Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Ruangan dokter


__ADS_3

Sore hari nya,Alvi pulang dari kantor dengan senyum mengembang.


Para pelayan yang melihat nya pun,merasa heran,karna tak biasa nya majikan nya itu terus tersenyum.


Berbeda tadi siang di kantor nya,ia terus saja uring-uringan,bahkan Kenan sampai bingung harus bagaimana.


Ada saja hal yang membuat nya kesal,dan yang lebih membuat Kenan kesal adalah,ia di suruh harus membuat minuman,namun sampai lima kali membuat,tak ada yang di minum sedikit pun.Dengan alasan tak mau,dan tak suka warna nya.


Itu membuat Kenan merasa frustasi,bukan itu saja,bahkan pekerjaan nya bertambah banyak,karna atasan nya ini,tak menyentuh pekerjaan nya sedikit pun,yang ada ia hanya tiduran di kamar pribadi,dan bermain ponsel.


"Sayang"panggil Alvi dengan teriak,membuat pelayan yang mendengar nya terkejut.


Kepala pelayan yang mendengar teriakan majikan nya,segera menghampiri dan memberitahu keberadaan nyonya nya.


"Maaf tuan,nyonya sedang berada di taman belakang"ujar kepala pelayan itu.Sevut saja nama nya bi Siti.


Alvi tak menjawab,ia dengan segera menyusul istri nya ke taman belakang.


Pluk


"Eeh"kaget Nayla,karna ada seseorang memeluk nya.


"Sayang,kenapa kamu tak menyambut ku?"ujar Alvi manja.


"Maaf,aku tidak tau,kalau kamu sudah pulang"ujar Nayla lembut,sambil mengusap pipi suaminya lembut.


Cup


"Aku kangen banget"ujar Alvi semakin memeluk Nayla erat.


"Ya sudah,ayo bersiap"ujar Alvi menarik lembut tangan Nayla.


"Kemana?"tanya Nayla bingung,karna seingat nya,mereka tak ada janji untuk pergi.


"Ke dokter"jawab Alvi singkat.


"Kamu sakit?"tanya Nayla khawatir,seketika ia menyentuh kening Alvi.


Menerima perlakuan itu,membuat Alvi tersenyum,dan memegang tangan Nayla yang berada di kening nya,dan membawa nya untuk ia kecup.


"Bukan aku,tapi kamu"ujar Alvi membuat Nayla bingung.


"Aku?"tanya Nayla menunjuk wajah nya sendiri.


"Iya,apa kamu gak mau lihat calon anak kita?"tanya Alvi lembut.


"Ooh,baiklah,ayo bersiap"ujar Nayla bersemangat.


Melihat itu Alvi tersenyum,dan segera berjalan menuntun istri nya.


Satu jam kemudian,mereka sudah siap,mereka memakai baju yang serasi,berwarna putih,terlihat manis dan serasi,apalagi dengan wajah mereka yang tampan dan juga cantik.


Pelayan yang melihat itu terpesona,mereka senyum-senyum sendiri melihat pasangan muda itu.


"Ya tuhan,mereka serasi sekali"ujar pelayan A.


"Iya,yang satu cantik dan yang satu tampan,udah kaya artis Korea saja"timpal pelayan B.


Begitu terus sampai pasangan muda tersebut tak terlihat.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian,mereka sudah sampai di rumah sakit besar yang ada di kota itu.


Terlihat beberapa dokter dan perawat menyambut kedatangan mereka.


Bahkan dokter Bram pun berada di sana.


Nayla yang melihat itu merasa tak nyaman,bahkan saat mereka memasuki lobi rumah sakit.Karna mereka semua membungkuk hormat pada mereka.


"Selamat datang tuan muda"ucap mereka serempak.


"Kak"bisik Nayla di telinga Alvi.


"Ada apa sayang?"tanya Alvi melihat ke arah Nayla.


Melihat wajah istri nya,Alvi pun paham,sehingga ia membubarkan mereka semua.Kecuali dokter bram,ia masih setia berada di sana.


"Gimana kabar om?"tanya Alvi memeluk dokter Bram.


"Baik.Gimana kabar orang tua mu?"tanya dokter Bram.


"Baik,bahkan sangat baik"ujar Alvi terkekeh.


"Kau itu"ujar dokter Bram terkekeh.


"Oh ya om, bagaimana perkembangan rumah sakit ini?"tanya Alvi serius.


"Baik,bahkan semakin meningkat,karena mereka puas dengan pelayanan dan juga pengobatan di sini"ujar dokter Bram serius.


"Syukurlah kalau begitu,namun beberapa hari lagi kita akan mengadakan rapat,tepat nya hari minggu,karna aku tak mau menganggu kinerja para dokter di sini"putus Alvi,membuat dokter Bram mengerutkan kening nya.


Sedangkan Nayla masih mencerna obrolan suaminya itu.


"Loh, memang ada masalah apa?"tanya dokter Bram serius.


"Tidak,aku hanya akan membahas masalah barang yang aku pesan,karna mungkin dalam Minggu ini akan tiba"ujar Alvi tersenyum,tak lupa tangan yang selalu ia takutkan di jemari Nayla.


"Ooh,om kira apa"ujar dokter Bram terkekeh.


Mereka pun terus berjalan,sampailah mereka di depan ruangan dokter kandungan.


Dan dokter Bram pun berniat pergi dari sana,namun sebelum itu,ia mengatakan sesuatu terlebih dahulu.


"Oh ya,om lupa.Selamat untuk kehamilan mu Nak,om ikut senang,dan pastinya ayah mu yang galak itu tentu senang,karna sebentar lagi akan memiliki cucu"ujar dokter Bram lembut di barengi kekehan di belakang nya.


"Terima kasih om"balas Nayla tersenyum.


"Semoga selamat sampai lahiran nanti,kamu dan bayi nya"ujar dokter Bram.


"Dan ya,rumah sakit ini memang milik suamimu"ujar dokter Bram terkekeh,membuat Nayla terbengong.


Alvi yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala nya.


"Sayang,ayo"ajak Alvi,seketika membuat nya tersadar dengan wajah lucunya.


"Kak,yang di bilang om Bram beneran?"tanya Nayla masih penasaran.


"Menurut mu?"tanya balik Alvi,membuat Nayla mengerucutkan bibirnya.


"Gimana sih,kau kan bertanya,masa kamu malah nanya balik?"gerutu Nayla berjalan masuk meninggalkan Alvi yang terkekeh.

__ADS_1


"Lucunya istriku"gumam nya tersenyum.


"Selamat datang tuan muda,nyonya muda."sambut dokter wanita paru baya itu ramah.


"Terima kasih dokter"ujar Nayla tak kalah ramah,bahkan wajah yang tadi di tekuk seketika berubah menjadi ramah.


Berbeda dengan Alvi,ia hanya cuek saja,tanpa membalas sapaan dokter tersebut,ia hanya fokus pada wajah istrinya saja.


"Cepat sekali berubah nya,kayak power ranger saja"gumam Alvi namun tersenyum.


"Baiklah,silahkan duduk"ujar dokter mempersilahkan.


"Terima kasih"ujar Nayla dan segera duduk,bersamaan dengan Alvi.


"Apa ada yang bisa di bantu,tuan muda,nyonya muda?"tanya dokter itu ramah.


"Begini dok,saya mau periksa,karna tadi pagi saya mengecek nya DNA hasil nya positif."ujar Nayla lembut.


"Oh,baiklah,mari kita lakukan USG saja,sus bisa tolong di bantu"ujar nya.


Mereka pun melangkah mendekati ranjang,dan menyuruh Nayla untuk berbaring,di bantu oleh suster di sana.


Namun,saat suster ingin membukakan baju yang berada di atas perut Nayla,Alvi seketika mencegahnya.


"Apa yang akan kau lakukan?"tanya Alvi dingin.


Mendengar pertanyaan itu,membuat suster yang membantu Nayla menelan saliva nya.


"Maaf tu,,tuan saya hanya membantu nya"ujar suster itu gugup.


"Kau jangan macam-macam nya,mana ada membantu,yang jelas kau mau melecehkan istri ku"tuduh Alvi membuat para wanita yang di sana melongo.


Nayla yang mendengar itu,segera mencubit pinggang suami nya,membuat nya meringis.


"Sayang,kenapa kamu mencubitku?"ujar Alvi sambil mengusap pinggang nya yang terasa panas perih.


"Berisik"ujar Nayla menatap Alvi tajam,seketika membuat Alvi terdiam.


"Ayo sus,lanjutkan"ujar Nayla lembut.


Namun saat akan menyentuh baju yang di pakai Nayla,Alvi menatap tajam suster itu.


"Jangan sekali-kali,kau menyentuh nya"ujar Alvi dingin.


Mendengar itu,dokter dan suster hanya saling pandang,bahkan dokter tak bisa berkata-kata lagi.


Melihat itu,Nayla kesal,dan ia pun berbicara pada Alvi.


"Kak,kamu ingin di sini,atau keluar?"tanya Nayla lembut,namun dengan senyuman mengancam.


Mendengar itu Alvi segera menjawab meski gelagapan.


"Di si,,sini"ujar Alvi.


"Kalau begitu,diam jangan berisik,dan jangan lupakan tatapan mu itu"ujar Nayla penuh ancaman.


"I,,iya"ujar Alvi.


"Bagus,silahkan dok lanjutkan,jangan dengarkan manusia satu ini,anggap saja di manekin"ujar Nayla santai dan tersenyum pada dokter.

__ADS_1


"Baik nyonya muda"ujar dokter itu ramah.


__ADS_2