Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Perdebatan orang tua


__ADS_3

Sedangkan di kediaman tuan Baskoro,masih ramai dengan keluarga Alvi dan Nayla.


"Kapan kalian akan pulang ke rumah utama?"tanya papa Adi,setelah mereka puas berbincang-bincang.


"Besok mungkin,pa,karna sekarang sudah larut malam,dan juga ada urusan yang belum terselesaikan"ujar Alvi dan di angguki oleh papa Adi.


Sedangkan ayah,bunda,mama Riska dan tuan Baskoro hanya mendengarkan.


Berbeda dengan Nayla yang seperti nya sedang berpikir.


"Nay,kamu kenapa?"tanya bunda ,karna melihat Nayla sedari tadi terdiam.


"Gak kenapa-napa,hanya sedang memikirkan sesuatu"ujar Nayla tersenyum.


Mendengar itu Alvi menengok ke arah nya,dan mengusap pucuk kepala Nayla.


Perlakuan Alvi tak luput dari mata semua orang,dalam hati mereka lega melihat Alvi yang begitu menyayangi Nayla.


"Apa sudah tau cara nya?"tanya Alvi lembut.


"Belum"ungkap Nayla menggeleng.


"Tak usah di pikirkan,biar aku yang pikirkan"ujar Alvi tersenyum.


"Apa yang kalian rencanakan?"tanya ayah penasaran.


"Kepo"ujar Adnan yang baru saja tiba.


"Apa-apaan kamu tuh,maen nyambung aja"ucap ayah ketus.


"Kek,lihatlah suami bunda sungguh kejam pada ku"adu Adnan pada tuan Baskoro.


"Hey bocah,suami bunda mu ini anak nya kakek mu"ujar ayah kesal.


"Emang kata siapa bukan"ujar Adnan santai.


"Kau.."geram ayah.


"Sudah,sudah kalian ini,selalu saja ribut,bisa gak sih sehari saja gak bikin kegaduhan?"omel bunda kesal.


"Gak bisa"ujar mereka berdua kompak.


"Sudah nak,biarkan saja,kalau perlu kamu beri mereka pisau satu-satu,biar puas"ujar tuan Baskoro terkekeh.


"Ayah sama saja macam mereka"gerutu bunda bersedekap dada.


Sedangkan mereka bertiga malah bertos ria mendengar ucapan bunda.


"Udahlah Bun,biarkan saja toh mereka memang satu tipe"ujar Nayla santai.


"Tapi bunda itu pusing loh dengernya,gak pagi,siang,malam debat aja terus,dasar nyebelin"omel bunda masih berlanjut.


Mendengar perkataan bunda mereka hanya menggelengkan kepala nya.


"Kau juga Darma,sudah tua bukan nya ke tua-tuaan,tapi kau malah kekanak-kanakan"ujar papa Adi tersenyum sinis.


"Diam saja kau jelek,kau itu tak tau rasa nya berdebat seperti ini"ujar ayah membela diri.


"Iya,rasa nya pengen mukul tuh pala pake balok"timpal papa Adi santai.

__ADS_1


"Kau,mending diam saja dari pada pala mu yang ku getok pake balok"ujar ayah kembali,sambil melempar bantal sofa ke arah papa Adi.


"Gak kena,gak kena"ledek papa Adi semakin membuat ayah kesal.


"Kau,apa kau ingin.."ucapan ayah terpotong karna teriakan bunda.


"Berhenti"teriak bunda sambil memegang pisau buah.


"Kalau kalian tidak berhenti juga,siap-siap saja,burung kalian ku cincang"ujar bunda menyeringai kejam,sambil menunjuk mereka berdua dengan pisau yang di pegang nya.


Glek


Seketika mereka berdua menelan saliva nya susah,bahkan saking takut nya mereka memegang burung yang di dalam celana mereka dengan takut.


"Gimana,apa mau di lanjut ayu berhenti?"tanya bunda menatap mereka sinis.


"Ber,,berhenti"ujar mereka gugup.


"Bagus"ujar bunda langsung duduk kembali di tempat nya semula.


"Bun,bisakah simpan pisau nya?"ujar Adnan,karna ia juga merasa ngilu di bagian bawah nya.


"Kenapa?"tanya Bunda datar.


Glek


"Hanya takut bunda ke gores"ujar Adnan dengan gugup.


"Hmm"dehem bunda dan segera meletakkan pisau itu di tempat nya.


Seketika mereka semua menghela nafas lega.


"Ekhem"dehem tuan Baskoro sengaja di buat keras.


"Kalau mau pandang-pandangan,jangan di sini masuk saja ke kamar"ujar tuan Baskoro.


Mendengar ucapan itu tertuju pada mereka,mereka hanya senyum-senyum malu.


Karna memang waktu sudah malam,akhirnya mereka pun kembali ke kamar masing-masing.


Tuan dan nyonya Pradipta pun menginap lagi di sana,dan besok pagi mereka akan pulang ke kediaman nya.


Sampai nya di kamar mereka,Alvi dan Nayla segera berganti baju dengan piyama,dan segera merebahkan dirinya di ranjang.


Semenjak menikah,sebelum tidur mereka selalu melakukan pillow talk,karna menurut mereka itu bisa menjadikan mereka lebih dekat,dan tentu nya lebih mesra.


"Sayang,besok kita tinggal di rumah utama dulu,karna rumah kita belum selesai di renovasi"ujar Alvi mengawali perbincangan mereka.


"Kenapa gak tinggal bersama mama dan papa?,atau kita tinggal di sini saja"ujar Nayla santai.


"Kalau itu terserah kamu,tapi,agar lebih nyaman tinggal di rumah sendiri"ujar Alvi lembut.


"Hmm,iya juga"gumam Nayla.


"Kamu jangan khawatir,karna rumah kita,dekat dengan rumah papa dan mama,bahkan jarak rumah kita dengan rumah kakek Seno,paling cuma setengah jam aja"ujar Alvi kembali sambil mengusap pelan rambut Nayla yang terurai.


"Beneran?"tanya Nayla polos.


"Tentu saja"jawab Alvi terkekeh.

__ADS_1


"Kok,kamu malah ketawa sih"manyun Nayla menatap Alvi sebal.


"Loh kenapa?"ujar Alvi tersenyum.


"Nyebelin"rajuk Nayla memalingkan wajah nya dari Alvi.


Melihat itu Alvi malah tertawa,bahkan Alvi sampai mencubit gemas pipi Nayla.


"Aduh,sakit"ringis Nayla dengan pipi merah bekas cubitan Alvi.


"Abis nya,kamu tuh gemesin tau gak"ujar Alvi.


"Gak"ketus Nayla membaringkan badan nya memunggungi Alvi.


Melihat istri nya merajuk malah semakin membuat Alvi ingin menggoda nya.


"Marah nih,cerita nya"goda Alvi,namun Nayla tak menanggapi.


Karna tak mendapat jawaban nya,Alvi pun membalikkan badan Nayla,dan...


Cup


Cup


Cup


Alvi mengecup bibir Nayla berkali-kali,membuat si empunya melotot tak percaya.


"Kakak,apaan iih"ujar Nayla malu,ia pun menyembunyikan wajah nya di dada Alvi.


"Makan nya jangan cemberut saja,nanti aku cium lagi"ujar Alvi,malah semakin membuat Nayla malu,namun terlihat senyum kecil di wajah nya.


"Kamu inget gak,dulu waktu pas pertama kita ketemu?"tanya Alvi melihat ke arah Nayla.


"Inget,waktu kakak nolongin aku yang hampir ke tabrak itu kan?"tanya Nayla balik.


"Bukan"jawab Alvi tersenyum,sambil mengecup pucuk kepala Nayla sayang.


Mendengar jawaban Alvi membuat Nayla berpikir sembari mengingat-ingat sesuatu.


"Terus kapan?Perasaan itu deh,apa sebelum nya kita udah pernah ketemu?"tanya Nayla serius.


Melihat wajah serius Nayla,membuat Alvi ganas,dan sekali lagi..


Cup


"Berarti kamu gak inget,karna waktu itu kamu masih zaman nya baju putih abu-abu ,dan seperti nya juga,kamu baru masuk sekolah"jelas Alvi membuat Nayla seketika langsung melotot.


"Jadi,kakak yang waktu itu terluka,karna jatuh dari motor?"ucap Nayla mengingat masa itu.


"Yaps betul,Cup"ujar Alvi sambil mencuri kesempatan.


"Kakak itu kenapa sih,dari tadi cium-cium melulu,gak bosen apa?"tanya Nayla protes.


"Bosen?Gak dong,gimana bisa bosen,kalau ini kamu tuh manis banget"ujar Alvi tersenyum.


"Gombal"ujar Nayla malu.


"Kok gombal sih,beneran tau"ujar Alvi semakin menggoda Nayla,bahkan dengan sengaja terus saja menciumi seluruh wajah Nayla dengan kecupan nya.

__ADS_1


Dan lama kelamaan kecupan tersebut menjadi ci*man panas bagi kedua nya.Dan ya,terjadi lah sesuatu yang mengharuskan mereka berkeringat malam-malam.


__ADS_2