Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Tamat


__ADS_3

Saking asin nya air garam itu,membuat Devan berteriak kesakitan,apalagi luka yang di buat Alvi,di tambah dengan siraman air garam,uuh membuat nya merasakan sakit yang teramat.


Dan,tanpa aba-aba, Nayla memotong jari-jari tangan nya,bahkan tanpa takut sedikit pun,bahkan yang terlihat hanya wajah datar tanpa ekspresi.


Semua melihat itu hanya bergidik ngeri,sedangkan Alvi ia terlihat tersenyum melihat itu.


"Ini baru istri dari seorang Alvian Putra Pradipta."gumam dalam hatinya sambil tersenyum miring.


"Kau tau,pria brengsek seperti mu,harus musnah dari dunia ini.Karna apa?,karna manusia seperti mu tak layak hidup.Dan aku yakin,orang tua mu merasakan kekecewaan yang besar,melihat putra mereka."ujar Nayla dengan santai,dan masih melakukan tugas nya tanpa lelah.


"Wah,cantik bukan?"ujar Nayla dengan bangga.


"Sangat,sangat cantik."ujar Alvi santai sambil berjalan menghampiri Nayla.


"Hehehe."Nayla hanya menyengir.


"Uuh,itu sangat mengerikan."ucap Rafa.


Bagaimana tidak,keadaan Devan,sudah sangat hancur,bahkan mata nya pun sudah tak ada di tempat nya.


Di tambah lagi dengan keadaan tubuh yang sudah tak utuh lagi.


Tangan dan kaki yang terpisah,bahkan ia sudah seperti orang mati dalam keadaan tubuh terpisah.


"Bereskan."titah Alvi pada anak buah nya.


"Bawa dia ke hadapan Charlie,dan pastikan Charlie menyambutnya dengan senang."ujar Alvi sambil pergi dari ruangan itu.


"Ayo sayang,kita bersihkan badan kita."ajak Alvi lembut.


Setelah itu mereka pun pergi dari sana.Bahkan semua para sahabat pun ikut pulang ke rumah masing-masing.


Beberapa bulan telah berlalu,sekarang mereka sedang menghadiri sebuah acara pernikahan.


Acara pernikahan kedua dari keluarga Pradipta.Ya,setelah sekian lama menunggu,akhirnya perasaan yang Friska pendam akhirnya terbalas.


Tak lama dari setelah kejadian Nayla menghabisi Devan.Friska yang sedang bekerja di kantor nya, tiba-tiba di hampiri oleh Bara.


Dan,di situ Bara mengutarakan isi hati nya,meski tak ada kata romantis,bahkan kesan nya seperti memaksa dan rasa gugup sedikit pun.


Karna,memang sudah lama memendam rasa akhirnya, Friska pun menerima Bara dan mengungkapkan isi hati nya.


Bahkan, Friska di buat melongo,setelah mendengar Bara, mengajak nya langsung menikah.


"Dan ya,aku gak mau pacaran,aku mau langsung nikah."ujar Bara datar.


"Hah."Friska yang mendengar itu hanya melongo.


"Tak ada bantahan.Nanti malam aku ke rumah mu."ujar nya sambil berjalan pergi.


Brak

__ADS_1


Mendengar pintu tertutup,kesadaran Friska pun kembali.Ia tak percaya dengan kejadian barusan,bahkan ia sampai menampar pipi nya sendiri.


Dan ya,malam hari nya,keluarga Bara datang bermaksud untuk melamar Friska,dan kedua keluarga besar pun menerima itu,dan pernikahan akan di adakan tiga bulan dari sekarang.


Dan sekarang,adalah hari.pernikahan mereka.Banyak teman dan keluarga yang datang.


"Selamat ya bestie,semoga cepat di beri momongan."ujar Amel dengan suara keras nya,bahkan sedikit berteriak.


Membuat semua orang melihat ke arah mereka,dan mereka pun merasakan malu,bahkan para pria pun hanya bisa menghela nafas.


"Thank's."ujar Friska tersenyum.


"Selamat bro,akhirnya duda perjaka kita gak jomblo lagi."ujar Toni dengan tersenyum jahil.


"Hm"ujar Bara datar.


"Selamat,akhirnya duda perjaka yang di sandang lo,bakalan berakhir nanti malam."ujar Rafa tersenyum jahil.


"Maksud lo apaan?"tanya Kenan.


"Masa lo gak ngerti sih?."tanya Rafa balik.


"Hah?"mereka semua hanya melongo termasuk para cewe,sedangkan Alfi hanya diam saja.


"Dasar ogeb,nanti kan malam pertama nya si ini bocah."ujar Rafa terpotong karna Kenan dan Toni langsung bicara lantang.


"Bener banget."teriak mereka berdua,dan sekali lagi,mereka menjadi pusat perhatian.


Sedangkan Bara melihat ke arah Friska dengan senyum smirk nya.Bahkan badan nya sedikit condong ke arah Friska.


"Bersiaplah,nanti malam sayang"bisik Bara membuat Friska meneguk saliva nya kasar,dan wajah merona,karna baru pertama kali,mendengar Bara memanggil nya sayang.


Dan untuk Nayla dan Alfi sendiri,mereka di beri kepercayaan kembali,dan kini Nayla tengah mengandung satu bulan.


Dan untuk kedua sahabat mereka lain nya, Toni dan Tia mereka sudah menikah dua minggu lalu,dan untuk Rafa dan Amel,satu minggu lagi menyusul untuk menikah.


"Ayo Yang,kita duduk di sini"ajak Alfi,yang semakin hari semakin posesif.


Namun, Nayla yang mendapat perlakuan itu,bukan nya kesal atau muak,justru ia sangat menikmati itu,karna ia tau,bahwa suaminya,takut kejadian dulu terulang lagi.


Dan untuk yang mengidam,kali ini tetap sang suami.Bahkan saat ini,ia melihat suaminya,sedang membawa makanan dengan dua piring penuh,jangan lupakan seorang pelayan kembali membawa dua piring di tangan nya.


"Sayang,kok banyak banget,makanan sebanyak ini buat siapa?"tanya Nayla lembut.


"Buat aku Yang,soal nya aku lapar,dan lagi,ini bentuk nya lucu-lucu."jawab Alfi senang,bahkan mata nya terlihat berbinar.


"Yakin bakalan habis?"tanya Nayla kembali.


"Yawkin"jawab Alfi dengan mulut penuh.


"Ya udah,habiskan."ujar Nayla tersenyum.

__ADS_1


"Kamu mau?",tawar Alfi.


"Gak,kamu aja,aku masih kenyang."ujar Nayla.


Tanpa menjawab ucapan Nayla,ia pun sibuk dengan makanan nya.


Beberapa bulan kemudian,di sebuah rumah sakit terbesar,dua keluarga sedang menunggu di depan ruangan bersalin.


Terlihat di wajah mereka,rasa cemas dan was was.


Oek oek oek.


Oek oek oek


Terdengar suara bayi yang baru lahir,membuat semua orang bernafas lega.


Ceklek


Terlihat seorang pria,keluar dari dalam sana dengan wajah bahagia nya,dengan air mata menggenang.


"Gimana?"tanya mereka menghampiri pria tersebut.


"Ma,sekarang Alfi jadi seorang ayah,aku seneng banget."ujar Alfi memeluk mama nya erat.


"Laki-laki atau perempuan?"tanya semua orang yang di sana.


Mendengar pertanyaan itu, Alfi melepaskan pelukan nya,dan menatap semua orang yang di sana.


"Sepasang."ujar Alfi senang.


"Hah?"mereka semau cengo dan belum ada yang mengerti.


"Maksud mu boy?"tanya papa aldi.


"Kembar,cewe cowok."ujar Alfi.


"What?"teriak mereka semua.


"Kembar?"tanya mereka lagi.


"Iya."


Dan jawaban Alfi membuat semua orang senang,bahkan papa Aldi dan ayah Darma,langsung berpelukan,bahkan sampai menitikkan air mata.


"Akhirnya,aku punya dua cucu kembar."ujar mereka berbarengan.


Dan lengkap lah kebahagian mereka,mereka saling berebut,meski ada dua bayi,namun mereka masih saja berebut,bahkan para nenek mereka tak kebagian untuk menggendong.


Hanya si kakek saja yang sedari tadi menggendong nya,bahkan Alfi dan Nayla pun hanya sebentar ketika si bayi ingin menyusu.Setelah itu di ambil.lagi oleh si kakek.


~Tamat~

__ADS_1


__ADS_2