
Satu jam sudah berlalu,mama Rita dan suami nya pamit untuk pulang.
Di perjalanan mereka teringat akan besan nya yang satu lagi,mereka merasa bersalah,karna sebenarnya dari pihak mereka lah yang kekeh ingin menjodohkan anak anak mereka,dan seandainya mereka tau kalau anak nya sudah mempunyai istri,mereka tidak akan pernah menawarkan perjodohan ini.
"Pa,lalu sekarang bagaimana kita menghadapi keluarga nya Darma"ucap mama Rita lesu.
"Entahlah,mungkin nanti kita harus bertemu ke rumah mereka dan menjelaskan semua nya"ujar papa Anton.
"Semoga saja mereka bisa memaafkan kesalahan kita"ucap mama Rita lirih.
"Semoga saja"gumam papa Anton.
Sampai nya di parkiran,mereka seperti melihat Adnan,turun dari mobil nya,mereka berniat menghampiri,namun seperti nya Adnan sedang terburu buru,jadi mereka mengurungkan niat nya.
Sedangkan Adnan memang sedang terburu buru karna ayah menelpon nya untuk segera datang ke rumah sakit,karna ayah sedang ada tugas menjadi dosen,jadi Adnan yang akan menemani bunda dan Nayla pulang.
Sampai nya di ruangan tempat Nayla di rawat,Adnan langsung duduk di sofa yang ada di sana,ia mencoba mengatur nafas nya.
Bunda dan Nayla melihat itu saling pandang penasaran,sampai akhir nya bunda bertanya.
"Adnan,kamu kenapa nak,kenapa sampai ngos ngosan begitu?"tanya bunda sambil memberikan air minum.
"Hah,siapa lagi kalau bukan karna suami bunda tercinta,ia menyuruh ku buru buru ke sini,bahkan harus sampai dalam dua puluh menit,sedangkan kampus dan rumah sakit ini jarak nya sekitar emput puluh menit"jelas Adnan setelah melegakan tenggorokan nya.
"Lalu?"tanya Nayla.
"Iya,dan parah nya lagi,ayah mengatakan kalau kalian sudah menunggu di parkiran"ucap Adnan dengan kesal.
Hahaha
Seketika tawa bunda dan Nayla pecah,mereka menertawa kan kepolosan Adnan,entah kenapa ia selalu saja tertipu dengan ucapan ayah nya,padahal ia sudah sering di tipu seperti itu,tapi ia tak pernah belajar dari pengalaman.
Mendengar tawa dua wanita beda usia itu,membuat Adnan kesal,bahkan ia sampai berdiri dan langsung mengambil tas yang sudah berada di samping.
"Sudahlah,kalian memang selalu saja begitu,tak pernah prihatin dengan keadaan ku."keluh Adnan dengan wajah sedih yang di buat buat.
"Ayo cepat,apa kalian ingin menginap lagi di sini,kalau ia aku akan pulang"ucap Adnan sambil melenggang pergi.
"Hah,anak itu sungguh polos sekali"ucap Nayla sambil tertawa dan mengapit tangan bunda nya.
"Iya,dan ayah mu itu sungguh keterlaluan,bunda heran kenapa ayah mu itu selalu saja mengerjai nya"keluh bunda sambil terus berjalan,hingga akhir nya sampai di depan sebuah ruangan,bunda seperti mendengar suara yang di kenal nya.
__ADS_1
Karna penasaran,bunda berhenti dan otomatis Nayla juga berhenti,sedangkan Adnan,sudah tak tau kemana,ia pergi sambil mengomel pada ayah nya.
Sampai di depan pintu ruangan,ia melihat ke dalam dan beruntung nya pintu nya tak tertutup rapat,hingga bunda bisa melihat ke dalam,berbeda dengan Nayla,ia mengerutkan kening nya heran,ada apa bunda nya mengintip ruangan dokter.
"Bun,ngapain sih, mengintip begitu,malu tau kalau ketauan"ucap Nayla pelan.
"Ish,bentar dulu napa sih,bunda kaya kenal sama pasien nya loh"ucap bunda tak kalah pelan.
"Ish,bunda,ayolah aku ingin segera istirahat"ucap Nayla,membuat bunda mendengus kesal.
"Baiklah,ayo"ucap bunda,baru saja akan berbalik pintu ruangan terbuka dan terlihat seorang wanita paru baya keluar dari dalam sana.
Bunda yang sudah berbalik pun,terpaksa membalikkan lagi badan nya,dan akhir nya ia pun terkejut sekaligus bahagia melihat orang yang ada di depan nya.
"Riska"
"Nita"panggil mereka berbarengan,dan akhir nya mereka saling berpelukan.
"Kamu kemana aja,aku kangen banget sama kamu tau"ucap Riska bersemangat.
"Aku juga kangen sama kamu"jawab bunda Nita tak kalah semangat.
"Maaf nya,waktu itu ada sedikit masalah,jadi kami sekeluarga pindah"ucap Nita sedih.
"Hmm,sudahlah yang penting sekarang kita udah ketemu,aku bahagia banget ketemu kamu lagi,dan mereka pun kembali berpelukan.
"Oh ya,gimana kabar nya mas Darma,udah lama banget gak ketemu?"tanya Riska lagi.
"Baik,dan sekarang lagi mengajar di salah satu universitas"jawab bunda tersenyum.
"Berarti kalian udah lama dong tinggak di sini lagi?"tanya Riska lagi.
"Yah,lumayan lah,mungkin ada tiga tahunan."jawab bunda.
Sedangkan Nayla melihat itu hanya tersenyum,ia merasa tak asing dengan wanita paru baya di depan nya itu.
Setelah puas berpelukan,mereka pun melepas pelukan nya,dan tatapan Riska tertuju pada wajah cantik dan teduh wanita di depan nya.
"Ini?"tanya Riska.
"Oh ya,aku hampir lupa,ini loh anak ku yang waktu kecil suka banget gangguin kamu kalau lagi masak"jelas bunda sambil tersenyum.
__ADS_1
"MassaAllah,ternyata kamu udah besar aja,tambah cantik lagi"ucap Riska tersenyum dan memeluk Nayla hangat.
Nayla yang di peluk begitu,merasakan hangat,bahkan rasa nya sangat tak asing,tanpa di sadari Nayla membalas pelukan itu.
"Aakh,Tante lama banget gak peluk kamu kayak gini"ucap Riska senang.
"Aku juga"gumam Nayla pelan,dan masih di dengar oleh Riska.
Setelah puas Tante Riska melepas pelukan nya,ia tersenyum lembut pada Nayla.
"Kapan kapan main ke rumah Tante,nanti kita masak bareng"kata Tante Riska.
Tante Riska dan bunda saling pandang dan tersenyum.
"Oh ya,kalian lagi ngapain di sini,siapa yang sakit?"tanya Tante riska
"Ini Nayla habis di rawat,mungkin efek dari kecelakaan tiga taun lalu"jawab bunda sendu.
Mendengar ucapan bunda membuat Tante Riska mengerutkan kening nya karna tak paham.
"Maksudnya?"tanya Tante Riska.
Namun sebelum menjawab pertanyaan Tante Riska,Adnan tiba tiba saja datang dan mengomel.
"Ya ampun kalian ini,sudah membuat aku menunggu,bahkan hampir kering karna kepanasan,tapi kalian malah asyik asyik di sini,kalian itu kenapa suka sekali menyiksa ku,tadi ayah sekarang kalian,apa kalian gak sayang lagi sama aku,kalian itu sungguh tega"ujar Adnan panjang lebar,membuat mereka melongo bahkan Tante Riska sampai menatap tak berkedip.
"OMG, mas Darma,ternyata awet muda yah,udah kaya anak nya Nita ajah."ucap Tante Riska terkagum kagum.
Sedangkan Adnan yang baru sadar ada orang lain di antara mereka hanya menunduk malu,karna Adnan biasa nya orang yang irit bicara kalau di depan orang lain.
Sedangkan Nayla dan bunda hanya tertawa melihat mimik wajah Adnan yang malu.
Di situ Nayla mendapat ide untuk lebih menjahili Adnan adik nya.
"Aduh ayah,maaf nya karna kami lama,tadi kami ngobrol dulu sebentar."ucap Nayla dengan tersenyum jahil.
Mendengar ucapan kakak nya membuat Adnan kesal.
"Apa?,masa kakak menyamakan aku dengan ayah,ayah itu sudah tua,sedangkan aku masih muda dan tampan,sedangkan ayah,kalah jauh sama aku"kesal Adnan.
"Apa?jadi ini anak kamu juga nit, OMG gak nyangka banget kamu udah punya anak dua aja,apa lagi ini mah Poto kopian nya mas Darma,ck,,ck,gak ada cacat nya sama sekali"cerocos Tante Riska.
__ADS_1