
Nayla yang tak mengetahui kedatangan Alvi,terlihat cuek,bahkan dengan santai nya ia ia berbaring di ranjang king size nya,hingga bathrobe yang di pakai nya tersingkap,memperlihatkan paha mulus dan putih nya.
Nayla merasa aman,karna suami nya tak ada,tanpa ia ketahui sepasang mata melihat nya seperti mangsa segar di depan mata.
"Lelah nya"gumam Nayla sambil memejamkan mata nya.
Glek
Alvi menelan kasar saliva nya,bahkan sesuatu di bawah pusar nya menggeliat membesar.
Alvi merasa hawa di sekitarnya terasa sesak,bahkan degup jantung nya kian cepat,membuat keringat nya bercucuran.
Karna tak dapat menahan ga*rah nya lagi,Alvi berjalan perlahan ke arah ranjang.
Ia melihat istri nya memejamkan mata,membuat nya semakin berga*rah,apa lagi sesuatu di bawah sana sudah sesak di dalam sangkar nya.
"Seperti nya kau sudah siap, Sayang"ujar Alvi serak,membuat Nayla yang memejamkan mata nya,seketika matanya terbuka lebar,dan langsung duduk.
Nayla menatap Alvi gugup,bahkan menelan saliva nya saja ia sudah.
Belum keterkejutan nya selesai,Alvi malah sedang berusaha membuka baju dan celana nya.,dan hanya menyisakan celana pendek nya saja.
Glek
Nayla merasa malu dan gugup sekaligus,melihat badan perfect suami nya.
"Ya Tuhan,roti sobek"gumam Nayla,dengan sesekali mata nya ke atas ke bawah melihat badan dan wajah Alvi.
"Kau mau memegang nya?"tanya Alvi berbisik di telinga Nayla,membuat Nayla dengan spontan menganggukan kepala nya.,dan sedetik kemudian menggeleng.
Melihat itu Alvi tersenyum,dengan segera menarik tangan Nayla lembut,dan mendaratkan nya di perut nya.
"Peganglah,dan usap dengan lembut"ujar Alvi.
Seakan terhipnotis,Nayla menuruti perkataan Alvi,Nayla yang tadi nya gugup,bahkan tangan nya gemetar,sekarang ia mencoba dengan perlahan-lahan,dan rasa nya menyenangkan,bahkan senyum tipis tersungging di bibir nya.
Alvi yang merasakan usapan lembut itu,memejamkan mata nya,mencoba meresapi dan merasakan gerakan halus itu.
Sudah cukup bermain-main nya,Alvi segera menarik tengkuk Nayla lembut,dan mendaratlah bibir tipis itu di bibir merah merona Nayla.
Nayla yang terkejut seketika membeku,dan mata nya melotot tak berkedip.
Ia hanya diam tak membalas perlakuan lembut Alvi,karna ia belum pernah melakukan itu,meski Alvi sudah sering melakukan ci*man itu,namun itu di lakukan hanya sebatas kec*pan saja.
Merasa lawan nya tak membalas, membuat Alvi melepaskan pag*tan itu,dan melihat ke wajah Nayla.
"Balas sayang"bisik Alvi membuat Nayla tersadar,dan seketika wajah nya memerah dan menunduk.
Melihat itu Alvi gemas,dan mencapit dagu Nayla lembut,sebelum akhirnya kecupan bertubi-tubi di berikan Alvi.
Karna sudah tak tahan,Alvi membaringkan Nayla di ranjang,dengan perlahan,ia mendaratkan kembali kecupan-kecupan ringan di kening,pipi dan bibir nya,dan terakhir memberikan ciuman penuh na*fsu di bibir Nayla.
Merasakan ci*man yang semakin menggebu namun tetap lembut, membuat nayla memejamkan mata nya,dan mencoba untuk membalas nya meski merasa kaku.
Merasa ci*man nya di balas,Alvi menerbitkan senyum tipis di sela ci*man nya.
Dengan perlahan tangan meraba-raba bagian tubuh Nayla dengan lembut,seketika menemukan yang di cari nya, terasa seperti squishi,ia me**mas nya lembut, seketika de**han lirih terdengar di telinga nya.
Alvi tak menghentikan itu,ia terus menyelusuri leher Nayla dan memberikan kecupan serta hisapan di sana,menimbulkan bercak merah di sana.
Membuat Nayla melenguh dan mengeluarkan er**gan manja.
Sampai akhirnya mereka masuk pada inti nya,mereka melakukan kegiatan panas itu sampai jam 3 pagi.
Karna sang suami,terus meminta lagi dan lagi,meski lelah tapi ia tetap melakukan nya.
Setelah melakukan kegiatan panas itu,mereka memaksa kan diri untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah itu,mereka kembali ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Keesokan pagi nya,rumah kediaman tuan Baskoro terlihat ramai,karna teman-teman sang pengantin baru di suruh menginap di sana.
Terlihat bunda,mama Riska dan para wanita muda nya sedang bergeming di dapur.
Sedangkan para pria,mereka berkumpul di ruang keluarga,kebetulan cuaca saat ini terlihat mendung.
"Gila,pengantin baru belum nongol juga nich"ujar Rafa santai.
"Lo tuh,gak tau apa malam tadi tuh malam pertama mereka,pantas lah mereka jam segini belum nongol"ujar Toni cuek.
"Ya ampun,gue lupa,berapa ronde mereka main ya?Penasaran gue?"ujar Rafa dengan suara pelan.
Plak
"Nikah sana biar ngerasain"ujar papa Adi sambil memukul pundak Rafa keras.
"Ya ampun Om,aku kan kepo"ujar Rafa membela diri.
"Tau Lo,benar kata Om Adi,nikah sana"timpal Kenan tersenyum sinis.
"Nikah sama siapa?Calon nya aja gak punya"ujar Rafa menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Lah itu,anak gadis Om Darma kan banyak,tinggal pilih salah satu nya"ujar Kenan santai.
"Emang boleh?"tanya Rafa melihat ke arah Ayah.
"Boleh asal ia bisa menyayangi dan tidak menyakiti nya."ujar ayah tegas melihat ke arah para pria.
Sontak saja,itu membuat para pria menelan saliva nya kasar.
Berbeda dengan Bara yang terlihat santai,namun pikiran nya malah membayangkan wajah Friska.
Sedangkan di sebuah kamar,terlihat sepasang suami istri yang baru merasakan sensasi berbeda,dan baru pertama kali merasakan nya,terlihat saling berpelukan satu sama lain.
"Sudah pagi.Pegal nya."gumam Nayla dan mencoba melepaskan pelukan nya dari sang suami.
Ia melihat sejenak ke arah suami nya,seketika ia merasa malu,saat mengingat kejadian semalam.
"Ya ampun,aku sudah tak perawan lagi"gumam Nayla pelan sambil tersenyum.
Ia perlahan-lahan melepaskan pelukan itu dan pergi perlahan ke kamar mandi,karna bagian inti nya merasa sangat ngilu.
Tak lama ia sudah keluar lagi,dari dalam kamar mandi,ia melihat ke arah ranjang,terlihat suami nya masih nyenyak dengan tidur nya.
Karna merasa malu turun sendirian,ia pun mencoba membangunkan Alvi perlahan-lahan.
"Kak,bangun udah pagi"ujar Nayla lembut sambil menyentuh lengan Alvi,namun tak ada jawaban.
"Kak bangun"ujar Nayla kembali,namun Alvi masih tak bergeming.
Bahkan sampai tiga kali pun Alvi tak bangun-bangun.
"Masa sih,aku harus seperti pemeran novel wanita,jika pagi-pagi membangunkan suami yang sudah bangun itu pakai ci*iman,tapi kan aku malu,tapi kalau gak,aku malu turun sendiri,dan pasti akan di ledeki habis-habisan aku."gumam Nayla,tanpa sadar seseorang tersenyum mendengar itu.
Tanpa Nayla sadari,ternyata sedari tadi di bangunkan,suami nya sudah bangun.
Saat akan terbangun,ia mendengar gumaman Nayla,jadi ia menahan nya,ingin tau apa yang akan di lakukan istri nya itu.
Melihat istri nya berbalik melihat ke arah nya,segera Alvi memejamkan mata nya.
Nayla melihat itu menghela nafas panjang,mencoba mengurangi rasa gugup nya.
Huft
Cup
__ADS_1
Dengan berani ia mengecup pipi suami nya,namun belum bereaksi apa pun.
"Kok gak bangun ya,apa harus sebelah nya lagi?"tanya nya dengan polos.
Dengan sekuat tenaga Alvi menahan tawa nya.
Cup
Masih belum,membuat Nayla semakin gugup saja.
"Apa harus juga?"tanya Nayla pada diri sendiri dengan gugup,sambil melihat ke arah bibir suami nya.
"Aakh,aku malu,tapi itu haruskan?Kalau gak dia gak bakalan bangun"gumam nayla mencoba memberanikan diri.
Cup
Cup
Cup
Sampai tiga kali ia meng*cup bibir suami nya,namun saat akan menjauhkan wajah nya,tengkuk nya ada yang menahan.
Bahkan ia semakin terkejut,saat suami nya malah mengulum bibirnya.
"Morning kiss, Sayang"ujar Alvi tersenyum,mengusap bibir istri nya yang basah akibat ulah nya.
Blush
Wajah Nayla memerah,dengan segera ia memalingkan wajah nya.
"Ce,,,cepat bangun,ki,,kita harus sarapan"ujar Nayla gugup.
"Baiklah,ayo kita sarapan"ujar Alvi santai.
Namun tanpa di duga dan membuat Nayla terkejut,suami nya malah menarik nya diri nya terlentang di atas ranjang.,dan mengukung nya di bawah.
"Ma,,mau ngapain?"tanya Nayla gugup.
"Sarapan"ujar Alvi tersenyum.
"Ya udah ayok"ujar Nayla sambil mencoba untuk bangun.
Namun tak bisa karna Alvi menahan nya.
"Minggir dulu kak,aku susah bangun nya"ujar Nayla sambil menepis tangan Alvi lembut.
"Kenapa bangun,kan kita akan sarapan?"tanya Alvi dengan tersenyum mes*m.
"Aku pengen sarapan di bawah,sama yang lain."ujar Nayla yang masih belum paham.
"Tapi aku pengen sarapan di sini, cukup sarapan kamu ajah,udah cukup"ujar Alvi lembut,dengan wajah yang semakin dekat ke wajah Nayla.
"Nanti aja kak,aku udah lapar loh ini"ujar Nayla yang sudah paham maksud dari Alvi.
"Bentar aja,yang"ujar Alvi parau.
"Gak mau,ya udah aku kasih,tapi besok selama satu bulan libur"ujar Nayla serius.
Membuat Alvi gelagapan,dan dengan terpaksa melepaskan Nayla dari kukungan nya.
"Gak mau"ujar Alvi lemas.
"Ya udah, makan nya cepet ke kamar mandi,kita turun ke bawah"ujar Nayla tegas.
"Baiklah"ujar Alvi lemas.
Melihat itu Nayla menggelengkan kepala nya,dan tersenyum.
__ADS_1