Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Rafa dan Amel


__ADS_3

Tempat dimana Nayla di rawat,terdengar riuh,karna semua sahabat nya datang.


Bahkan para pria pun bergabung dengan mereka,karna kebetulan sekarang hari weekend,jadi mereka banyak waktu luang.


"Hey,lo itu gimana sih?,kenapa lo rusak.?"tanya Amel dengan wajah cemberutnya.


"Gue gak sengaja Mel."ucap Tia merasa bersalah.


"Gak asyik lo mah aah.Pasti bos nyebelin itu bakal ngomel besok."ujar Amel melihat seseorang dengan sebal.


Melihat ada seseorang yang melihatnya,ia pun mengalihkan pandangan nya ke sekitar sana.Dan,setelah melihat siapa yang melihatnya,ia pun tersenyum sambil mengedipkan mata nya.


"Dasar menyebalkan"gerutu Amel mendelik kesal.


"Jangan sebal-sebal,nanti suka lho."ledek Nayla dengan tatapan menggoda.


Mendengar ucapan Nayla membuat Amel melotot.


"TIDAK."teriak Amel menepuk-nepuk pipi nya.


Mendengar teriakan Amel para pria melihat kearahnya.


"Iih,gue gak mau,kalau gue sampe suka sama tuh orang,iih gak mau."ucap nya tanpa menyadari tatapan semua orang mengarah padanya.


Karna,penasaran para pria menghampiri para wanita.


Mereka duduk di samping pasangan masing-masing,kecuali Kenan dan Bara.


Berbeda dengan Rafa yang sudah duduk di samping Amel sambil tersenyum.


Terdengar gumaman Amel yang masih terdengar oleh mereka, membuat para wanita yang mendengar nya tertawa.


"Ada apa sih?"tanya Toni karna belum mengerti yang terjadi.


Tia yang di samping nya,memberi kode pada Toni,setelah mengerti baru Toni mengerti,bukan hanya Toni tapi,semua pria.


Sedangkan Amel,masih sibuk dengan pikiran nya,namun tercetus kata yang membuat tawa semua orang pecah.


"Tapi,dia ganteng juga dan se*y."ucapnya sedikit keras,Rafa yang mendengar itu merasa senang.


"Ya udah,kenapa gak lo pacarin aja,kan bahaya kalau di embat orang."celetuk Tia sengaja memancing kesadaran Amel akan sekitar.


"Iya jug..aakh."ucapan nya terpotong,setelah sadar akan situasi,bahkan ia sampai berteriak melihat orang di samping nya.


"Kenapa baby?."tanya Rafa lembut,membuat Amel malu,bahkan pipinya sudah memerah.


"Ciee,ngeblush"goda Nayla tertawa.


"Ng,,gak siapa yang malu."elak Amel menyembunyikan wajah nya dengan menunduk.

__ADS_1


Mendengar itu,tawa semua pecah,bahkan Alvi dan Bara terlihat tersenyum kecil.


"Berhenti,kalian membuat nya malu,kasihan kan,calon istri gue jadi salting begini."ucap Rafa membuat Amel bertambah malu.


Plak


"Calon istri apaan,jadi pacar aja belum"ujar Kenan terkekeh.


"Iya,siapa juga yang mau sama bos menyebalkan seperti mu."ujar Amel pelan,namun masih di dengar oleh semua orang.


"Wah,Raf,kayak nya lo di tolak dech."ujar Kenan.


Mendengar itu, Rafa memasang wajah sedih nya.


"Tenang bro,lo gak usah sedih,kan ada tuh anak dari rekan bisnis lo,yang selalu ngintil lo kalo ketemu.Kenapa gak dia aja,yang jadi calon istri lo."ujar Toni memancing reaksi Amel.


Dan benar saja,terlihat wajah Amel mendongak melihat ke arah Rafa,terlihat Rafa mengangguk-anggukan kepala nya.


"Boleh sa..."ucapan Rafa terjeda karna Amel sudah lebih dulu memotong nya.


"Gak boleh"ucap Amel melihat ke arah Rafa dengan tatapan sedihnya.


"Lah,siapa lo,ngelarang dia?"tanya Tia bermaksud menggoda nya.


"Pokok nya gak boleh."ucap Amel,membuat semua orang tertawa.


Tapi,tawa mereka tak berlangsung lama,karna melihat Amel,yang sudah berkaca-kaca sambil melihat ke arah Rafa.


Tak lama,setelah berucap begitu,pintu ruangan terbuka,terlihat Friska dan Renata datang.


Melihat siapa yang datang, Amel segera berlari dan menubruk Renata,bahkan Renata yang belum sembuh total,hampir terjengkang ke belakang,kalau tak di tahan oleh Friska.


"Hiks,,hiks"terdengar tangis Amel di ruangan itu.


Renata dan Friska yang baru datang merasa bingung, Friska melihat ke semua orang dan bertanya dengan cara berbisik.


Namun,mereka semua mengendikkan bahu nya.


Renata mendengar Amel menangis,memeluk dan mengusap punggung Amel dengan lembut.


"Kenapa hmm?"tanya Renata lembut,sambil melihat semua orang.


Namun, Amel tak menjawab,membuat Renata tak bertanya lagi.


"Duduk yuk,gue pegel loh."ujar Renata berbisik di telinga Amel.Karna ia memang merasa kaki nya lemas,bila terlalu lama berdiri.


Mendengar bisikan Renata, Amel pun menurut.Namun,masih memeluk Renata.


Melihat itu,semua orang hanya diam melihat saja.

__ADS_1


Sedangkan pria,menatapnya dengan


perasaan bersalah.


Dengan perasaan tak karuan, Rafa berjalan mendekat kearah Amel.


"Amel"panggil nya lembut.


Mendengar nama nya di panggil, Amel mendongakkan wajah nya.


"Apa?"tanya nya ketus.


Mendengar ucapan ketus itu,membuat Rafa tersenyum.


"Dasar bos menyebalkan"gumam nya,masih di dengar Rafa.


Sedangkan Renata dan Friska menahan tawa nya,karna sudah mengerti yang terjadi.


Melihat itu,mereka berdua beranjak dari sana,bergabung dengan yang lain.


"Huft,untung saja kalian datang,kalau tidak hancur sudah rumah sakit ini."gumam Tia lega.


"Kalian ini kan tau, bagaimana dia kenapa kalian malah menggoda nya.Kalian ini memang tak ada kapok-kapok nya."gerutu Renata.


"Lo gak tau aja,kita itu udah greget banget tau gak,kata nya gak suka,tapi denger mau sama yang lain gak boleh"ujar Nayla tertawa.


"Ho'oh,apa lagi pas liat wajah mau nangis nya itu,bikin gemes tau gak,apa lagi kita udah lama gak liat dia mewek kejer."timpal Tia tertawa.


Sedangkan para pria hanya menyimak,berbeda dengan Alvi yang melihat tawa lepas istrinya.


Ia merasa lega,karna sudah melihat istrinya seperti biasa lagi,dan tidak berlarut-larut dalam kesedihannya.


"Gimana keadaan lo,udah mendingan?"tanya Nayla ke Renata.


"Alhamdulillah udah,cuman masih lemes aja."jawabnya santai sembari melirik ke arah Kenan.


Sedangkan yang di lirik membuang muka nya,jangan lupakan wajah nya yang memerah.


Berbeda dengan Bara,ia terus melirik ke arah Friska,namun Friska hanya cuek bahkan tak melihat ke arahnya barang sedetik.


"Kenapa sakit nya."batin Bara.


Padahal, sedari tadi Friska berusaha menahan mata nya,untuk tidak melirik Bara.Karna tak ingin itu terjadi,ia pun bersikap cuek,bahkan terkesan tak peduli.Padahal jantung nya sudah dag dig dig tak karuan.


Beda lagi dengan dua pasangan Nayal dan Tito,mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri.


Kalau pasangan yang satu lagi,si pria yang sedang sibuk membujuk si gadis yang sedang merajuk,bahkan tak melihat sedetik pun,membuat nya hampir menyerah.


"Ya udah,kalau gak mau maafin aku,aku mau nerima anak dari rekan bisnis ku saja."ujarnya dan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Namun,baru akan melangkah, Amel menahan tangan nya,karna tak siap dengan itu,akhirnya Rafa jatuh menimpa tubuh Amel.


Cup


__ADS_2