Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Ke bar-bar an yang hakiki


__ADS_3

Semua orang keluar dari kamar Nayla,mereka pergi ke ruang keluarga,dan tiba-tiba bunda berteriak heboh.


"Aakh,ayah sudah sembuh"ujar bunda keluar,bahkan seketika jiwa bar-bar nya keluar.


Membuat semua orang di sana menutup telinga nya,dan melihat ke arah tuan Baskoro.


"Aduh, Bunda,kenapa meski teriak-teriak sih,heran deh"gerutu Adnan,yang baru saja kembali dari kampus nya.


"Bar-bar"ujar mama Riska.


"Kayak kamu gak aja"ketus bunda melirik sinis mama Riska.


"Lah,emang iya"ujar mama Riska terkekeh.


"Dasar"ujar bunda cuek,namun kemudian ia melihat ke.arah tuan Baskoro,ia tersenyum teduh.


"Ayah udah sembuh?"tanya bunda lembut.


"Iya"ujar tuan Baskoro singkat.


"Wahh,ternyata musibah membawa berkah"celetuk bunda membuat mereka melihat ke arah nya.


"Apaan?"tanya mama Riska bingung.


"Iya,meski Nayla mendapatkan trauma nya lagi,tapi di balik itu,ayah sembuh dengan sendiri nya"jelas bunda di angguki oleh mama Riska.


"Bener juga kamu"ujar mama Riska .


"Aku ikut seneng liat om udah sembuh lagi"ujar mama Riska tersenyum.


Sedangkan tuan Baskoro gelagapan,karna ia bingung ingin membalas apa.


Berbeda dengan ayah dan papa Adi,mereka berdua terlihat menahan senyum nya.


"Ngapain kalian senyum-senyum gak jelas?"tanya mama Riska melihat ke arah dua pria paruh baya itu.


"Gak"ucap mereka kompak.


Tuan Baskoro melihat itu hanya mendelik kesal.


"Ayah,apa ayah sudah bisa berlari,apa ayah sudah bisa loncat-loncat?"tanya bunda semangat.


Plak


"Kau itu,kenapa mesti tanya begitu sih?Seharusnya kau bertanya,ayah mau makan apa,mau di masakin apa,bukan di tanya begitu,kenapa otak lemot mu itu masih ada sampai sekarang"gerutu mama Riska kesal.


"Kau itu kenapa memukul ku,dan apa kau bilang tadi,aku lemot?Asal kau tau yah,biar pun lemot begini,aku itu tetap cantik,bukan seperti mu,yang keriput nya sudah ada dimana-mana"ucap bunda,seketika membuat mama Riska berteriak.


"APA?"teriak nya membuat mereka semua terkejut.


"Apaan sih ma,berisik tau"ketus papa Adi.

__ADS_1


"Papa diem deh,gak usah ngomong"ketus mama Riska sibuk dengan tas nya.


"Dari dulu,sifat bar-bar nya gak berubah,malah seperti nya sudah hakiki"gumam bunda tersenyum.


Sedangkan papa Adi hanya menghela nafas panjang,sedangkan yang lain sudah menahan tawa,melihat wajah panik mama Riska.


"Aduh,mana sih?"gumam mama Riska,mencari sesuatu di tas,karna tak menemukan nya,ia pun sampai menumpahkan tasnya.


Yang bikin semua orang tertawa,karna melihat sesuatu yang membuat mereka membulatkan mata nya dan tertawa.


Bahkan ayah sudah tertawa terbahak-bahak,melihat itu.


"Ya ampun,sudah tua juga masih menggunakan yang beginian"celetuk bunda ,sambil mengangkat benda tersebut.


Tuan Baskoro yang melihat itu pun tertawa,sedangkan papa Adi hanya cuek saja,namun wajah nya sudah memerah.


Berbeda dengan mama Riska,yang sibuk dengan pencarian nya.


"Ketemu"teriak nya heboh...


"Riska,bagaimana rasanya?"tanya bunda menahan tawa.


"Apa?"tanya mama Riska masih fokus pada cermin nya.


"Ini"ujar bunda sambil menyodorkan benda itu.


Namun,mama Riska tak merespon nya,ia masih sibuk dengan urusan nya.


"Ya ampun,ternyata kamu benar Nit,keriput ku sudah banyak"ucap mama Riska membuat bunda kesal.


"Kamu nemu dimana itu?"tanya mama Riska setengah malu.


"Dimana lagi,ya di tas mu lah"ucap bunda santai,membuat mama Riska merasakan wajah nya panas.


Saat akan mengambil benda itu di tangan bunda,ayah sudah merebut nya.


Tanpa permisi,ia pun membuka nya,dan sedikit meniup nya.


"Hahaha,ini mah bergerigi,pasti rasa nya gimana gitu"celetuk ayah,membuat tawa nya pecah kembali.


"Di,perlu di coba nih"ujar ayah pada papa Adi.


Sedangkan papa Adi, pura-pura menerima telpon.


"Ya,hallo"ujar papa Adi dan pergi dari sana.


"Hahaha"pecah sudah tawa ayah,bunda dan tuan Baskoro,sedangkan mama Riska hanya menunduk malu.


"Bun,kita cobain yuk"ajak ayah dengan mengerlingkan mata nya sebelah.


"Apaan,gak ada yah"tolak bunda malu.

__ADS_1


"Ris,emang kamu nyaman pake yang gituan?"tanya ayah menahan tawa.


"Au ah"ujar mama Riska menahan malu,seketika ia pun merebut benda itu dan mamasukkan nya ke dalam tas nya.


Tak lama datanglah paman Andi,ia datang bersama Bara,dan tak lupa mereka membawa maf berisi berkas-berkas penting.


Mereka duduk di samping ayah,namun seketika pandangan paman Andi terkunci pada satu benda yang tergeletak di bawah meja.


Karna penasaran,ia pun mengambil nya,dan mencubit nya tak lupa mengangkat nya.


"K*nd*m bekas siapa nih?"celetuk paman Andi membuat tawa mereka yang semula berhenti,pecah kembali.


Hahaha.


Mereka semua tertawa,sedangkan paman Andi dan Bara mengerutkan kening nya.


"Kalau mau ambil aja,masih banyak kok Ndi"ujar tuan Baskoro menunjuk ke arah mama Riska.


Sontak saja paman Andi tertawa,dan melihat ke arah mama Riska.


"Nak,Riska pake beginian?Emang enak ya?"tanya paman Andi membuat tawa mereka semakin pecah.


Bahkan mereka lupa membahas tentang sembuh nya tuan Baskoro yang tiba-tiba dan kedatang kakek dan cucu itu.


Tanpa mereka sadari seseorang menatap mereka penuh benci.


"Nikmatilah kebahagiaan kalian yang sementara ini"ujar kepala pelayan itu mengepalkan tangan nya.


Ia belum mengetahui tentang keponakan nya,karna sebelum kejadian itu,ia pergi untuk mencari sesuatu di gudang belakang.


Sedangkan keadaan Davin sangat mengenaskan,ia sedang berada di rumah sakit,karna pengawal tersebut dengan sengaja membawa nya ke rumah sakit.


Ia mengalami luka cukup parah,bahkan gigi nya pun beberapa ada yang copot.


Setelah sadar dari pingsan nya ia mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.


"Datanglah ke rumah sakit xx,karna gue sedang di rawat"ujar nya dengan segera mematikan sambungan nya.


Setelah nya,ia pun mencoba memejamkan mata nya,karna badan nya sangat nyeri semua.


"Brengsek,ternyata pukulan nya semakin kuat saja"umpat nya kesal.


"Liat saja,gue bakal rencanain sesuatu,agar Lo menyesal membuat keadaan gue begini"ujar nya lagi dengan kesal.


"Dan ya,gue pastiin,istri Lo bakal jadi teman tidur gue,hahaha"ucap nya tergelak.


Sedangkan di tempat lain,Vita yang mendapat telpon dari pria yang di cintai nya,segera bersiap pergi,tanpa pamit pada siapa pun,bahkan dengan ceroboh nya ia meninggalkan ponsel nya di tempat tidur.


.


Kalau nanti sempet,aku bakal update lagi,karna kemarin beberapa hari gak update.

__ADS_1


Maaf nya,karna lagi banyak urusan,jadi baru sempet up lagi.


Semoga aja gak bosen nungguin nya.


__ADS_2