Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Positif


__ADS_3

Setelah beberapa menit keheningan terjadi di antara mereka,karna mereka sibuk melihat cara makan Alvi yang menurut mereka rakus.Karna biasa nya,pria itu selalu menjaga pola makan nya.


"Nay,apa putra mama sangat kelaparan.Kenapa makan nya rakus begitu?"tanya mama Riska berbisik.


"Asal mama tau,dia itu tadi malam sekitar jam dua malam merengek meminta makan,bahkan ia sampai menghabiskan telur tiga butir,dan mie instan dua bungkus"ungkap Nayla membuat mama Riska melotot sempurna.


"Ck,,ck,ck ternyata dia melebihi papa nya saat mama mengandung dia dulu"jelas mama Riska membuat Nayla melihat ke arah nya.


"Benarkah?"tanya Nayla penasaran.Dan di angguki oleh mama Riska.


"Santi,kesini"panggil nya saat melihat pelayan yang bernama Santi itu melewati nya.


"Ada apa nyonya?"tanya nya sopan.


"Boleh minta tolong,belikan sesuatu ke apotek?"tanya Nayla dan di angguki oleh Santi.


"Apa itu nyonya?"tanya Santi.


Lalu Nayla berdiri dan membisikkan sesuatu pada telinga Santi.


Santi pun mengerti dan mengangguk,dengan segera pergi dari sana,sambil menunduk sopan.


Sedangkan mama hanya melihat Alvi yang baru saja menyelesaikan acara makan nya.


"Alhamdullilah,kenyang nya"ujar Alvi mengusap perut nya yang sedikit membuncit.


"Gimana gak kenyang,wong kamu habisin semua nya,bahkan istri mu tak kau bagi"ketus mama Riska membuat Alvi melihat ke arah Nayla dengan bersalah.


"Maaf,habisnya ku lapar"ujar nya sendu.


Nayla mendengar itu hanya tersenyum,dan mengusap pipi Alvi lembut.


"Gak apa-apa,nanti aku bisa minta pelayan membuatkan"ujar Nayla tersenyum.


"Baiklah"ujar Alvi dan segera pergi dari sana.


"Sudah berapa hari ia begitu, Nay?"tanya mama Riska pernasaran.


"Baru semingguan ini ma,bahkan tiap malam selalu terbangun,dengan alasan lapar"ujar Nayla sedikit kesal,namun di barengi terkekeh kecil.


"Semoga saja,di sini sudah ada Alvian junior"ujar mama Riska sambil mengusap perut rata Nayla.


"Amin,do'a in aja ya ma"ujar Nayla tersenyum.Dan ikut mengusap perut nya.


Sedangkan Alvi,setelah makan,ia masuk ke kamar nya,dan langsung merebahkan diri nya di ranjang,tak lama ia sudah terlelap,bahkan seharusnya hari ini ia ke perusahaan,karna ada meeting dengan klien penting.


Berbeda dengan mama Riska dan Nayla,malah asyik berbincang,sampai akhirnya,terlihat Kenan datang ke sana.


"Assalamualaikum"teriak Kenan semangat.


"Wa'alaikumsalam"jawab Nayla dan mama Riska.


"Eeh ada Tante"ujar Kenan cengengesan.


"Kamu itu,udah kebiasaan setiap datang ke rumah orang selalu saja teriak,kau pikir ini hutan apa?"omel mama Riska kesal,sambil menatap Kenan horor.


"Maaf Tan"ujar Kenan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"Alah,kamu itu,maaf mu itu hanya untuk sementara,nanti atau besok juga begitu lagi"omel mama Riska membuat Kenan cengengesan.Sedangkan Nayla hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Mau apa kau kesini pagi-pagi?"tanya mama Riska santai.


"Mau jemput Al,Tan"ujar Kenan,dan dengan segera Nayla berdiri dari duduk nya.


"Baiklah,tunggu sebentar"ujar Nayla dan segera pergi dari sana.


Sepeninggalan Nayla,terlihat mama Riska senyum-senyum sendiri,membuat Kenan yang melihat nya heran.


"Tante gak kesurupan kan?"tanya Kenan membuat mama Riska menggetok kepalanya.


"Sembarangan aja kalau ngomong"kesal mama Riska.


"Ya habisnya, senyum-senyum sendiri,kan aneh"ujar Kenan cuek.


"Yang aneh itu kamu,masih pagi udah ngejogrog dimari"kesal mama Riska.


"Aku bukan aneh,tapi ini itu tugas penting"ujar Kenan dengan percaya diri.


"Justru yang aneh itu Tante,gak biasa nya pagi-pagi udah di sini"celetuk Kenan dengan suara kecil.


"Bukan Tante yang aneh,tapi sepupu mu yang aneh, pagi-pagi udah nelpon pengen makan semur ikan buatan Tante,padahal Tante itu baru bangun,nih lihat pakaian Tante masih pakai piyama"gerutu mama Riska mengingat putra nya nelpon pagi-pagi.


"Huft,Tante benar,bahkan beberapa hari ini kelakuan nya aneh banget,Kenan sampai pusing di buat nya,udah ke kantor siang,eeh bukan nya kerja,malah nyuruh aku beli ini beli itu"keluh Kenan membuang nafas kasar.


"Iya,bahkan istri nya aja di buat kesel terus sama dia"ujar mama Riska tersenyum.


"Bahkan nih ya Tan,kemarin datang ke kantor,nyuruh aku buat nelpon para sahabat kita"ujar Kenan lagi.


"Buat apa?"tanya mama Riska penasaran.


"Buat liat dia makan dan tidur"ujar Kenan tertawa,bahkan tawa nya sampai menular ke mama Riska.


Sedangkan Nayla yang sampai di kamar nya,harus menghela nafas kasar melihat suami nya tertidur pulas.


"Huft,pekerjaan sulit"gumam Nayla menghela nafas.


"Sayang"panggil Nayla lembut.


Namun tak ada pergerakan dari orang yang di panggil,bahkan Nayla sudah memanggil nya beberapa kali,tapi masih dengan posisi yang sama.


Hingga akhirnya,ia pun ke kamar mandi dulu,dengan membawa sesuatu di tangan nya,dan berharap dia sudah hadir di dalam perut nya.


Sepuluh menit kemudian,ia sudah keluar dari sana,dengan senyum mengembang,bahkan mata nya sembab karna habis menangis.


"Sayang,bangun"ujar Nayla lembut.


Karna kesal suami nya tak bangun-bangun.Ia pun memiliki inisiatif sendiri,dengan semangat membara ia mendekat ke arah ranjang,yang terdapat suaminya sedang tertidur pulas.


Cup


"Sayang,bangun"bisik Nayla di telinga Alvi.


Cup


Cup


Cup


Nayla sengaja,mengecup seluruh wajah Alvi,dengan lembut supaya suami nya cepat bangun.

__ADS_1


Dan,usaha nya pun berhasil,terlihat suami nya terbangun dengan mengucek mata nya.


"Sayang,cukup,kamu membangunkan sesuatu yang tertidur"ujar Alvi dengan suara serak.


"Kan sengaja biar bangun,dan terbukti kan"ujar Nayla santai,tanpa tau maksud dari suami nya.


"Ternyata kamu nakal ya"ujar Alvi semangat.


"Ya sudah,karna kamu sudah membuatnya terbangun,sekarang kamu harus menidurkan nya kembali"ujar Alvi dengan segera menindih tubuh Nayla di bawah nya.


"Sa,,sayang"ujar Nayla gugup.


"Hemm"dehem Alvi menyerukkan wajah nya di leher Nayla.


"Geli"ujar Nayla gugup,karna sekarang ia tau,apa yang di maksud suami nya.


"Geli-geli enak mungkin,yang"ujar Alvi dengan suara serak.,dan tangan sudah bergerilya kemana-mana.


"Aakhhh,bentar dulu,kamu harus tau sesuatu dulu"ujar Nayla dengan nafas memburu akibat perbuatan suami nya,membuat Alvi menghentikan aksi nakal nya.


"Apa?"tanya Alvi dengan melanjutkan aksinya.


"Aku positif"ujar Nayla senang.


Sedangkan Alvi yang belum paham,hanya mengangguk saja,ia malah tengah mengulum squishi yang sejak tadi menggoda nya.


"Aaakkhhh"Des*h Nayla membuat Alvi semakin semangat.


"Yang,hentikan"pinta Nayla namun tak membuat Alvi menghentikan aksinya.


"Aku positif loh"teriak Nayla kesal,karna suaminya tak mendengarkan ucapan nya.


Seketika saja bibir yang sedari tadi melekat di sana pun terlepas.


"Yang,kok teriak sih"ujar Alvi sedikit kesal,pasalnya kegiatan menyenangkan nya terganggu.


"Habisnya kamu tuh gak dengerin aku ngomong sih"kesal Nayla.


"Ngomong apa sih?"tanya Alvi lembut.


"Aku positif"ujar Nayla senang.


"Positif?"gumam Alvi.


"Iya,kamu tau,sekarang di sini,ada Alvian junior"ujar Nayla membawa tangan Alvi ke perut rata nya.


Alvi yang belum mengerti hanya diam saja,sampai akhirnya Nayla berkata kembali dengan senang.


"Aku hamil,kita akan segera menjadi orang tua"ujar Nayla senang.


Mendengar itu, membuat Alvi mematung,namun mata nya berkaca-kaca.


"Benarkah?Di sini ada Alvian junior"ujar Alvi senang,segera memeluk erat Nayla.


"Iya"jawab Nayla.


"Aaakh,aku akan jadi Daddy"teriak Alvi senang,bahkan ia sampai keluar dari kamar nya,bahkan sampai berlari dengan berteriak.


"Ma,aku seneng banget,karna sebentar lagi aku akan jadi Daddy"ujar Alvi senang,bahkan sampai memeluk erat mama Riska.

__ADS_1


Nayla yang melihat itu hanya tersenyum,ia tak menyangka dengan reaksi yang di ciptakan suaminya.


__ADS_2