Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Cengeng


__ADS_3

Sebulan berlalu


Pagi hari saat terbangun dari tidur nya,Alvi merasakan mual yang sangat kuat.Bahkan sudah sepuluh menit ia berada di dalam kamar mandi.


Nayla yang baru terbangun dari tidur nya,tak menemukan suami nya,namun ia mendengar suara orang muntah di kamar mandi nya.


Karna khawatir,ia segera berlari ke kamar mandi,terlihat suami nya sedang memuntahkan isi perut nya.


"Sayang,kamu kenapa?Kenapa kamu muntah-muntah begini?"tanya Nayla khawatir.


Alvi tak menjawab,ia hanya sibuk menyerukkan wajah nya di leher Nayla.


Entah kenapa,ia meras anyaman di sana,bahkan mual-mual yang mendera nya pun berangsur berkurang.


"Sayang geli"ujar Nayla merinding.


"Sebentar saja,aku merasa lemas"ujar Alvi dengan suara lemah.


"Kamu itu sebenarnya kenapa? Kenapa bisa muntah sampai lemas begini?"tanya Nayla masih khawatir.


"Gak tau"ujar Alvi manja.


"Ya udah,kita keluar,dan kamu nya jangan gini,aku susah loh jalan nya"ujar Nayla sedikit kesal.Pasal nya,suami nya ini tak mau menjauhkan wajah nya dari ceruk lehernya.


"Kamu marah?"tanya Alvi dengan mata berkaca-kaca.


"Ya habis nya,kamu tuh aneh tau gak,sudah beberapa hari manja terus"gerutu Nayla tanpa melihat ke arah Alvi.


"Baiklah"ujar Alvi dengan suara bergetar.


Mendengar suara suami nya berbeda,ia pun segera melihat nya,dan ternyata suami nya terlihat menitikkan air mata nya,namun dengan segera di hapus oleh nya.


Melihat itu,Nayla merasa bersalah,karna membuat suami nya sampai menangis.


Ia pun mencoba memegang tangan suami nya,namun malah di tepis suami nya.


Tanpa berkata apapun,Alvi keluar dari kamar mandi tanpa melihat ke arah Nayla.


Nayla hanya bisa menghela nafas panjang.Ia merasa aneh dengan sikap suami nya yang beberapa hari ini terasa aneh...


Ia pun segera menyusul suami nya keluar,namun ia tak melihat suami nya di dalam kamar.Ia pun mencoba mencari nya di bawah.


Ia khawatir kalau suami nya marah,karna dua hari yang lalu ia tak sengaja menyinggung suami nya,dan berakibat suami nya keluar rumah dengan mengendarai mobil nya kencang.


Iya,karna sudah dua Minggu yang lalu mereka sudah menempati rumah mereka sendiri,begitu selesai di renovasi,mereka langsung pindah ke sana

__ADS_1


Namun ia bernafas lega,karna ternyata suami nya,sedang menelpon seseorang.


"Baiklah,Al tunggu,tapi jangan lama-lama,Al sudah ingin memakan nya"jawab Al terkesan manja.


Setelah itu sambungan telpon pun terputus,dan ia berbalik melihat istri nya menatap nya bingung.


"Yang,habis telpon siapa?"tanya Nayla lembut.


"Gak tau"jawab Alvi ketus.


Nayla hanya bisa menghela nafas,entah kenapa suami nya ini sikap nya berubah,bahkan karna hal sepele pun menjadi besar bila berhadapan dengan suami nya ini.


"Untung cinta"gumam Nayla,namun masih di dengar oleh Alvi.


"Jadi kalau gak cinta bakal ninggalin aku gitu,kok kamu tega sih"ujar Alvi dengan mata berkaca-kaca.


Melihat itu,Nayla menggaruk kening nya yang tak gatal.


"Ya ampun sayang,bukan begitu maksud ku"ujar Nayla bingung merangkai kata.


"Apa?Kamu gak bisa jawab kan?Kenapa sih kamu tega banget sama aku?"ujar Alvi dengan sedih,bahkan suara nya sudah bergetar.


"Ya ampun,maafkan aku ya,aku gak bakal ninggalin kamu kok.Aku kan udah sayang dan cinta sama kamu,masa iya aku ninggalin kamu"ujar Nayla lembut dengan tersenyum paksa.


"Beneran?"tanya Alvi senang.


Ia merasa heran dengan sikap suami nya ini,namun ia merasa gemas di waktu yang bersamaan,apa lagi dengan wajah yang sudah hampir menangis.


Dan juga mood nya yang mudah berubah,membuat ia seperti manaiki permainan rollercoaster.


"Ya udah,sekarang kamu mau sarapan apa,biar aku siapin?"tanya Nayla lembut.


"Gak usah,aku udah nyuruh mama buat kesini,dan udah di suruh bawain makanan"ujar Alvi memeluk Nayla manja,dan seperti biasa wajah nya ia sembunyikan di ceruk leher Nayla.


"Hmm,wangi"gumam Alvi tersenyum.


Mendengar itu,Nayla tersenyum dan mengusap rambut Alvi lembut.


Tak lama,suara teriakan membuyarkan keromantisan mereka.


"I'm coming,mama yang cantik datang"teriak mama Riska,Alvi yang mendengar langsung saja berlari menghampiri mama nya.


Melihat itu,mama Riska senang,namun harapan nya harus pupus,karna itu tak sesuai bayangan nya.Di kira putra nya itu akan memeluk nya,tapi ternyata malah merebut rantang yang berisi makanan.


"Aakh,akhirnya mama datang juga,kenapa lama sekali sih,Al udah lapar banget tau gak"omel Alvi sambil berjalan menuju meja makan meninggal kan mama dan istri nya.

__ADS_1


Mama Riska yang melihat itu hanya melongo,dan Nayla hanya tersenyum melihat ibu mertua nya.


"Nay,apa benar itu putra mama,kenapa jadi begitu?"tanya mama Riska heran.


"Huft,entahlah ma,sudah beberapa hari ini sikap nya aneh banget,bahkan sampai buat aku emosi,tapi kalau aku marahin dia,eeh malah mau nangis dia"ujar Nayla terkekeh.


"Gimana kabar mama?"tanya Nayla sambil menggandeng ibu mertua nya masuk.


Namun,mama Riska tak menjawab nya,ia hanya sedang berpikir,apa jangan-jangan...


"Nay,apa kamu sudah isi?"tanya mama Riska tanpa menjawab pertanyaan Nayla.


"Isi?"tanya Nayla bingung.


"Hamil maksud mama"ucap mama Riska membuat Nayla menganggukkan kepala nya santai.


Namun,sedetik kemudian ia berteriak bahkan mama Riska pun di buat terkejut oleh nya.


"Apa?"teriak Nayla.


"Apa kamu sudah hamil?"tanya mama Riska kembali.


"Aku gak tau ma,soal nya aku gak merasakan itu"jawab Nayla gugup.


"Tentu saja kamu tidak merasakan nya,karna suami mu yang merasakan nya"ujar mama Riska santai,dan langsung pergi menghampiri Alvi.


"Mungkinkah?"tanya Nayla pelan ke diri sendiri.


Ia segera menyusul mertua nya menghampiri Alvi.


Terlihat Alvi sedang melahap makan dengan lahap.Bahkan ia dengan santai nya tanpa menawari orang yang ada di sana.


Bahkan pelayan yang melihat pun,hanya bisa melongo.


"Boleh mama minta?"tanya mama Riska sengaja menggoda Alvi.


"Tidak,kalau mama mau tinggal masak sendiri,ini semua punya aku"ujar Alvi menahan piring yang ada di depan nya.


"Aku mau"ujar Nayla,tanpa izin pemilik nya langsung mengambil nya,dan itu menyebabkan Alvi hampir menangis.


Melihat itu Nayla panik,kemudian ia menghampiri suami nya,kemudian ia memeluk nya.


"Maafkan aku,aku tak bermaksud"ujar Nayla lembut.


"Tapi nanti ganti"ujar Alvi manja,dan lanjut makan lagi.

__ADS_1


Sedangkan mama Riska melihat itu hanya melongo.


"Kenapa ini lebih parah,dan lebih cengeng"gumam nya dengan bergidik ngeri.


__ADS_2