
Setelah di periksa,dan keluar dari ruangan dokter.Senyum keduanya tak pernah surut,bahkan Alvi dengan posesif nya merangkul pundak Nayla,dengan alasan tertabrak orang.Padahal keadaan rumah sakit sedang lenggang.
Namun,karna ini Alvi jadi ia tak menerima alasan itu,bahkan ada seorang pria yang menatap istri nya,Alvi langsung memelototi nya.
"Kak,kamu itu jangan galak-galak,kasihan kan mereka ketakutan gitu"tegur Nayla kesal.
"Aku kesel loh,Yang,mereka liat kamu nya gitu banget"bela Alvi cemberut.
"Ya udah sih biarin,mata mereka ini yang liat"ujar Nayla terkekeh.
"Tapi aku gak mau ada yang liatin kamu begitu"ujar Alvi semakin di tekuk wajahnya.
"Ooh,ternyata suami ku cemburu"goda Nayla membuat Alvi menghela nafas.
"Ya iya lah,mana mungkin aku gak cemburu.Apa lagi mereka liat kayak gitu,udah kayak mau mangsa kamu tau gak"gerutu Alvi.
Membuat Nayla menggelengkan kepala nya,bahkan sampai ke parkiran pun,suaminya ini masih saja menggerutu.
"Kak,apa gak cape dari tadi ngomel-ngomel melulu?."tanya Nayla sedikit kesal.
"Gak"ketus Alvi,dan Nayla hanya menghela nafas.
"Ya udah,terserah kakak aja"ujar Nayla tersenyum.
Namun, tiba-tiba saja Alvi mengerem mendadak,membuat kendaraan yang di belakang nya menyembunyikan klakson.
Bukan itu saja,bahkan Nayla pun hampir terpentuk kening nya ke dashboard mobil.
"Ya ampun,kak, hati-hati dong"kesal Nayla,namun suaminya tak menjawab,ia malah turun dari mobil,dan terlihat menghampiri pedagang kaki lima penjual siomay.
Nayla yang melihat itu,hanya menghela nafas kesal,kalau saja ia tak ingat kalau suaminya sedang ngidam,mungkin sudah ia omelin.
"Untung sayang"gumam Nayla tersenyum,saat melihat suaminya yang begitu antusias.
Nayla pun turun dari mobil,dan menghampiri suaminya.
"Kak"panggil Nayla lembut,dan tersenyum.
"Lagi beli siomay"ujar Alvi singkat,karna ia sedang sibuk melihat sang penjual melayani nya..
"Kamu mau?"tanya Alvi tanpa melihat ke arah istrinya.
"Gak,kakak aja"ujar nya lembut,dan Alvi hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Setelah lima menit menunggu,akhirnya pesanan nya selesai di bungkus,dengan segera Alvi membayarnya dan pergi dari sana.
Saat akan memasuki mobil nya,Alvi mencium sesuatu,tanpa berkata apa-apa,ia pergi dari sana,membuat Nayla heran.
"Kak mau kemana lagi?"tanya Nayla berteriak,karna suaminya sudah menjauh.
"Beli baso"jawab nya.
Mendengar itu,Nayla hanya menggelengkan kepala nya.Dan ia pun menunggu suaminya di dalam mobil.
Setengah jam kemudian,Alvi sudah kembali dengan beberapa kresek di tangan nya.
Nayla yang sedang memeriksa ponsel nya,melihat ke arah suaminya,ia terkejut melihat itu.
"Kak,banyak banget.Kakak beli apa aja?"tanya Nayla menelan saliva nya.
"Semua nya,kamu tau aku sangat menginginkan nya"ujar Alvi dengan mata berbinar,bahkan bibirnya terus saja tersenyum.
"Emang bakalan habis?"tanya Nayla menatap suaminya.
"Habis"jawab Alvi yakin.
"Huh,anak Daddy pasti pegal nya,nungguin nya?"tanya Alvi sembari mengelus perut rata Nayla.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap ke arah nya,bahkan pandangan nya memancarkan kebencian.
"Nikmati kebahagian yang sementara itu,karna saat waktunya tiba,Lo pasti akan menderita"ujar orang itu tersenyum jahat...
Setelah melihat mobil Alvi tak terlihat,ia segera memesan makanan nya dan pergi dari sana,karna ada seseorang yang menunggunya.
Di tempat lain,setelah kepergok oleh ayah dan keluarga calon mantan suaminya.
Kehidupan Vita berubah 180° derajat.
Ayah yang dulu menyayangi nya,kini berbalik membencinya,bahkan hanya sekedar bertemu pun ayah nya tak mau.
Ia sungguh menyesal,membuat ayah nya membencinya,bahkan kini,ayah nya kembali berjualan nasi goreng di malam hari.
Sedangkan dulu,ia berharap jika menikah dengan pria kaya,maka hidup nya akan tenang,dan tak usah melihat ayah nya bekerja banting tulang untuk menghidupi diri sendiri dan dirinya.
Namun,sekarang menyesal pun tak ada guna,dan bahkan sekarang ia merasa tak punya siapa-siapa.
Dan yang lebih membuat ia meradang,pria yang ia cintai malah membuang nya,bahkan hanya membalas chat saja sudah tak mau.
__ADS_1
Sekarang ia baru mengerti,ternyata cinta tak bisa membuat nya bahagia,bahkan ia dengan tega menyia-nyiakan kan pria yang tulus mencintai nya,tanpa melihat seperti apa ia.Sedangkan pria yang ia cintai malah membuangnya,bahkan dengan apa yang selalu ia lakukan untuk menuruti semua ucapan nya.
Dan sekarang ia berada di sebuah kontrakan kecil,yang sengaja ia sewa untuk tempat tinggalnya.
Ia meratapi nasibnya,bahkan untuk mengadu pun ia tak mempunyai siapa-siapa, teman-teman yang dulu nya begitu dekat,kini perlahan menjauh,tak ada yang mau mendekat lagi padanya.
"Aku menyesal,maafkan aku ayah,mas Arief.Aku memang bodoh,bahkan dengan tega nya mengkhianati mu dengan perselingkuhan..hiks"ujar Vita menangis.
"Dan kamu Davin,kamu akan terima akibat nya,karna sudah membuang ku,bahkan dengan tega nya kau menuduh ku telah menggoda mu,padahal kau sendiri yang menjerat ku dengan cinta palsu mu"geram Vita menangis.
Berbeda dengan Vita yang sedang menyesali perbuatan nya.
Pak Deri,selaku ayah Vita,sekarang ia sedang melayani pembeli dengan ramah,bahkan senyum tak pernah luntur bibirnya.
Sekarang hidupnya merasa damai,meski ia harus akui,kalau hatinya terasa hampa,karna putri satu-satunya tak ada di samping nya.Namun,ia harus melakukan itu,agar putrinya itu sadar dengan perbuatannya selama ini.
"Permisi,pak nasi goreng nya dua"teriak seorang pembeli,membuat nya berbalik ke belakang.
"Loh,pak Deri,buka lagi pak?"tanya Tia ramah.
"Eeh nak Tia.Iya nak,lumayan buat makan"ujar pak Deri terkekeh,sambil segera menyiapkan bahan-bahan nya.
Tia yang melihat itu heran,bahkan Toni yang di samping nya menatap Tia heran.
"Hon,kenapa kamu liatin gitu banget sih?"rajuk Toni.
"Heran ajah,padahal udah lama pak Deri gak mangkal,tapi sekarang.."ujar Tia mengendikkan bahunya.
"Ooh,mungkin dia jenuh kali"ujar Toni santai.
"Kamu gak tau aja.Kalau dia itu mertua nya Arief,yang dulu nikah sama c Nay"ujar Tia membuat Toni tersedak air.
"Jadi.."ucapan Toni terhenti,karna pak Deri datang membawa pesanan mereka.
"Silahkan di nikmati,Nak"ujar pak Deri ramah.
"Makasih pak,aku udah kangen banget sama nasi goreng bapak loh"ujar Tia tersenyum.
"Ya udah,silahkan di makan,bapak mau melayani pembeli lagi"ujar pak Deri lalu pergi dari sana.
**
Aku kira kemarin update,ternyata gak ke kirim.
__ADS_1
Hehe,maafin yah,maklum kemarin habis banyak kerjaan,jadi malah keburu cape dan ketiduran.