
Hingga tak terasa,waktu berjalan begitu cepat,sudah delapan bulan berlalu.
Namun setiap Darma datang ke rumah tuan Baskoro,selalu saja ada alasan yang selalu membuat ia tak bisa menemui ayah nya.
Dan hari ini, Darma datang kembali berniat meminta restu untuk menikahi Nita.
Dan sekarang keberuntungan berpihak pada nya,tuan baskoro sedang ada di rumah nya.
Mendengar itu, Darma senang bukan main,setelah banyak sekali kesempatan,ternyata hari ini waktu nya.
Darma dan Nita duduk di kursi yang ada di sana,pelayan sedang memanggil majikan nya.
Tak berapa lama,tuan Baskoro datang,ia berjalan dengan santai nya.
Namun Darma merasa ada yang tak biasa dari ayah nya,wajah nya terlihat pucat dan juga badan nya terlihat lebih kurus.
Ia menatap ayah nya dengan berkaca-kaca,ia berdiri untuk sekedar membantu,namun tangan nya di tepis kasar.
Nita melihat itu hanya terdiam,ia merasa kalau calon mertua nya tak senang dengan kehadiran mereka.
"Ayah"panggil Darma lirih.
"Ada keperluan apa kalian datang kesini?,kalau untuk meminta uang,saya tidak akan memberikan nya"ucap tuan Baskoro dengan tajam nya.
Deg
Jantung kedua berdetak,terutama Darma yang tak menyangka kalau ayah nya akan berkata seperti itu.
"A,,ayah,maksud kedatangan kami kesini,hanya ingin meminta restu,karna minggu depan kami akan menikah"jelas Darma dengan mata berkaca-kaca.
"Apa hubungan nya dengan ku?,apa kalian ingin meminta biaya untuk pernikahan kalian?,berapa yang kalian minta?,anggap saja itu sebagai kado untuk kalian"ucap tuan Baskoro semakin membuat Darma sedih.
Ia merasa kalau kehadiran nya tak di inginkan oleh ayah nya.
Sebelum ia berucap,ayah nya sudah bicara terlebih dahulu.
"Berapa yang kalian minta,maka dengan senang hati saya akan memberikan nya"ucap tuan Baskoro membuat kesabaran Darma habis.
"Maaf tuan,tapi saya tidak membutuhkan sepeserpun uang dari anda"ucap Darma dingin.
"Cih,sombong sekali"ucap tuan Baskoro berdecih.
Saat Darma akan membalas perkataan itu,tapi Nita sudah mendahului nya.
"Maaf tuan,kami datang ke sini dengan niat baik-baik,tapi jika tuan tidak ingin kami ke sini,kami akan pergi.Dan ya,kami ke sini bukan untuk meminta uang sepeserpun,kami minta maaf jika kedatang kami mengganggu waktu anda,kami berdua pamit,permisi"ucap Nita dengan tegas namun terdengar sopan.
Tuan Baskoro mendengar itu tersenyum kecil,tanpa mereka sadari,bukan hanya tuan Baskoro,bahkan Darma pun kagum dengan calon istri nya ini.
Setelah mengatakan itu, Nita melihat ke arah Darma dengan tersenyum,ia memegang tangan Darma lembut.
"Ayo mas kita pulang"ajak Nita lembut,dan di angguki oleh Darma.
Tuan Baskoro melihat itu merasakan hati nya sedih,namun ia bersikap biasa saja.
"Permisi"ucap Nita sopan,dan mereka berdua pun pergi dari sana tanpa menoleh lagi kebelakang,dengan tangan saling bertautan jangan lupa senyum yang terus mengembang.
Berbeda dengan tuan Baskoro,ia merasa menjadi ayah yang kejam,tanpa sadar air mata nya mengalir.
Namun dalam hati ia merasa senang,karna putra nya kini sudah semakin dewasa,dan juga akan memiliki istri yang sopan dan juga lemah lembut.
Tiba lah hari pernikahan Darma dan Nita,mereka hanya mengadakan ijab qobul di masjid terdekat.
Beberapa teman-temen mereka datang mengucapkan selamat.
Terlihat Adi dan Riska juga datang,terlihat pasangan itu terlihat bahagia,apa lagi sekarang Riska sedang mengandung.
__ADS_1
Tak lama di susul Bram,ia juga terlihat menggandeng istri nya,yang juga tengah mengandung.
Waktu terus berlalu,kini pernikahan mereka sudah menginjak tiga bulan,pernikahan mereka juga semakin harmonis,dan juga sekarang Nita tengah hamil muda.
Membuat Darma semakin posesif dan protektif,ia tak ingin terjadi sesuatu pada istri dan juga janin yang ada di dalam perut istri nya.
Meski dengan keadaan sederhana,namun secara materi bisa di bilang lebih.
Darma bekerja sebagai dosen di sebuah fakultas,dan Nita membuka toko kue yang cukup besar.
Jadi mereka tak khawatir dengan kehidupan mereka dan anak mereka kelak.
Tujuh bulan berlalu,kehamilan Nita sudah memasuki bulan ke sembilan.
Malam hari nya,Nita merasakan perut nya mulas,bahkan sudah beberapa kali ia ke kamar mandi.
Tapi yang ada sakit nya semakin sering,sampai Darma yang khawatir membawa nya ke rumah sakit.
Sampai nya di rumah dan di periksa,ternyata Nita akan melahirkan.
Bahkan pembukaan nya begitu cepat,dokter beserta perawat pun masuk ke dalam ruangan bersalin.
Darma dengan setia menemani Nita di dalam sana.
Tak lama suara tangis bayi terdengar di sana.
Membuat Darma menitikkan air mata nya,ia merasa bahagia dengan kelahiran putri pertama nya.
"Terima kasih,telah berjuang untuk putri kita,dan terima kasih karna telah bertahan"ucap Darma penuh haru.
Nita hanya mengangguk karn aja merasa lelah.
Setelah pulih dari proses melahirkan,Nita di izinkan pulang .
Mereka tidak tau siapa yang mengirim nya,namun mereka tetap membawa bingkisan itu masuk.
Karna penasaran mereka membuka salah satu bingkisan di sana,dan mereka juga menemukan sebuah kartu ucapan.
"Selamat atas kelahiran bayi kalian,semoga putri kalian menjadi kebanggan untuk kalian,saya juga berharap,kalian akan menjadi orang tua yang bijak,penyayang dan penuh kasih sayang"isi ucapan dalam kartu tersebut.
Membuat mereka mengerutkan kening nya,mereka tak tau siapa yang mengirim itu,karna tak ada nama di kartu tersebut.
Sampai akhir nya,pandangan Darma terhenti pada sebuah kotak yang begitu menarik perhatian nya.
Karna penasaran ia pun membuka kotak tersebut,dan ia terkejut melihat benda itu.
"Ayah"ucap Darma pelan,dengan mata berkaca-kaca.
Hiks
Hiks
Hiks
Nita mendengar suami nya menangis pun terkejut,dan ia pun menghampiri nya.
"Ada apa mas?"tanya Nita khawatir.
"Ayah"ucap Darma.
"Ayah?,kenapa ayah?"tanya Nita.
"Ternyata ayah yang mengirim kado-kado ini,ternyata selama ini ayah selalu memantau keadaan kita"jelas Darma menangis di pelukan istri nya.
Mendengar itu Nita senang,berarti ayah mertua nya masih manyayangi suami nya.
__ADS_1
"Sayang,seperti nya aku akan ke tempat ayah"ujar Darma semangat,melihat itu Nita pun merasa senang,dan Nita pun mengizinkan.
Sampai nya di perusahaan ayah nya,ia bergegas masuk dan menayakan ke bagian resepsionis.
Namun resepsionis itu berkata,kalau pemilik perusahaan ini sudah pulang sejak satu jam yang lalu.
Mendengar itu Darma bergegas masuk ke dalam mobil nya dan memacu kendaraan ke rumah ayah nya.
Sampai nya di sana,ia melihat ayah nya sedang berdiri di balkon kamar nya.
Dengan segera ia masuk ke dalam sana,namun di perjalanan menuju kamar ayah nya,ia di hadang oleh kepala pelayan yang baru.
"Maaf tuan,anda di larang masuk ke dalam."ujar nya sopan.
"Tapi aku ingin bertemu dengan ayah sebentar"ujar Darma datar.
"Tapi maaf tuan saya tetap melarang"ujar pelayan itu kekeh.
Membuat Darma geram,dan ia sampai berteriak memanggil ayah nya.
Dan kegaduhan itu terdengar sampai ke kamar ayah nya.
"Ada apa ini?"tanya tuan Baskoro datar.
"Maaf tuan besar,tuan muda memaksa masuk"ujar pelayan itu dan Baskoro melihat ke arah Darma dan mengizinkan Darma masuk.
Sampai nya di dalam kamar ayah nya, Darma memeluk ayah nya erat.
"Ayah,terima kasih karna sudah mengirim banyak hadiah untuk putri ku"ujar Darma senang.
Tuan Baskoro yang mendapat pelukan itu merasa senang,namun ia segera mendorong Darma sampai terjengkang.
"Hadiah apa?,putri siapa?,saya tak pernah mengirim hadiah untuk putri mu,dan saya juga tak peduli dengan putri mu,karna bagiku,putra ku sudah meninggal,semenjak saya mengusir nya dulu"ucap tuan Baskoro begitu menusuk hati Darma.
"Ayah,tapi putri ku juga cucumu,ayo ayah kita temui cucu mu,bukan nya ayah ingin punya anak perempuan,dan apa ayah tau kalau putri ku itu sangat cantik,ayah bisa memberikan nama untuk cucu ayah,ayo ayah kita pergi"ajak Darma sambil memegang tangan ayah nya.,sambil menahan air mata nya.
"Saya bilang,saya gak mempunyai anak,lalu dari mana saya bisa mendapatkan cucu,dan saya gak peduli,dia cantik atau tidak,yang jelas saya gak peduli"teriak tuan Baskoro semakin membuat Darma kehilangan keseimbangan tubuh nya.
"Ayah,aku mohon temui putri ku sekali saja,setelah itu kami tidak akan menemui ayah lagi"ujar Darma putus asa,sambil menangis.
Melihat itu sebenarnya tuan Baskoro tak tega,namun ia tak ingin keluarga putra nya mendapatkan masalah,jadi ia harus tetap menjalankan peran nya.
Sebenarnya ia sudah tau semua nya,siapa yang memfitnah putra nya,sampai ia tega mengusir nya.
Namun ia tetap membiarkan putra nya di luar sana,dengan begitu ia bisa melindungi nya dari jauh.
"Pergilah"ujar tuan Baskoro mulai melemah.
"Ayah"ucap Darma lirih.
"Pergilah,ku harap ini terakhir kali nya kita bertemu,dan saya minta,tolong jaga keluarga mu"ujar tuan Baskoro lalu berjalan ke arah balkon.
Mendengar ucapan terakhir ayah nya,dalam hati ia merasa ada yang janggal,namun ia tak ingin menanyakan nya.
Sebelum benar-benar pergi dari sana,tuan Baskoro berkata.
"Berikan nama untuk putri mu,Nayla Kartika"pinta tuan Baskoro dengan suara bergetar.
Setelah mendengar itu Darma pergi dari sana,dalam hati ia berjanji,suatu saat ia akan kembali untuk meminta penjelasan pada ayah nya.
Namun di sisi lain ia senang,karna ayah nya masih mau menamai putri nya,dan itu pun membuat Darma pulang dengan hati berbunga.
Ia tau meski ayah nya bersikap begitu,pasti ada sesuatu yang ayah nya sembunyikan.
Dan ia akan menunggu itu,sampai waktu nya tiba.
__ADS_1