
Di tempat lain,tepat nya di sebuah rumah yang terlihat besar.
Terlihat seorang pria yang baru saja pulang dari kantor nya,bersandar di sofa ruang tengah.
Terlihat wajah nya yang begitu terlihat lelah,bahkan ia sampai menghembuskan nafas nya berkali-kali.
"Tuan,ini teh nya."ujar pelayan yang datang membawakan minuman.
"Terima kasih bi."ucapnya dingin.
"Sama-sama tuan."ujar pelayan paru baya itu,lalu pergi dari sana.
Setelah cukup,meminum minuman nya,ia pun beranjak dari duduk nya dan pergi ke lantai atas dimana kamarnya berada.
"Dasar asisten somplak,berani-berani nya dia cuti tanpa kasih tau dari jauh hari.Dan apa lagi,ia mengirim sekertaris genit seperti itu,dia pikir gue ini akan tergoda apa,dasar asisten durhakim."gerutu nya,bahkan tak berhenti sampai ia masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian,ia sudah selesai,baru teringat ia segera meraih ponsel nya,dan segera menghubungi asisten nya.
"Hal.."belum selesai di jawab,ia sudah kena semprot oleh si penelpon.
"Lo itu gimana sih,masa lo nyodorin gue sekerrtaris genit macam ulat keket itu,lo pikir gue seneng apa,yang ada gue tuh langsung pecat."marah nya tanpa mendengarkan orang di sebrang bicara.
"Gue gak mau tau,besok harus ada sekertaris baru,kalau sampai besok belum ada,lo balik waktu itu juga.Dan ingat gue gak mau sekertaris genit,apa lagi seperti j*lang"ucap nya langsung menutup sambungan telponnya.
"Sial,gara-gara asisten itu,aku harus bicara panjang lebar seperti ini,dasar menjengkelkan."gerutu nya,seperti belum puas meluapkan amarahnya.
"Huft,rasanya kepala ku hampir pecah."ujar nya sambil berbaring di ranjang nya.
Namun,dering ponsel nya,membuat ia mengurungkan niatnya,dan ia segera meraih ponsel nya,melihat siapa yang menelpon nya,dan langsung mengangkat nya.
__ADS_1
"Hallo"sapanya.
"..."
"Bagus,saya mau proses secepatnya,karna saya tak ingin menundanya lagi,perceraian itu harus segera selesai."ujar nya tegas.
".."
Setelah itu ia langsung merebahkan tubuhnya.Namun,bukan nya tertidur ia malah melamunkan sesuatu.
"Andai saja,kamu tak membohongiku dan mengkhianati,mungkin saat ini aku sudah semakin menyayangi mu.Namun ternyata kamu malah melakukan hal itu,bahkan sampai membuat orang tua ku kecewa,bahkan,sampai sekarang aku malu untuk menemui mereka.Walaupun mereka tak pernah membenci ku,tapi tetap saja aku malu."
"Ma,pa,maafkan aku membuat kalian kecewa."gumam nya pelan,dan ia pun mencoba untuk memejamkan mata nya.
Di tempat lain,seorang wanita muda sedang menangis dengan memegangi kaki lelaki paru baya.
"Ayah,maafkan aku,aku tau aku salah,bahkan aku sekarang sangat menyesal."ucap nya dengan sesegukan.
Duarr
"A,,ayah"
"Kau tau,dulu aku dan istri ku,begitu bahagia karna bisa memiliki anak,meski bukan anak kandung kami,tapi,sekarang aku menyesal sangat menyesal.Aku merasa aku memang tak layak untuk menjadi orang tua,aku telah gagal,aku tak bisa mendidik nya dengan baik.Anak yang ku temukan dan ku bawa ke rumah dengan bahagia,aku mendidik nya,mengajari nya banyak hal,bahkan selalu menuruti semua keinginan,bahkan kami rela menjual tanah yang tak seberapa banyak,hanya untuk menyekolahkan nya di sekolah favorit di kota inidengan harapan ia bisa membangga kan kami sebagai orang tua nya.Namun ternyata,khayalan kami terlalu tinggi.Ia malah tumbuh menjadi gadis yang tak tau diri.Dan kau tau siapa itu?,KAU,kau anak yang tak tau diri,dan tak tau terima kasih,aku menyesal pernah menjadi ayah untuk mu."ucap nya panjang lebar dengan suara bergetar.
"Maafkan aku.Aku..."ucapan nya terhenti.
"Pergilah,karna aku tak memiliki putri seperti mu.Dan mulai sekarang,jangan temui aku lagi,kau bisa pergi,kemana pun kau mau.Ya,dan satu lagi,jangan panggil aku ayah,karna aku tak memiliki putri yang bernama,Vita."ucap nya sambil berbalik,bahkan saking keras nya,tangan yang sedsri tadi di kaki nya terlepas.
Ya,dia Vita,setelah kepergian nya dari kediaman rumah suaminya,ia kembali datang ke rumah ayah nya,namun ia tak mendapatkan respon baik.
__ADS_1
Bahkan ia sudah melakukan segala cara untuk merebut hati ayah nya,namun tak berhasil.
Dan fakta tentang nya pun terkuak,bahwa ternyata ia bukan putri kandung dari pak Deri.
"Ayah,,,ayah,maafkan aku,dan jangan katakan itu,aku putri mu ayah..ayah"teriak Vita,bahkan sampai menggedor-gedor pintu tersebut.
"Ayah,maafkan aku,aku menyesal."ujar nya lirih.
Karna,tak mendapat jawaban,ia pun dengan perlahan pergi dari sana,dengan sesekali melihat ke belakang berharap ayah nya akan berubah pikiran,namun itu semua hanya angan saja.
"Aku tak punya siapa-siapa lagi,bahkan pria yang ku cintai,telah tega mengkhianati ku dengan memamfaatkan ku.Aakh,maafkan aku,aku menyesal."ujar nya sambil menangis,ia teringat tentang kelakuan nya selama ini.
"Mas Arief,maafkan aku,aku sangat berdosa sekali padamu,aku telah menyia-nyiakan suami sebaik dirimu.Dan sekarang aku sangat menyesal.Aku ikhlas jika kamu tetap menceraikan ku,karna aku sangat tak pantas untuk bersanding dengan pria baik seperti mu."gumam nya pelan.
Karna,sudah tak ada yang bisa ia lakukan di sana,ia pun pergi ke luar kota.Ia akan mencoba membuka hidup baru,di tempat baru dan lingkungan baru,semoga saja dengan begitu ia bisa menjadi manusia yang lebih baik.
Di sebuah mewah,terlihat sepasang suami istri paru baya,sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Pa,bagaimana kabar putra kita,apa dia baik-baik saja.Mama sangat merindukan nya."ucap si istri dengan sendu.
"Papa yakin,ia baik-baik saja.Mungkin saja ia belum siap,bertemu dengan kita lagi,biarkan ia menenangkan diri nya dulu"ucap si suami menenangkan.
Mereka berdua tuan dan nyonya Nugraha.Mereka sedang membicarkan putra mereka Arief Nugraha.
Karna setelah kejadian terjadinya penggerebekan terhadap istrinya,ia pergi begitu saja,bahkan tanpa pamit pada mereka sebagai orang tua nya.
"Sudah malam,sebaiknya kita tidur."ajak tuan Nugraha.
Namun,tak di respon oleh istrinya,ia pun menghela nafas.
__ADS_1
"Ma,kita do'a kan, supaya putra kita bisa secepat nya pulang.Sekarang kita istirahat dulu,besok kita coba datang ke rumah nya."bujuk tuan Nugraha.
Mendengar ucapan suaminya,akhirnya nyonya Nugraha luluh.Mereka pun pergi ke kamar nya.