
"pasien bisa mengalami kelumpuhan otak,dan yang kedua pasien bisa mengingat kembali,kejadian serta orang orang yang kini ia lupakan."jelas dokter itu.
Mendengar penjelasan dokter,membuat Alvi memasang wajah dingin nya.
"usahakan agar dia tidak mengalami hal yang pertama,kalau sampai itu terjadi,kau,sebagai dokter di sini akan ku pecat,bahkan kau akan di blacklist dari seluruh rumah sakit."ancam Alvi membuat dokter itu menelan saliva nya.
Glek
"kau dengar itu"geram Alvi membuat dokter itu terperanjat.
"jangan lupa pindahkan dia ke ruangan VIP"perintah Alvi tegas.
"ba,,baik tuan"ucap dokter terbata dan bergegas pergi dari sana.
Keluarga Nayla mendengar itu,mangalihkan tatapan nya pada Alvi.
Saat ayah akan berbicara Alvi sudah pergi dari sana,tanpa berucap apa pun.
Friska yang melihat itu,segera menghampiri ayah,ia takut ayah akan tersinggung.
"ayah"panggil Friska.
Mendengar nama nay di panggil ayah melihat ke arah Friska.
"maafkan kakak ku,ia bukan nya kurang ajar,hanya saja jika ia sedang keadaan tertekan ia akan bersikap begitu."jelas Friska berharap ayah tak marah.
"tidak apa apa nak,ayah mengerti"ucap ayah lembut,ia sudah tau siapa pria itu,jadi ia maklumi nya.
Setelah kepergian Nayla,ayah dan bunda menyusul Adnan ke kamar nya,mereka ingin segera tau,siapa pria itu,dan di dalam sanalah Adnan menjelaskan semua nya,bahkan Adnan sampai mengeluarkan Poto Poto kebersamaan mereka.
Dan di situlah ayah percaya,dan mencoba menerima Alvi sebagai pria yang di sukai putri nya.
Tak lama suster datang dan izin untuk membawa Nayla ka ruangan permintaan tuan muda itu.
Mereka mengikuti suster membawa Nayla,sampai nya mereka di ruangan itu.
Nayla belum sadar dari pingsan nya,dan itu membuat keluarga nya was was,ia takut harapan mereka tak sesuai.
Sedangkan Friska,ia menghubungi teman teman nya,sekaligus orang tua nya.
Di tempat berbeda,namun masih di rumah sakit itu.
Di taman rumah sakit yang sudah sepi,karna waktu hampir tengah malam.
Alvi merenung sendiri,ia sebenar nya merasakan ketakutan.
Ketakutan akan penjelasan dokter mengenai wanita nya.
Tanpa sadar ia meneteskan air mata nya,ia hampir sesegukan.
"kamu harus kuat,dan setelah kamu sembuh,aku akan menepati janjiku"gumam nya.
__ADS_1
Saat sedang melamun,ia terkejut karna ada yang menepuk pundak nya pelan.
"om"gumam Alvi dengan segera menghapus air mata nya.
Ayah hanya tersenyum dan duduk di samping Alvi,ia tersenyum melihat Alvi dengan mata merah.
"kau tau nak,dulu putri ku selalu bercerita,bahwa ia ingin mempunyai suami seperti ayah"ayah memulai pembicaraan.
Alvi diam tak menyela.
"karna apa?..karna ayah cinta pertama ku,dan tentu saja ayah adalah orang yang paling ngerti aku.endengar itu ayah bisa tertawa"ucap ayah menjeda ucapan nya.
Mendengar itu Alvi tersenyum kecil.
"tapi setelah ia besar,ia jarang bercerita kepada ayah,hanya pada adik nya lah ia terbuka,mungkin ia malu bila harus menceritakan kan masalah asmara nya"ucap ayah sambil tersenyum mengingat cerita Adnan.
"kalau saja kemarin bunda tak bercerita mengenai putri ku itu,mungkin ayah tak akan pernah tau"ucap ayah mengakhiri cerita nya.
Alvi yang mendengar itu masih diam,namun ia mendengar kan setiap kata yang ayah ucapkan.
"jika kau memang ingin serius dengan putri ayah,ayah hanya minta,jangan buat dia menangis, cintai dan sayangi dia,karna keluarga kami banyak melimpahkan itu semua,dan jika sesuatu terjadi pada Nayla,apa pun itu ayah harap kau jangan menyesal."ucap ayah serius.
Seperti mendapat lampu hijau,Alvi pun kembali bersemangat.
"apa ayah merestui kami?"tanya Alvi serius.
"hmm"dehem ayah dan segera berdiri.
"Yeay,akhir nya bentar lagi gue mau nikah"teriak nya,tak peduli penghuni rumah sakit itu terganggu.
Namun,tanpa dia tau ayah sedangenginyip nya di balik pilar.
"dasar,anak sekarang."gumam ayah tersenyum menggelengkan kepala nya.
Setelah itu ayah pergi dari sana meneruskan tujuan nya.
Alvi yang sedang bahagia,terkejut saat mendengar suara ponsel nya.
Melihat layar ponsel nya,dan melihat nama si pemanggil,ia mendadak kesal.
"apaan si lo ganggu aja deh."ketus Alvi kesal.
"sabar bro,gue cuma mau ngasih tau,besok jangan lupa ada meting penting dengan perusahaan.."belum selesai berbicara Alvi sudah memotong nya.
"gue gak bisa,gue lagi sibuk"masih dengan ketus Alvi bicara.
"besok gak kalah sibuk tau"
"pokok nya gue gak bisa,gue lagi di rumah sakit"ucap Alvi.
"ngapain lo di sana?"
__ADS_1
"mandi"ketus Alvi dan langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
Di sebrang sana sang asisten menggerutu.
"dasar atasan luc***t"umpat nya.
"tapi,ngapain dia di rumah sakit?..wah gawat gue harus nelpon om dan Tante"ucap nya pada diri sendiri.
Segera ia menyalakan lagi ponsel nya,ia mencari nomor Tante nya tapi tidak di angkat,kemudian ia mencoba menekan nomor om nya,dan syukur nya di angkat.
Papa Adi yang baru saja menelpon asisten nya,terkejut melihat ponsel nya menyala,ia pun mengangkat lagi panggilan itu.
"ngapain ini anak nelpon jam segini,tumben"papa Adi berbicara sendiri.
"hallo"baru saja mengucapkan satu kata,di sebrang sana Kenan sudah berteriak.
"om gawat,si Al masuk rumah sakit"teriak nya,membuat papa Adi menjauhkan ponsel dari telinga nya.
"kau,dasar bocah tengik,kau pikir om ini budeg apa,kenapa pake teriak teriak segala sih."gerutu papa Adi,sedangkan di sebrang sana hanya menyengir kuda.
"iih,om ini,aku itu panik om,karna si muka datar masuk rumah sakit"jelas Kenan yakin.
"sudah tau"jawab papa Adi singkat.
"om itu kenapa sih,kaya nya santai banget denger anak nya masuk rumah sakit,heran deh aku,apa si Al itu bukan anak kandung om?"ucap Kenan membuat papa Adi kesal.
"sembarangan kau,seenak jidat kau saja kalau ngomong."omel papa Adi.
"habis nya,om itu santai banget."Kenan tak mau kalah.
"terus om harus gimana,harus berlarian sambil teriak guling guling gitu?"tanya papa Adi masih dengan nada kesal nya.
"ya gak gitu juga om"ucap Kenan dengan suara pelan.
"alah,sudahlah,sekarang om tanya dimana si muka datar itu di rawat?"tanya papa Adi sudah mulai jengah.
"gak tau om"ucap Kenan dengan suara pelan.
Membuat papa Adi mendengus kesal.
"kalau gak tau,ngapain kau nelpon malam malam,ganggu aja"kesal papa Adi.
"hehehe,aku kan cuma ngasih tau"ucap Kenan sambil nyengir tanpa dosa.
"sudahlah,kau sungguh mengganggu"geram nya langsung mematikan sambungan nya.
"dasar bocah tengik itu,aakh,dingin lagi,kenapa sih,mama pake acara tidur di luar begini."gerutu nya kesal,namun ide licik nya mulai bekerja.
Kemudian papa Adi pun bangkit,dan membuka pintu kamar nya pelan pelan.
"huft,untung sudah tidur"ucap nya pelan.
__ADS_1
"hehehe,besok kau pasti akan terkejut"gumam papa Adi berbaring di samping mama Riska,dan gak lama ia pun menyusul mama Riska ke alam mimpi.