yang tegang.
"Bukan siapa siapa"jawab Alvi santai.
Mendengar jawaban kakak nya,membuat Friska tak lagi bertanya,ia hanya diam dengan pemikiran saja.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di perusahan mereka,kedua turun dan di sambut oleh karyawan yang tak sengaja berpapasan di sana.
Mereka semua menyambut sopan,dan di balas anggukan oleh Alvi dengan wajah datar,berbeda dengan Friska,ia sedikit menipiskan senyum nya.
Saat mereka akan memasuki lift,Friska melihat Nayla baru saja masuk ke dalam perusahaan.
"Kak duluan aja,aku mau bareng sama sahabat ku"ucap Friska dan di balas anggukan oleh Alvi.
Sekilas Alvi melihat orang yang selama ini ia rindukan,namun segera ia tepis,karna tak mungkin orang itu ada di sini.
Tak ingin ambil pusing,ia segera masuk dan meninggalkan adik nya,karna ia sudah tak sabar ingin melihat hasil dari penyelidikan anak buah nya.
Sampai nya di depan ruangan nya,ia di sambut oleh asisten nya,sekaligus sepupu nya.
"Pagi tuan"sapanya profesional.
"Pagi"jawab Alvi datar.
Mereka masuk kedalam ruangan Alvi,dan mereka sedikit mengobrol.
"Kapan Lo sampai,kenapa gak ngabarin gue?"tanya Alvi santai.
"Ck,lo tu ya,gue udah neleponin lo ampe puluhan kali,bahkan udah gue chat lo,tapi gak ada tuh balasan dari lo"jawab nya ketus.
"Sorry,gue sibuk."jawab Alvi santai.
"Alasan"decak nya kesal.
"Oh ya Ken,hari ini sekertaris pengganti Tina mulai kerja,nanti kalau dia udah datang lo suruh langsung temuin gue"perintah Alvi dengan pandangan mencari berkas yang harus ia baca.
"Baik"ucap Kenan singkat.
"Silahkan,kamu boleh keluar"ucap Alvi dengan formal.
"Baiklah,kalau begitu saya permisi,tuan"pamit Kenan sopan,dan segera keluar dari ruangan itu.
Sepeninggalnya Kenan,Alvi segera membuka file yang sudah ia temukan,ia membaca setiap kata di sana,dan ia harus menahan kecewa,lebih tepat nya sakit di hati nya,karna orang yang ia cari ternyata sudah menikah beberapa hari yang lalu.
Mendapat informasi itu,seketika ia merasa mood nya hancur,bahkan ia tak membaca keseluruhan file itu.
__ADS_1
Ia terduduk di kursi dengan pandangan kosong,ia tak menyangka kepergian nnya selama ini sia sia,padahal ia sengaja pergi untuk bisa memantaskan diri nya untuk bisa bersanding dengan wanita pujaan nya itu.
"Kenapa kamu tak menunggu ku"gumam nya dengan suara lirih,tanpa terasa satu tetes cairan bening keluar dari sudut mata nya.