Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Pembicaraan membawa berkah


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain,sepasang suami istri sedang menikmati makan malam nya.


Ketika sedang makan malam,Nayla melihat suaminya terlihat cemberut,bahkan terlihat dari gerakan bibirnya jika ia sedang menggerutu.


"Kak,kenapa?"tanya Nayla heran.


"Huft,aku tuh kesel tau gak,makanan yang ku beli,semua nya sudah dingin"gerutu Alvi kesal,membuat Nayla menghela nafas.


"Kan bisa di panasin lagi"ujar Nayla lembut.


"Tapi kan gak enak,aku tuh mau nya yang dadakan gitu loh..Aakh kamu mah mana ngerti"ujar Alvi menyalahkan Nayla.


"Loh,bukan nya kamu yang mau makan baso nya dulu,kenapa jadi nyalahin aku"ujar Nayla tak terima,dan ia berbicara sedikit kesal.


Mendengar itu Alvi malah menunduk,bahkan mata nya berkaca-kaca.


Melihat itu Nayla menjadi tak tega untuk marah.Kemudian ia pun berdiri dan menghampiri Alvi untuk memeluk nya.


"Maaf,aku gak bermaksud bentak kamu"ujar Nayla lembut,sambil mengusap kepala Alvi lembut.


"Iya,gak apa-apa"ujar Alvi mencoba tersenyum paksa,dan berdiri hingga Nayla melepaskan pelukan nya,setelah terlepas Alvi pergi dari sana,dan masuk ke ruang kerja nya.


Melihat itu,Nayla tau,kalau suaminya tengah merajuk,dan sekarang tugas nya untuk membujuk suaminya.


"Nak,bantu mommy untuk membujuk Daddy mu.Dan lagi,kenapa kamu malah menimpakan ngidam nya ke Daddy mu,dan sekarang,mommy yang repot"ujar Nayla sambil mengusap perut rata nya,namun di akhir ia malah menggerutu.


Meski kesal,Nayla tetap menghampiri suaminya yang sedang melanjutkan makan nya,namun sebelum itu ia masuk ke kamar nya dulu.


Ia sengaja membawa cemilan ringan ke sana.Terlihat suaminya sedang fokus ke laptop nya,bahkan istri nya .asik pun ia tak menyadarinya.


Saking fokusnya,suaminya ini tak menyadari penampilan istri nya.


Karna kesal suaminya cuek saja,dengan sengaja ia duduk di pangkuan suaminya,dengan tangan yang melingkar ke leher Alvi.


Melihat itu Alvi terkejut,namun terdapat senyum tipis di bibirnya.Namun seketika pandangan nya terkunci,saat melihat penampilan istrinya.


"Kamu suka?"tanya Nayla manja.


Glek


Alvi hanya diam tak merespon,namun tangan nya tak diam begitu saja,tangan nya yang nakal itu sedang mengusap-usap punggung Nayla lembut dengan gerakan yang bikin Nayla merinding.


"Kamu menggoda ku sayang."bisik Alvi di telinga Nayla,mendengar bisikan itu membuat Nayla meremang.Tapi entah kenapa ia malah suka.


"Aku tidak menggoda mu,hanya saja aku ingin"ujar Nayla manja,dengan tangan meraba dada bidang Alvi,kemudian turun dan semakin turun,sampailah di tempat dimana,yang bisa membuat Nayla menjerit kecil.

__ADS_1


Terasa oleh Nayla,jika adik kecil suaminya sudah bereaksi.Menyadari itu,Nayla malah semakin ingin memainkannya.


"Aahh"Des*h Alvi ketika Nayla sengaja meremas nya lembut.


"Sa,,,yang"Des*h Alvi membuat Nayla semakin gencar saja.


"Hmm,apa kamu suka?"tanya Nayla lembut.


"Of course,sangat suka"jawab Alvi dengan suara berat nya.


Mendengar itu Nayla tersenyum senang,tanpa di duga,Nayla turun di pangkuan Alvi,kemudian berjongkok di bawah kursi yang di duduki Alvi.


Melihat itu Alvi tersenyum miring,ia ingin tau sampai mana istrinya ini bertindak.


Tak menunggu lama,terjadilah sesuatu di ruang kerja Alvi,membuat Alvi senang,karna malam ini istrinya begitu agresif,dan ia sangat suka.


Menjelang tengah malam,mereka baru selesai melakukan olahraga malam nya.


Karna sudah lelah,Nayla memejamkan mata nya.Namun Alvi segera bangun dan memakai pakaian nya,lalu menggendong Nayla menuju kamarnya.Karna ia takut istrinya itu akan sakit jika tidur di sana ,karna di ruangan itu tak ada ranjang,hanya ada sofa saja.


Keesokan harinya,mereka terbangun karna teriakan mama Riska dan Bunda.


"Ya ampun,aku kesiangan"ujar Nayla segera bangun dan berlari ke kamar mandi.


"Sayang,jangan lari"teriak Alvi karna spontan melihat istri nya berlari.


Alvi yang melihat itu hanya menghela nafas,namun dengan segera ia membuka pintu,karna sedari tadi tak berhenti di ketuk.


Siapa lagi pelaku nya,jika bukan mama dan mertua perempuan nya.


"Apaan sih ma,berisik deh,masih pagi gini"gerutu Alvi santai,tapi ia masih mau menyalami kedua wanita paru baya itu.


"Mana putri mama?"tanya mama Riska sambil mendongakkan kepala nya.


"Mandi"ketus Alvi masih berdiri di sana.


Sedangkan bunda yang melihat itu,hanya menggelengkan kepala nya,karna ia sudah biasa melihat itu.


"Aduh,mama apaan sih, celingak-celinguk dari tadi?"tanya Alvi masih menjegal di sana.


"Kamu gak bikin menantu mama cape kan?"bukan nya menjawab,mama Riska malah bertanya balik.


"Ya gak lah,justru menantu mama bikin aku cape,bahkan aku hampir kewalahan ngelayani nya"ujar Alvi santai.


"Benarkah? Apa dia seagresif itu?"tanya bunda penasaran.

__ADS_1


"Beuh,asal bunda tau,aku sampe gak percaya kalau itu istriku"ujar Alvi tersenyum.


"Berapa ronde?"tanya bunda masih penasaran.


"Gak ke itung Bun,yang jelas sampe tengah malam"ujar Alvi bangga.


"Hebat nya,kayak kami muda dulu,bahkan kami kuat sampai subuh pun"ujar bunda bangga.


"Ho'oh,bahkan nih ya,habis subuh udah di gempur lagi"timpal mama Riska semangat.


"Iya,sampai sekarang juga mau nya gitu.Tapi ya,mau gimana lagi,pinggang sudah sering encok"ujar bunda tertawa,bahkan mama Riska pun ikut tertawa.


"Apa lagi,kalau pas mau meledak tuh, beuh.."ujar mama Riska seperti orang yang greget.


"Bener itu,aku sampai pegangan sama apa aja"timpal bunda terkekeh.


Sedangkan Alvi hanya melongo mendengarkan perkataan kedua wanita paru baya itu.


"Aakh,kalau ngebayangin jadi malu sendiri"ujar mama Riska.Bahkan bunda pun tertawa.


"Sudah ah,lebih baik kita nyamperin suami-suami kita,sekalian aja kita ajak ke kamar"celetuk bunda tanpa filter.


"Bener itu,aku kalau ngomongin yang gitu bikin itu aku kedut-kedutan"ujar mama Riska,dan tanpa pamit mereka pergi dari sana,bahkan masih terdengar oleh Alvi,jika mereka masih sibuk membahas masalah ranjang.


Tanpa mereka sadari perkataan mereka di dengar oleh dua orang pria paru baya.Namun mereka segera pergi sebelum para istri mereka menyadari nya.


"Semoga saja jadi kenyataan"gumam papa Adi.


"Kalau jadi kenyataan,itu artinya pembicaraan mereka membawa berkah untuk kita"ujar ayah terkekeh.


Setelah itu mereka pergi dari sana,dan duduk lagi seperti sebelum mereka menyusul para istrinya.Dan mereka diam seolah tak tau apa pun.


Sedangkan Alvi hanya menggerutu,karna para wanita itu tak bicara apa-apa lagi,karna mereka sibuk dengan omongan vulgar mereka.


"Dasar orang tua mesum."gumam Alvi,dan kembali menutup pintu.


"Pagi-pagi udah bicara yang unfaedah"gerutu Alvi membuat Nayla yang keluar dari kamar mandi mengerutkan kening nya.


"Kamu kenapa,Yang?"tanya Nayla heran.


"Biasa para wanita tua itu,sudah membuat heboh seisi mansion ini"jawab Alvi,tanpa aba-aba,ia memeluk Nayla dari belakang.


Ia membisikkan sesuatu yang membuat Nayla dengan pasrah mengikuti kemauan suaminya,meski ia harus mandi untuk yang ke dua kali nya pagi ini.


Sedangkan kedua wanita paru baya itu, benar-benar menjalankan perkataan nya,mereka langsung menyeret suaminya masing-masing ke kamar.

__ADS_1


Bahkan ayah dan papa saling pandang,melihat tingkah para istri nya.Namun mereka senang,akan mendapat jatah pagi-pagi begini tanpa di minta.


Jangan heran,kenapa mereka bisa masuk ke kamar,sedangkan itu di mansion Alvi.Karna Alvi sengaja memberi mereka kamar,karna mereka sering menginap di sana,dengan alasan bosan.


__ADS_2