
Acara bakar-bakar pun selesai,mereka pun berpamitan untuk pulang.
Mereka pulang di antarkan oleh para pria,karna memang jarak rumah mereka tak jauh.
Berbeda dengan Nayla,ia di antarkan oleh Alvi,karna Alvi merasa khawatir dengan keadaan Nayla.
Bukan tidak percaya dengan teman-teman nya,hanya saja ia akan merasa tenang jika ia yang mengantar nya langsung.
Di tengah perjalanan,ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
Alvi yang menyadari itu,segera mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi seseorang.
"Lindungi kami"titah Alvi dingin,tanpa mendengar balasan di sebrang sana,Alvi sudah mematikan ponsel nya.
Nayla merasa heran ia pun bertanya pada Alvi dengan wajah serius.
"Apa ada sesuatu?"tanya Nayla polos.
Mendengar pertanyaan itu,Alvi tersenyum dan mengusap kepala Nayla lembut.
"Hanya masalah kecil"jawab Alvi lembut.
Nayla hanya mengangguk,namun entah apa yang di pikirkan nya,hanya ia yang tau.
Sampai nya di depan rumah Nayla,terlihat ayah sudah menunggu di teras.
Nayla dan Alvi turun,untuk sekedar menyapa,dan juga ada sesuatu yang harus Alvi sampaikan.
"Om,maaf ya,saya nganterin nya malam,soal nya tadi ada acara kecil-kecilan di rumah"ujar Alvi sopan.
"Gak apa-apa,yang penting sekarang putri ayah sudah datang dengan selamat"ujar ayah tersenyum.
"Oh ya Om,ada yang ingin saya sampaikan"ucap Alvi sopan,dan ayah pun menganggukan kepala nya.
"Baiklah,ayo masuk"ujar ayah dan berjalan ke dalam rumah nya.
Sedangkan Alvi dan Nayla mengikuti nya dari belakang.
"Gak apa-apa kan kalau kamu masuk ke kamar aja,aku ingin bicara penting sama ayah"ujar Alvi lembut,dan di angguki oleh Nayla.
__ADS_1
Sampailah mereka di ruang kerja ayah,ayah menatap serius ke arah Alvi.
"Ada apa?"tanya ayah serius.
"Begini Om,tadi waktu kami lagi ke pantai,kami melihat seorang pria,yang dulu nya pernah akan mencelakai Nayla"Alvi menjeda kalimat nya.
Namun terlihat ayah sudah mengepalkan tangan nya,bahkan wajah nya memerah karna menahan emosi.
Alvi tak menghiraukan ekspresi ayah,ia pun melanjutkan cerita nya.
"Dan tadi pun Nayla sempat mengalami guncangan pada diri nya.Jika ayah bertanya aku tau dari mana,tentu nya dari teman-temannya."ucap Alvi.
"Apa yang kau inginkan?"tanya ayah,karna ia tau ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh Alvi.
"Begini Om,kalau boleh pernikahan kita di percepat,tak apa jika hanya ijab dulu saja,karna aku yakin dia pasti akan melakukan sesuatu,apa lagi mengingat dia juga salah satu musuh ku"jelas Alvi membuat ayah mengerti dan menganggukan kepala nya.
"Ayah menyerahkan semua ini pada keluarga mu,karna ayah tak bisa berbuat apa-apa,dan mungkin ayah juga akan bicara pada Nayla tentang rencana ini"ujar ayah pasrah.
"Iya,dan aku juga akan bicara pada mama dan papa mengenai ini"ujar Alvi semangat.
"Dan ya,seperti nya ayah akan menemui kakek nya Nayla,ayah akan memberitahukan tentang pernikahan cucu nya"ujar ayah dengan sendu.
"Memang siapa?,dan kenapa Nayla tak pernah menceritakan tentang kakek nya?"tanya Alvi penasaran.
"Kau pasti mengenal nya,karna tidak mungkin perusahaan terbesar no.3 tak ada yang mengenal nya"ucap ayah santai.
"Apa?,jadi keluarga Baskoro adalah keluarga ayah?"tanya Alvi menganga tak percaya,sedangkan ayah hanya menggelengkan kepala nya.
Buk
"Apaan kau ini,sampai menganga begitu dasar deso"sindir ayah sambil melempar bantal sofa.
"Ya ampun ayah,kenapa mesti ngelempar sih,kaget tau"ujar Alvi mengusap dada nya pelan.
"Habis nya,kau ini kenapa kaget begitu,bahkan yang harus kaget itu ayah,karna kau kan perusahaan terbesar no.2di Asia"ucap ayah tersenyum sinis.
"Ayah gak tau aja,meski pun tanpa nama keluarga,aku masih jauh lebih kaya lagi tau"ucap Alvi sombong.
"Alah,sombong"cibir ayah mencebikan bibir nya.
__ADS_1
"Yehh,ayah di bilangin gak percaya,kalah gak percaya tanya aja sama papa, kekayaaan aku tuh lebih banyak dari kekayaan papa"ucap.alvi yang semakin sombong.
"Gak percaya tuh"ayah masih saja tak percaya.
"Tapi yang pasti ayah mengenal dong perusahaan terbesar no.1 di Asia?"tanya Alvi santai.
"Tentu saja,itu perusahaan yang membuka dari berbagai bidang,dari perhotelan,restoran,otomotif,pendidikan dan masih banyak lagi."ucap ayah berbinar.
"Terus,ayah tau siapa pemilik nya?"tanya Alvi kaget sengaja di buat-buat.
"Gak tau,tapi nama perusahaan itu adalah Vinay's groups"ucap ayah semangat.
"Dan ayah tau singkatan dari nama perusahaan itu?"tanya Alvi lagi.
"Gak tau"ucap ayah santai.
"Ya gak mungkin tau lah,soal nya itu nama gabungan antara aku sama putri ayah"ucap Alvi santai.
"Oh"ayah hanya menanggapi nya santai,namun sedetik kemudian,ayah tersadar dan berteriak.
"APA?"teriak ayah,membuat Alvi menutup telinga nya,dan di susul dengan suara Bunda,Adnan,dan Nayla.
"Ada apa yah,kok teriak-teriak,ini.tuh udah malam tau,ganggu orang ajah."gerutu Adnan dan langsung duduk di samping kiri ayah.
Sedangkan bunda segera ke dapur untuk membawa air minum,dan Nayla mengusap dada ayah nya lembut,dan sedikit melihat ke.arah Alvi,namun Alvi hanya mengendikkan bahu nya tak tau.
"Minum dulu yah"titah bunda sambil menyodorkan gelas yang berisi air minum tersebut.
Memang, perusahan yang Alvi dirikan tak ada yang tau siapa pemilik nya,hanya papa nya saja yang tau.
Mereka hanya tau tentang perusahaan tersebut yang membuka setiap bidang,dan sampai sekarang pun,siapa pemilik nya masih menjadi rahasia.
Sontak saja itu membuat ayah terkejut,bahkan sampai hampir pingsan.
Ayah menatap ke arah Alvi,dan Alvi hanya menggelengkan kepala nya.
Ia seperti belum siap memberi tau itu semua,karna jika sampai banyak orang yang tau,ia takut akan banyak musuh-musuh yang selama ini selalu mengincar kelemahan perusahaan tersebut,dan berpindah pada keluarga serta orang-orang terdekat nya.
Bahkan sampai sejauh ini,masih banyak musuh yang belum jera,meski mereka tak pernah tau siapa pemilik nya.
__ADS_1
Karna setiap ada masalah apa pun,Alvi tak pernah turun tangan,karna ada asisten kepercayaan nya di perusahaan itu.
Kecuali hal itu sangat mendesak dan harus ia yang menangani nya,namun ia tak pernah menunjukkan wajah nya,ia selalu memakai masker agar tak ada yang mengenali nya.