Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Ke suatu tempat


__ADS_3

Kembali ke masa kini


Terlihat ayah begitu bahagia,namun tak ada yang tau dalam nya.


Bunda yang melihat itu mengerti,ia pun menghampiri ayah dan menyentuh lengan nya.


"Ayah?"panggil bunda lembut.


"Eeh, Bun"ucap ayah tersenyum.


"Ada apa?"tanya bunda lembut.


Ayah tak menjawab,ia masih terdiam,membuat bunda mengajak nya ke tempat yang agak jauh dari keramaian.


"Ayo sini duduk..Bicara sama bunda,ada apa?"tanya bunda lembut.


"Bun"ucap ayah dengan nada bergetar.


Bunda mengerti kondisi ayah,hingga ia menyenderkan kepala ayah di pundak nya,dan mengelus kepala nya lembut.


"Ayah kangen sama ayah Baskoro."ucap ayah lirih.


"Ayah pengen banget ketemu sama dia,bagaimana kabar nya sekarang,udah 24 tahun kita gak ketemu,pasti sekarang ayah sudah tua,lalu siapa yang jagain dia?"ucap ayah lirih,bunda yang mendengar itu pun merasakan hal yang sama.


Meski hanya bertemu sekali,tapi ia dapat melihat kalau ayah mertua nya itu orang yang baik.


"Gimana kalau kita temuin aja,besok kan ayah libur juga"ucap bunda antusias.


"Benarkah?,baiklah kalau begitu besok kita temuin beliau"ucap ayah tak kalah antusias.


"Ngapain kalian duduk di sini sambil peluk-pelukan segala"ucap papa Adi santai.


"Kepo"ujar ayah ketus.


Sedangkan bunda dan mama Riska hanya menggelengkan kepala nya.


"Dih,bahasa dapet dari mana kau?"tanya papa Adi ketus.


"Darma gitu loh"ujar ayah dengan PD nya.


"Alah gaya nya"cetus papa Adi.


"Oh ya,besok rencana nya kita mau ke rumah ayah Baskoro"ujar Darma senang.


"Ngapain?"tanya papa Adi polos.


Tak


"Apaan sih,pake nimpuk segala?"tanya papa Adi sambil mengusap kening nya.


"Lah,kau yang tanya,heran deh,masa ketemu sama ayah sendiri harus punya alasan"ketus ayah.


Mendengar itu papa Adi mengerti,dan menganggukan kepala nya.


"Pergilah,dan ajak sekalian Alvian,karna besok kita akan beri kejutan"ujar papa Adi berubah dingin.


"Maksud mu?"tanya ayah.

__ADS_1


"Kita lihat saja besok."ujar papa Adi tersenyum miring.


Ayah pun mengerti,ia sudah tak sabar menunggu esok hari,ia ingin segera bertemu dengan ayah nya.


Berbeda dengan para orang tua,yang muda justru sedang menggoda pengantin baru.


"Ya ampun gue penasaran nanti malem"ujar Rafa.


"Emang ada apaan nanti malem?"tanya Kenan.


"Emang Lo gak tau?"tanya Rafa,dan di balas gelengan oleh Kenan.


Sedangkan yang lain nya juga penasaran,bahkan Alvi dan Bara saling pandang dan mengendikkan bahu nya.


"Tanya aja ma pengantin baru."cetus Rafa membuat Alvi dan Nayla saling pandang.


Tuk


"Ngomong yang jelas aja kampr*t,gak usah main teka-teki segala"celetuk Kenan menggetok kepala Rafa dengan sendok.


"Sakit ogeb"rintih Rafa pada Kenan.


"Ya udah ngomong yang jelas,gak usah sepotong-sepotong"timpal Toni kesal.


Sedangkan para gadis hanya diam mendengarkan perdebatan mereka.


"Ya udah nih gue kasih tau,sabar napa"ujar Rafa.


"Ya udah cepetan,lama deh"ucap Toni ketus.


"Masa kalian gak tau sih,kalau pengantin baru kan pasti ada malam pertama nya"belum selesai mengucapkan ucapan nya,Toni dan Kenan sudah berteriak heboh.


"Ciee,si muka datar bakal belah duren nih"ledek Kenan dengan alis di turun naikkan.


Pletak


"Apaan sih Lo pada bahas yang gituan,itu tuh privasi tau,gak liat ada bocah di sini."ucap Bara yang sedari tadi diam.


"Ho'oh,kalian semua emang gak ada kerjaan."timpal Renata jutek.


"Hehehe,kita kan cuma..emm,,itu."ucap Rafa gelagapan.


"Cuma apaan,emang dasar nya aja kalian tuh emang bikin rusuh"celetuk Tia santai.


Membuat para pria langsung diam,apa lagi pas liat muka datar Alvi.


Sedangkan yang di sebut bocah hanya cuek,siapa lagi kalau bukan Adnan.


Sedangkan Nayla sedari tadi diam,entah apa yang di pikirkan nya,membuat semua orang saling lirik saling senggol.


"Ssst,istri Lo"bisik Kenan ke alvi.


Alvi pun melirik ke arah Nayla,terlihat Nayla sedang melamun,membuat Alvi melihat ke arah teman-teman istri nya,dan di balas gelengan kepala.


Karna khawatir Alvi pun,menyentuh tangan nya lembut,seketika Nayla tersentak dan melihat ke.arah Alvi.


"Ada apa?"tanya Alvi cemas,sedangkan yang di tanya hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


Namun tak dapat di pungkiri kalau air mata nya sudah membendung.


Seketika itu membuat Alvi panik,bahkan teman-temen nya pun ikut panik,terutama Adnan,ia sudah bertanya kemana-mana.


"Kak,mana yang sakit?,mau apa?,aku ambilin nya?,apa kakak pusing,atau mual,atau gimana?"tanya Adnan beruntun.


Mereka semua sibuk bertanya pada Nayla,namun Nayla tak menjawab hanya menggeleng tak tau.


Para orang tua melihat itu penasaran,mereka pun menghampiri mereka.


Sampai nya di tempat anak muda,ayah langsung khawatir,apa lagi ketika melihat putri nya sedang menangis di pelukan Adnan.


"Ada apa ini?"tanya ayah,segera memeluk putri nya.


"Gak tau Yah,tiba-tiba aja udah nangis aja"jawab Adnan cemas.


Bahkan Bunda,mama Riska dan papa Adi sudah cemas tak karuan.


"Sayang,ada apa?,bilang sama mama,kenapa?"tanya mama Riska lembut.


Namun tetap Nayla dengan diam nya,ia malah semakin memeluk ayah nya erat.


"Nak,ada apa hm,bilang sama Bunda"ucap bunda dengan wajah cemas.


Membuat semua orang bingung,karna pertanyaan mereka tak ada yang di jawab satu pun,sampai akhir nya karna terlalu khawatir,Alvi mengambil ponsel nya dan akan menelpon dokter.


"Hallo dok.."belum selesai mengucapkan kata,Nayla sudah memotong nya.


"Kak,mau gak kakak antar aku ke suatu tempat?"tanya Nayla dengan parau.


Mendengar pertanyaan Nayla,segera Alvi mematikan sambungan telpon nya.


"Kemana?"tanya Alvi lembut.


Semua orang menunggu jawaban Nayla,karna mereka juga penasaran.


"Ke rumah kakek.."gumam Nayla pelan,namun masih bisa di dengar.


"Bentar,maksud lo,ke rumah kakek yang waktu itu kita tolong?"tanya Amel,dan di angguki Nayla.


Semua orang melihat ke arah nya,namun Nayla hanya sibuk melihat ke.arah Alvi dengan muka melas nya.


Melihat itu,Alvi tak bisa menolak,karna memang waktu masih siang,dan waktu malam masih lama.


"Baiklah,ayo pergi"ajak Alvi membuat Nayla senang.


Mereka pun melangkah,namun langkah nya terhenti karna Toni mengucapkan sesuatu.


"Kalian mau pergi dengan pakaian seperti itu?"tanya Toni bersedekah dada.


Sontak aja pertanyaan itu membuat mereka semua tersenyum kecil.


"Hehe, lupa"cengir Nayla.


Mereka pun mengganti baju mereka terlebih dahulu,dan kebetulan juga akad mereka di adakan di rumah Nayla,jadi mereka tak susah untuk mengganti pakaian.


Namun Nayla dan Alvi kaget,karna semua orang sudah berganti pakaian,dan mereka kompak ingin ikut.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua pun ikut,mereka menggunakan empat mobil.


Hanya saja Bara tak bisa ikut karna ada pekerjaan mendadak.Jadi hanya dia yang tidak ikut.


__ADS_2