
Renata termenung memikirkan kehidupan nya,terkadang ia terkekeh sendiri memikirkan itu.
Pikiran nya melanglang jauh entah kemana.
Flashback on
8 tahun lalu.
Gadis cantik dengan seragam putih abu-abu nya, tersenyum sambil menatap kertas hasil ujian nya.
Ia merasa senang,karna ia mendapatkan nilai tertinggi dari siswa lain nya.
Namun sampai di rumah nya,ia melihat ibu nya sedang menangis,dan terlihat ibunya sedang bersujud di bawah kaki ayah nya.
"Mas,aku mohon jangan ceraikan aku,tak apa bila kamu mau menikah lagi,aku ikhlas sekarang,tapi ku mohon jangan ceraikan aku"ujar ibu nya Renata menangis sesegukan.
"Maaf,tapi aku tak bisa memenuhi keinginan mu,aku akan tetap menceraikan mu"ujar ayah Renata lirih.
"Santi,aku mohon tolong bujuk suami ku,untuk tidak menceraikan ku"mohon ibunya Renata ke pada calon madunya.
"Sayang nya aku tak bisa,karna aku tak ingin menjadi yang kedua"ujar wanita bernama Santi itu sinis.
"Mas"panggil ibu Renata lirih.
Sedangkan yang di panggil tak menjawab,jangankan menjawab menoleh saja tidak.
Renata melihat itu mengerti,tak tega melihat ibunya begitu,ia pun menghampiri ibu nya yang sedang bersimpuh di bawah kaki ayah nya.
"Ma"panggil Renata parau.
"Pa,ada apa ini, kenapa mama menangis,dan siapa Tante ini?"tanya Renata sendu.
Mendengar pertanyaan putri nya,membuat sang ayah menoleh,ia hanya melihat sekilas,sedangkan wanita itu hanya tersenyum sinis.
"Pa jawab,ada apa ini?"teriak Renata marah.
__ADS_1
"Apa papa mau menikahi Tante ini,lalu gimana mama sama aku"tanya Renata sedih.
"Papa akan menceraikan mama mu,dan kamu bebas untuk ikut siapa"ujar ayah nya santai.
"Loh,gak bisa gitu dong mas,aku gak mau ya,kalau anak kamu ikut sama kita,aku gak mau repot untuk ngurusi nya."ujar wanita itu tak terima.
"Baiklah,kau dengar,calon istri ku tak ingin putri kita ikut dengan ku,jadi kau saja yang mengurus nya"ujar ayah Renata cuek.
Bahkan dengan mengatakan itu,terlihat tak ada wajah sedih dan menyesal,yang ada hanya wajah penuh kebahagiaan yang ia lihat,bahkan tak melihat pada ia dan ibu nya,ia hanya fokus pada calon istri nya saja.
"Mas ku mohon"ujar ibu nya Renata mengiba.
"Lepaskan,kau sudah tak berhak berkata seperti itu,karna akan tetap sama jawaban nya"ujar wanita itu sinis.
"Santi tolong bicara sekali lagi sama mas Yanto.."belum selesai berbicara ia sudah di tampar oleh suami nya sendiri.
Plak
"Sudah ku bilang aku akan tetap menceraikan mu,mau atau tidak nya kamu,karna keputusan ku sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat"marah ayah Renata menatap ia dan ibu nya tajam.
Karna sudah tak melihat ibu nya yang di tampar ayah nya,ia pun memeluk ibu nya.
"Mama jangan khawatir,aku akan selalu bersama mama"ujar Renata lembut dan tersenyum.
"Terima kasih Nak,sekarang mama tau kalau putri mama sudah dewasa"ujar ibu nya Renata dengan suara parau,dan membalas pelukan putri nya.
"Banyak drama"sinis wanita itu.
"Sudah,,sudah kalian banyak sekali bicara,lebih baik sekarang kalian pergi dan tak usah kembali lagi"ujar ayah Renata santai,dan ia berlalu dari sana masuk ke dalam kamar tempat istri nya tidur.
Tak lama ia keluar dari sana membawa beberapa koper,dan melemparnya ke arah Renata dan ibu nya.
"Pergi dari sini,karna aku sudah muak melihat wajah kalian"ujar ayah Renata tak punya perasaan.
"Baiklah, terima kasih tuan Hadi yang terhormat,dan ingat sampai kapan pun kami tak akan pernah kembali ke rumah ini lagi,dan terima kasih juga,karna sudah mau menjadi papa aku selama 17 taun ini,dan aku berharap ke depan nya kita tak perlu bertemu lagi,dan kalau itu terjadi,anggap saja kita tak saling mengenal"ujar Renata tegas,bahkan mata nya memancarkan kebencian yang besar terhadap papa nya sendiri.
__ADS_1
Karna tak ada yang perlu di bicarakan lagi,akhirnya mereka berdua pergi dari sana.
"Ma,mama jangan sedih,aku akan selalu ada buat mama,jadi mama jangan menangis lagi,karna mulai sekarang kita harus memulai kehidupan baru"ujar Renata berbicara seperti orang dewasa.
"Tentu saja,dan mama minta sama kamu,jaga diri selalu dimana pun kamu berada,jika esok atau kapan,mama tak ada di samping mu lagi"ujar ibu Renata lembut.
"Tidak,mama akan selalu bersama aku selama nya,dan jangan pernah mama berbicara seperti itu,aku gak mau denger nya"ujar Renata sedih memeluk ibu nya kembali.
Tak lama mereka sudah sampai di depan pintu gerbang rumah tersebut,dan ibu nya Renata mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya,ia terlihat sedang menelpon seseorang dengan serius.
Tak lama setelah itu,sebuah mobil mewah berhenti di hadapan mereka,dan langsung saja mereka masuk dan pergi dari sana.
Di perjalanan menuju kediaman kakek Renata,ibu nya terlihat termenung ssperti sedang memikirkan sesuatu.
Dan Renata melihat itu hanya mendiamkan saja.
30 menit kemudian mereka sampai kediaman kakek Renata.
Terlihat rumah mewah dengan pagar menjulang tinggi,karna memang ia berasal dari keluarga berada.
Mereka turun dari mobil mewah tersebut,dan mereka sudah di sambut hangat oleh pria paru baya,yang tak lain adalah kakek Renata.
"Ayah"panggil ibu Renata menangis di pelukan ayah nya.
"Sabar ya,ayah yakin kamu pasti kuat,jalan mu masih panjang,jangan sampai kamu terpuruk karna keadaan ini"ujar ayah nya lembut dan di angguki oleh ibu nya Renata.
Mereka pun melepaskan pelukan nya,kemudian Renata memeluk kakek nya erat.
Mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut.
"Ajeng,ingat jangan terlalu berlarut-larut dalam bersedih,ayah gak mau kamu sakit."ujar ayah ibu nya Renata,sebut saja tuan Seno.
Mendengar perkataan ayah nya ia pun mengangguk dan berlalu pergi dari sana.
"Kek"panggil Renata menangis di pelukan kakeknya.
__ADS_1
Meski tadi ia terlihat begitu tegar,itu hanya sebagai penguat ibu nya saja,ia berusaha menahan sekuat tenaga agar tidak menangis,di hadapan ibu nya.
"Kek,kenapa papa tega sama kami,padahal kami selalu menurut apa yang di katakan nya,bahkan mama rela menjadi ibu rumah tangga karna permintaan nya,tapi,kenapa sekarang ayah berubah,bahkan dengan kasar nya ia menampar mama di hadapan putri nya sendiri"jelas Renata menangis di pelukan kakek nya.