
"Apa?"teriak bunda,membuat yang ada di sana terkejut.
"Kalian mau melihat nya?"tanya tuan Baskoro santai.
"Mau/tidak"jawab mereka serempak,dengan jawaban berbeda.
"Aku ingin melihat nya,betina kah?"tanya Alvi antusias.
"Tentu saja,karna jantan nya mati tertembak oleh musuh"ujar tuan Baskoro dengan sendu.
"Kok bisa?Apa kakek tak memberi nya pengobatan?"tanya Nayla yang sedari tadi diam.
"Enak saja.Kakek sudah memberi pengobatan yang terbaik,hanya saja peluru itu mengandung racun yang mematikan,dan dengan cepat menyerang organ dalam nya,jadi ia tak bisa bertahan"jelas kakek dengan sedih.
"Oh"ucap Nayla ber oh saja.
"Jack bagaimana keadaan mansion?"tanya Alvi datar.
"Baik,dan beberapa hari lagi sudah bisa di tinggali,dan sekarang sedang proses pengecatan"ujar Jack santai.
"Baiklah,persiapkan segala sesuatu nya"ujar Alvi datar.
"Nak,memang kenapa dengan mansion nya?"tanya tuan Baskoro.
"Gak kenapa-napa,hanya saja sengaja aku merenovasi,karna ingin suasana baru saja"jelas Alvi santai.
"Ooh"ujar mereka membulatkan bibir nya.
"Nak,apa tidak apa-apa,kucing besar mu berkeliaran di sini?"tanya bunda khawatir.
"Bunda tenang saja,justru ia sedang menjalankan tugas nya"ujar Alvi santai.
Ia malah memainkan rambut Nayla dengan cuek,bahkan asisten nya pun hanya menggelengkan kepala nya,dengan tingkah atasan nya.
***
Sekedar memberitahu,Jack adalah asisten Alvi di perusahaan milik nya,sedangkan Kenan menjadi asisten di perusahaan milik keluarga nya.
***
Sedangkan kucing besar milik Alvi dengan santai nya berjalan,bahkan para pelayan yang melihat itu,segera menghindar,karna mereka merasa takut.
"Ya Tuhan,selamatkan kami dari macan hitam itu"ujar para pelayan yang sudah ketakutan.
Sedangkan kucing besar itu hanya berjalan santai,ia sedang mencari seseorang yang mencurigakan sedari tadi.
Dengan mata tajam nya,kucing besar itu merasa kan ada seseorang di dekat pohon besar di sana.
__ADS_1
Dengan perlahan ia berjalan ke arah itu,setelah berjarak beberapa meter ia segera berlari dan menyergap orang itu.
Orang itu yang menyadari bahaya mengintai nya,segera berlari namun naas orang itu ke buru tertangkap,bahkan tangan nya terluka,karna berusaha melukai kucing besar itu.
Setelah melihat lawan nya tak berdaya,kucing besar itu mengaum,sehingga orang-orang yang ada di ruang tamu pun segera berlari ke tmaan belakang.
Alvi yang lebih dulu sampai di sana,segera mendekat dan melihat yang terjadi.
"Good boy"seringai Alvi keluar,bahkan tatapan nya seketika berubah tajam,membuat orang di tatap nya gemetar ketakutan.
Tanpa aba-aba,Alvi langsung menyeret orang itu ke hadapan tuan Baskoro,melihat itu tuan Baskoro terlihat tenang,bahkan ia dengan santai nya duduk di kursi yang tersedia di sana.
"Charli,lanjutkan tugas mu"titah Alvi,dan kucing besar itu pun mengaum dan pergi.
Terlihat tuan Baskoro duduk santai di kursi itu,sedangkan yang lain terlihat tegang,apa lagi ayah,karna ayah sudah tau sifat ayah nya,meski terlihat santai,tapi terdapat sesuatu di balik nya.
"Kau tau apa kesalahan mu selama ini?"tanya tuan Baskoro santai,bahkan saking santai nya,membuat Nayla yang melihat nya gemas.
"Kakek itu,kenapa santai sekali sih,aku kan gemas jadi nya"gerutu Nayla sambil duduk di samping kakek nya.
Alvi yang melihat itu hanya diam,ia ingin lihat apa yang akan di lakukan oleh istri nya itu.
"Paman itu di tanya,kenapa diam saja dan gak ngejawab?"tanya Nayla dengan polos nya.
Sedangkan orang itu hanya diam,ia tak berani mengangkat kepala nya,walau sedikit.
"Ooh,ya ampun,paman ini bikin aku gemas deh."ujar Nayla mendekat ke arah pria paru baya itu dengan santai.
"Aakh"teriak nya penuh kesakitan.
"Oops,maaf paman aku sengaja.Tapi kenapa paman harus berteriak sih,padahal kan aku hanya pelan saja,bahkan hanya pegang doank"manyun Nayla dengan wajah menggemaskan.
Siapa pun yang melihat tak akan menyangka,jika di balik wajah polos dan menggemaskan itu ada iblis yang tersembunyi.
"Kamu itu,kenapa malah membuat nya kesakitan,kamu tidak kasihan melihat nya?"tanya ayah dengan santai.
"Ayah itu,aku kan hanya memegang nya"manyun Nayla.
"Kau pikir ayah tidak tau apa?Kau itu bukan hanya memegang nya,tapi kau itu memuntir nya tau"ujar ayah cuek.
"Kok ayah tau?"tanya Nayla cengengesan.
"Tau lah,kau itu kan iblis berwujud malaikat"celetuk ayah santai.
Plak
"Jangan samakan putri ku dengan iblis.Ayah ini keterlaluan."ujar bunda kesal.
__ADS_1
"Emang begitu kok"jawab ayah cuek.
"Iya,tapi jangan di sebutin gitu dong"omel bunda terkekeh.
"Terus apa lagi,emang bunda punya sebutan lain?"tanya ayah lembut.
"Ada"ujar bunda tersenyum devil.
"Apa?"tanya ayah penasaran,bahkan yang di sana pun penasaran dengan jawaban bunda.
"Lilith"ujar bunda dan tertawa keras.
"Bunda itu,masa ia putri nya di samakan dengan ibu iblis"ujar Nayla cemberut.
"Lah,emang iya"ujar bunda santai.
Dan seketika tawa mereka yang di sana pecah,bahkan Alvi pun ikut tersenyum.
Melihat suami nya tersenyum,Nayla merajuk.
"Kak,apa kakak gak ngebela istri kakak ini?"tanya Nayla manja.
"Kenapa harus di bela,kan memang benar begitu"ujar Alvi seketika semakin pecah saja tawa semua orang.
Sedang asyik tertawa,terdengar teriakan pak Min dari belakang mereka.
Mereka pun melihat itu,dan seketika menghentikan tawa nya.
Terlihat Charli berjalan santai di belakang pak Min,ia menunjukkan gigi-gigi nya yang runcing dan mengaum kecil.
Mendengar itu,pak Min semakin ketakutan,dan sampai lah ia di hadapan keluarga tuan Baskoro.
Ia bersembunyi dan meminta tolong dengan suara bergetar.
Namun tak ada satu orang pun yang mendengar nya,mereka hanya diam dan melihat saja.
Semakin dekat saja Charli di belakang pak Min,saking takut nya ia sampai mengompol di celana nya.
Namun, tiba-tiba saja Charli mendudukkan badan nya di hadapan Nayla.
Membuat Nayla gemas dan mengelus kepala Nayla lembut.Melihat itu Alvi merasa cemburu.
"Kau,menjauh dari sana,kalau tidak,kau tidak ku kasih betina cantik"ujar Alvi tegas.
Mendengar nada tegas Alvi,Charli pun menurut,karna ia merasa takut ancaman itu.
"Kamu itu kak,jangan galak-galak nanti ia pergi"ujar Nayla lembut.
__ADS_1
"Habisnya dia tuh, deket-deket melulu sama kamu"ujar Alvi cuek.
"Ya,ya baiklah,terserah kakak saja"ujar Nayla menyerah.