
Semua orang di sana,bergidik ngeri,bahkan orang tua nya saja sampai mengusap tengkuk nya yang terasa dingin.
Beberapa lama,keadaan hening,hanya terdengar helaan nafas kasar alvi.Terlihat mata yang memancarkan,ke khawatiran, amarah dan juga benci,semua menjadi satu,terlihat jelas sekali dari pergerakan badan nya.
Melihat itu,mama Riska mencoba menghampiri nya,dan duduk di kursi kosong disamping putra nya.
"Nak"panggil mama Riska lembut.
Mendengar suara lembut ibunya,membuat nya mengalihkan pandangan nya kesamping.
"Yakinlah,tidak akan terjadi sesuatu pada istri mu,mama yakin,ia wanita yang kuat."ucap mama Riska menenangkan putra nya.
Mendengar ucapan mama nya,seketika alvi memeluk mama nya,dan pecahlah tangis yang sedari tadi ia tahan.
"Hiks,,hiks.Apa yang harus aku katakan padanya,jika janin yang di kandung nya tak bisa bertahan..hiks,,hiks."ucap alvi sesegukan.
"Itu tugas mu,kau harus bisa menghiburnya,jangan perlihatkan wajah sedih mu itu,kau harus bisa tegar untuk itu."ucap mama Riska.
Mendengar itu, Alvi hanya bisa mengangguk.Dengan segera ia melepaskan pelukan nya.
"Baiklah,aku akan menemui nya dulu."ujar Alvi berdiri dari duduk nya.
Pandangan nya terlihat sendu,setelah ia membuka pintu dan melihat ke arah ranjang tempat istrinya terbaring lemah.
"Sayang,aku datang."ujar alvi parau,ia sedang menahan tangisnya,ia sendiri merasa gagal menjadi seorang suami,ia tak bisa menjaga istrinya,bahkan sampai mereka kehilangan janin yang sedang tumbuh itu.
"Bangunlah,maafkan aku,aku tak bisa menjaga anak kita,hiks,,hiks."ujar alvi dengan tangis pecah.
"Aku berjanji,aku akan menangkap orang yang sudah membuat mu begini,namun sebelum itu,aku mohon bangunlah,aku tak bisa melihat mu sepeti ini,aku tak kuat.Hatiku sakit melihat mu begini,hiks."ujar alvi sambil menggenggam tangan Nayla.
Terlihat jari Nayla bergerak,melihat itu Alvi,langsung memencet tombol nurse.
Sedetik kemudian,nayla terlihat membuka matanya,pertama yang ia lihat ,wajah tampan suaminya.Meski terlihat acak-acakan,tapi tak melunturkan wajah tampan nya.
"Sa,,,sayang"panggil Nayla lemah.
"Iya sayang,ini aku.Terima kasih,karna kamu sudah sadar."ucap Alvi mengecup tangan Nayla lembut.
Brak
Suara pintu terbuka lebar,terlihat dokter dan beberapa perawat datang dengan tergesa.
"Om,istriku sadar"ujar Alvi senang.
"Om periksa dulu,sekarang kamu keluar dulu"pinta dokter bram.
"Tapi.."ujar alvi terhenti setelah melihat anggukan lemah dari istrinya.
__ADS_1
"Baiklah"ujar Alvi lemah.
Alvi pun keluar dari ruangan Nayla,membuat semua orang yang menunggu,segera memberondong Alvi dengan pertanyaan.
"Apa yang terjadi,apa nayla baik-baik saja,apa terjadi sesuatu di dalam.?"tanya semua orang yang ada di sana.
"Nayla,sudah sadar."ucap alvi pelan.
"Alhamdulillah."ucap mereka serempak.
Mendengar ucapan alvi,semua orang senang,bahkan Renata yang baru datang,langsung berteriak senang.
"BENARKAH?"tanya Renata,dengan wajah yang pucat,dan di dorong di atas kursi roda oleh Kenan.
Mendengar teriakan Renata,semua orang menatap ke arah nya,dan para anak gadis berjalan mengahmpiri nya dan memeluk nya.
"Aakh, Renata,akhirnya lo sadar juga,kita semau khawatir banget sama lo tau gak,hiks"ujar Amel yang sudah menangis.
Mereka berpelukan,mereka bersyukur karna sahabat mereka sudah sadar dari koma nya,setelah tiga hari tak sadarkan diri.
Keharuan mereka terpotong,karna bunyi ponsel milik Alvi.
Alvi yang mendengar ponsel nya berbunyi segera mengangkat nya.
"Bagaimana?"tanya Alvi dingin.
"Satu jam lagi saya kesana"ujar Alvi langsung menutup panggilan nya.
Setelah itu,alvi melihat ke arah Kenan dan menganggukan kepala nya pelan,dan Kenan yang mengerti pun ikut menganggukan kepala nya.
"Ma, Bun,kami pergi dulu,ada urusan sebentar."pamit Alvi,sambil memberikan kode pada papa nya.
"Aku titip Nayla sebentar."ujar Alvi.
"Pergilah nak,apa papa mu akan ikut?"tanya mama Riska.
"Terserah"ujar Alvi,dan langsung pergi dari sana,di ikuti Kenan.
"Telpon mereka,suruh ke gudang"ujar Alvi dingin.Dan di angguki Kenan.
Sedangkan,papa Adi,penasaran ia pun memutuskan untuk ikut,dan ia mengajak ayah pergi dari sana menyusul Alvi.
Setelah kepergian para pria,sekarang kondisi Nayla sudah baik-baik saja,hanya saja perlu istirahat saja.
Semua orang masuk keruangan tempat nayla di rawat,terlihat bunda dan mama sudah memeluk Nayla erat.
"Syukurlah sayang,kamu baik-baik saja,kami semua sangat khawatir,terutama suami kamu."ujar bunda lirih.
__ADS_1
"Bahkan ia hampir merobohkan rumah sakit ini."ujar mama Riska tersenyum kecil.
Mendengar itu, Nayla tersenyum,ia membanyangkan betapa khawatir suaminya.
"Syukurlah,kalau sampai itu terjadi,gimana nasib orang-orang di dalam nya."timpal Nayla sedikit bercanda.
"Lo benar,kalau sampai terjadi,udah pada dead orang-orang."ucap Tia menimpali.
"Gak kebayang gue kalau sampai itu terjadi"ujar Renata pelan.
Sontak saja ucapan Renata,membuat Nayla menyadari keadaan nya, Nayla merasa senang,karna Renata sudah sadar,dan terlihat sudah pulih.
"Ya ampun Re,lo udah sadar?,sorry gue gak sadar ada lo di sini"ujar Nayla,merasa bersalah.
"Ssst,gak apa-apa,justru gue mau berterima kasih sama lo,karna lo udah nyelamatin gue."ujar Renata tersenyum.
"Apaan sih lo,ini semua tuh berkat semua,gue cuma ngasih tau aja.Asal lo tau,yang sangat besar dalam nyelamatin lo itu Kenan."ujar Nayla menatap Renata.
"Ya,bahkan kak Kenan,yang donorin darah nya buat lo"timpal Friska.
"Kalau aja,waktu itu gak ada kak Kenan,entah apa yang terjadi sama lo,gue ngebayangin nya aja ogah."timpal Amel,bergidik ngeri.
"Benarkah?"tanya Renata lirih,sambil menundukkan wajah nya.
"Iya."timpal mereka semua,bahkan bunda dan mama pun ikut menimpali.
"Nak, besok-besok,kalau ada apa-apa,jangan sungkan cerita sama tante,tante senang kalau kamu mau cerita sama tante."ujar mama Riska lembut.
"Makasih,tante"ujar Renata dengan mata berkaca-kaca.
"Boleh Rena peluk tante?"tanya Renata pelan.
Mendengar ucapan Renata,membuat mama Riska menganggukan kepala nya,dan langsung memeluk Renata.
Melihat itu,semua orang menatap Renata sendu.
Apa lagi bunda,ia sudah mengeluarkan air mata nya.
Sedangkan di tempat lain,seorang pria sudah terikat di sebuah tiang,terlihat wajah yang sudah tak berbentuk,bahkan wajah nya hampir tak di kenali,karna tertutupi oleh darah .
Tak
Tak
Tak
Brak
__ADS_1