
Keesokan pagi nya,seperti yang sudah di katakan papa Adi,mama Riska terkejut,bahkan sampai menendang punggung papa Adi dan menyebabkan jatuh dari tempat tidur.
"aduh mah,kenapa menendang papa sih?"gerutu papa Adi sambil bangkit ke atas ranjang.
Mama Riska yang masih terkejut hanya melongo.
Melihat istri nya hanya melongo,papa Adi malah semakin ingin menggoda nya.
"menggoda ku ya?"tanya papa Adi dengan senyum jahil nya.
Seketika mama Riska tersadar.
"papa ngapain sih bisik bisik segala,geli tau"ketus mama Riska .
"dan juga, siapa yang ngizinin papa tidur di sini?"tanya mama Riska memicingkan mata nya.
Mendengar pertanyaan itu,membuat papa Adi tersenyum,karna ia sudah menyiapkan jawaban nya.
"mama ini,semalam tidur apa mati,kenapa di telponin gak bangun bangun,sampai sampai putri mu yang cantik itu marah marah sambil nangis-nangis"ucap papa Adi membuat mama Riska segera mengambil ponsel nya.
Setelah melihat ponsel nya dan menghidupkan nya,ia terkejut karna banyak nya panggilan dari putri nya,Friska.
Bukan hanya panggilan bahkan chat juga banyak.
Ia membuka chat dari putri nya,seketika ia terkejut melihat itu,yang mengatakan kalau mereka sedang di rumah sakit.
Karna terkejut dan panik,mama Riska segera bangkit dari duduk nya dan bergegas memakai sandal nya.
"kenapa tidak bilang dari tadi,atau bangunkan kek darj semalam,gimana sih,anak nya masuk rumah sakit tapi kok santai santai aja"gerutu mama Riska.
Melihat tingkah istri nya,papa Adi pun hanya diam memperhatikan nya,namun saat akan membuka pintu kamar,papa Adi langsung memanggil nya.
"ma,mau kemana?"tanya papa Adi sambil menyusul istri nya.
"kerumah sakit lah,emang mau kemana lagi?"teriak mama Riska membuat papa. Adi melongo.
Bukan karna teriakan nya,namun karna pakaian yang di pakai mama Riska.
"ma,nanti aja"belum selesai berucap,mama Riska sudah memotong nya.
"nanti kapan,kasihan Alvi pa,dia pasti sendiri di sana,dia pasti kesakitan"ucap mama Riska dengan nada sedih.
Melihat istri nya sedih,paap Adi segera merangkul nya dan membawa nya ke dalam kamar.
Ia memberikan minum pada istri nya,setelah meminum nya,papa Adi menjelaskan nya pelan pelan.
"gini ma,memang Alvi lagi di rumah sakit,tapi bukan berarti dia yang sakit"ucap papa Adi tenang.
"terus kalau bukan sakit apa,kenapa dia di sana?"tanya mama Riska yang belum mencerna keadaan.
"dia lagi nemenin pacar nya,karna semalam tiba tiba aja pingsan,dan semalaman Alvi sama Friska menunggui nya semalaman"jelas papa Adi lembut.
"jadi?"tanya mama Riska mulai mengerti.
"jadi,sekarang kita bersiap,kita akan melihat keadaan gadis itu"ucap papa Adi dan di angguki oleh mama Riska.
Tapi, papa Adi heran melihat istri nya yang malah melamun di samping nya.
"ma,kenapa?"tanya papa Adi mengagetkan mama Riska.
__ADS_1
"mama hanya sedikit kecewa,tadi nya mama ingin menjodohkan Alvi dengan anak nya si Nita"belum selesai berucap,suara ponsel nya mengalihkan fokus mereka.
Mama Riska segera meraih ponsel nya,ia melihat nama si penelpon.
"hallo"
"ma dimana,ayo buruan ke sini kasian kak Al,dari semalam gak tidur"ucap Friska dengan nada khawatir.
"lalu kenapa kalau gak tidur?"tanya mama Riska belum mengerti.
"mama ini gimana sih,mama mau kak Al sakit,apa mama lupa waktu kak Al gak tidur semalaman,ia sampai sakit dan harus di rawat di rumah sakit selama dua hari"jelas Friska kesal.
"baiklah mama akan kesana bareng papa"ucap mama Riska dan melirik ke arah suami nya.
"cepetan,aku tunggu"ucap Friska sambil menutup panggilan nya.
Sedangkan di rumah sakit,setelah menutup panggilan nya,Friska melihat ke arah kakak nya,ia melihat wajah kakak nya sudah pucat,dengan mata sayu tak lupa lingkar hitam di sekeliling mata nya.
Melihat itu ia merasa kasihan,ia baru melihat cinta kakak nya yang begitu besar.
Mungkin ia tak tau bagaimana kisah mereka dulu,namun melihat itu,ia merasa yakin,kalau mereka saling mencintai,hanya saja mereka harus di uji dengan terpisah sementara waktu,dan juga kecelakaan yang merenggut ingatan dari si wanita nya.
Walau pun hanya amnesia sementara,tapi itu pasti membuat ke dua nya tersiksa.
"kak"panggil Friska pelan,dan hanya di balas deheman oleh Alvi.
"istirahatlah sebentar,nanti kalau sudah kakak bisa kesini lagi,biar aku yang nungguin di sini,lagi pula kan di sini ada ayah dan bunda juga"bujuk Friska,namun Alvi gak bergeming sedikit pun.
Friska tak patah arang,ia terus membujuk kakak nya.
"baiklah,begini saja,gimana kalau Nayla bangun dan cari kakak,tapi kakak gak ada karna sakit,dia pasti akan sangat bersalah,kalau kakak sudah kenal dia lama,pasti kakak tau gimana dia"bujuk Friska yang terakhir kali nya.
"gimana?"tanya Friska sambil menatap wajah kakak nya yang semakin pucat.
"tapi.."belum selesai,Alvi malah langsung pingsan,dan itu membuat Friska panik.
Ia sampai berteriak memanggil kakak nya.
"kakak"teriak Friska dengan mata berkaca kaca.
"bangun kak"ucap Friska sambil mengguncang badan kakak nya.
Mendengar teriakan di luar ruangan,ayah dan bunda segera melihat apa yang terjadi.
Seketika ayah di buat terkejut,melihat Alvi sudah tak sadarkan diri.
"ya Allah,kenapa ini nak?"tanya bunda panik.
"kakak pingsan,karna gak tidur semalaman"ucap Friska tersendat sendat.
"ya Allah nak,ayo cepat bawa ke dalam saja,kita baringkan dulu"ucap ayah,namun mereka bingung,karna ayah tak akan sanggup mengangkat nya.
Sedangkan bila di gotong pun sama,akan kasihan melihat nya.
Namun,kebingungan mereka tak berangsur lama,terlihat papa dan mama Alvi datang,bersamaan dengan Kenan.
Friska yang melihat itu,berteriak memanggil mereka.
"pa,ma,kak Kenan,sini"teriak Friska dengan menangis.
__ADS_1
Mendengar nama mereka di panggil,mereka segera berlari terutama Kenan,saat melihat apa yang terjadi.
"ya ampun Al,kenapa si lo.?"ucap Kenan.
"ya Allah nak,kenapa bisa begini?"tanya mama Riska dengan menangis.
"kita bahas nanti,sekarang kita bawa aja dulu,kasihan"tegas ayah membuat mereka semua mengalihkan pandangan nya ke arah nya.
"Darma"panggil papa Adi,membuat ayah terkejut,karna nama nya di panggil.
"Adi,ya Allah,jadi kau?"tanya ayah terkejut,bukan hanya ayah yang terkejut tapi papa Adi juga sama terkejut nya.
"kalian ini,cepat bawa dulu ini,kasihan"ucap bunda sambil melihat ke arah mereka.
"Kenan,ayo angkat,dan segera hubungi dokter"titah papa Adi tegas,dan Kenan hanya mengangguk.
Sampai nya di ruangan tak jauh dari ruangan tempat Nayla di rawat.
Alvi sedang di periksa oleh dokter keluarga di sana.
"gimana keadaan Alvi, Bram?"tanya papa Adi.
"gak apa apa,hanya kecapekan dan kurang tidur,hanya perlu di rawat beberapa hari di sini"jawab dokter yang di panggil Bram itu santai.
Sampai akhir nya pandangan nya melihat ke arah ayah.
"ck ck,ternyata kalau sudah jodoh memang gak kemana"decak dokter Bram,dan mendapat toyoran dari ayah.
"berisik"ketus ayah.
Sedangkan yang ada di sana hanya bisa menghela nafas kasar,karna ke sana nya akan ada perdebatan sengit.
"gimana kabar nya,Darma?"tanya dokter Bram tersenyum sinis.
"buta kau,apa kau gak lihat kalau aku ini sehat wal'afiat,kau ini kalau bertanya yang berbobot donk"sinis ayah menatap dokter Bram.
"makan nya aku tanya,karna aku gak tau,siapa tau kan,kalau yang di depan ku ini roh nya"celetuk dokter Bram membuat ayah kesal.
"kurang ajar,kau berharap aku mati hah?"ucap ayah dengan nada tertahan saking kesal nya.
"mana ada"ucap dokter Bram santai.
Mereka yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya.
"kau saja heran kan Bram,apa lagi aku,ku pikir aku halusinasi saja,karna sudah lama menghilang,dan sekarang tiba tiba muncul kembali,aku juga berpikir sama seperti mu"timpal papa Adi mendapat tatapan tajam dari ayah.
"baiklah,tak masalah,ayo Bun kita lihat putri kita,dan ya,jangan biarkan anak dari lelaki tua ini mendekati putri kita lagi,kalau perlu kita pindah lagi dari kota ini"ucap ayah serius,namun di balik itu ia tersenyum puas.
"tapi yah,,"
"gak ada tapi tapi Bun,ayo kita pergi."ucap ayah sambil berjalan pergi dari ruangan tempat di rawat Alvi.
Papa Adi dan mama Riska yang mendengar itu mengerutkan kening nya.
Namun,mereka segera tersadar,ia mengerti maksud dari perkataan ayah.
"pa,berarti gadis yang semalam itu adalah anak dari mereka,kalau begitu,jangan sampai mereka pergi lagi,kalau perlu kita nikahkan mereka saja"ucap mama Riska panik,sedangkan Friska hanya diam mendengarkan,ia hanya santai saja,karna ia sudah tau niat ayah.
Sedangkan Kenan,masih bingung dengan keadaan ini,ia hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
__ADS_1