
Beberapa menit sebelum kejadian dimana Rafa jatuh menimpa Amel,semua orang masih sibuk dengan urusan nya masing.
Namun,setelah mendengar ucapan Rafa,mereka pun melihat itu,namun yang terjadi membuat mereka ternganga tak percaya.
Pemandangan tersebut,membuat mereka tak percaya, dengan apa yang mereka lihat.
"Pemandangan langka cuy."ujar Toni.
"Ho'oh,ini harus segera di abadikan."timpal Kenan,dengan segera merogoh ponsel nya,dan memotret pemandangan itu.
"Gue liat."ucap Toni.
"Wih bagus nih,ini harus di kirim kan ke Tante."ujar Toni begitu antusias.
Tanpa bicara lagi,ia segera mengirimkan poto itu ke mama nya Rafa.
"Gue yakin,tante bakal heboh melihat ini."ujar Alvi yang sedari tadi menyimak.
"Gak kebayang gue."gumam Bara pelan.
Sedangkan yang di perbincangkan,masih diam dengan posisi yang masih sama.
Bahkan kedua nya,malah saling pandang.Sampai suara seseorang mengagetkan mereka.
"Apa kalian akan terus seperti itu."ujar nya dingin.
Blush
Segera lah mereka duduk tegap,setelah tau suara siapa itu.Bahkan Rafa di buat gugup,bahkan untuk menelan saliva saja sangat susah.
Bukan hanya mereka berdua,semua yang ada di sana pun ikut di buat gugup.
"Ayah..Om."ucap mereka barengan
"Apa kalian tak ada tempat lain,untuk melakukan hal seperti itu.Dasar kalian ini PDR."ujar ayah sinis.
"Apaan tuh PDR?"tanya Kenan.
"Pemuda ripuh."celetuk nya santai.
Mereka semua melongo mendengar itu,batin mereka pun saling bersahutan."buseet,tau dari mana kata singkatan begitu.Gue aja baru tau kata itu."batin mereka.
"Hey,kau bocah.Berani-beraninya kau menci*m putri ku.Apa kau sudah bosan hidup?"ujar ayah datar,membuat Rafa menelan saliva nya susah.
"Ayah,ini gak seperti yang ayah kira.Kami gak sengaja,ini hanya sebuah kecelakaan."ujar Amel pelan,dengan kepala menunduk.
"Gak sengaja,kecelakaan gimana,nyata nya kalian happy-happy aja tuh.Sudahlah ayah tak percaya."ujar ayah berjalan mendekat ke arah Nayla.
__ADS_1
"Gimana keadaan mu nak?"tanya ayah lembut.
"Jauh lebih baik."jawab Nayla sambil tersenyum.
"Syukurlah,ayah jadi lega."timpal ayah tersenyum.
Segera ia menghampiri Renata "Gimana keadaan kamu nak.?"tanya ayah.
Seketika pertanyaan dari ayah membuat Renata terharu,ia pun menganggukan kepala nya dengan mata berkaca-kaca.
Melihat reaksi Renata,ayah merentangkan tangan nya.
"Butuh pelukan?"tanya ayah,tanpa menjawab itu, Renata langsung saja memeluk ayah.
"Ayah,hiks"ujar Renata sambil menangis.
"Menangislah,keluarkan semua nya."bisik ayah,dan itu pun semakin membuat Renata sesegukan.
Melihat itu,semua orang menitikkan air mata nya,tanpa terkecuali.
"Menangislah sepuasnya,tapi,,besok dan seterusnya,kau harus menjadi Renata yang kuat dan tegar lagi.Karna apa?,Karna ayah yakin,kamu adalah putri ayah yang paling kuat,di antara putri ayah yang lain."
"Maafkan ayah,karna tak ada saat kamu membutuhkan ayah."tambah ayah,malah semakin membuat Renata menangis.
Sesaat mereka melupakan masalah Amel dan Rafa.Mereka malah menjadi melow semua.
"Aku tau,ayah kemarin pasti sangat sibuk,jadi aku paham itu.Dan juga ayah gak perlu merasa bersalah,justru aku senang,meski ayah sibuk,ayah selalu menyempatkan buat jenguk aku selama beberapa hari ini.Terima kasih ayah."ucap Renata membuat ayah tersenyum dan kembali memeluk Renata.
"Jika ada masalah,jangan sungkan buat cerita sama ayah atau bunda,atau juga sama mereka.Kita ini keluarga,jadi kamu gak perlu sungkan untuk itu.Benar begitu bukan?"ujar ayah dan bertanya pada semua.
"Benar."ucap mereka kompak.
"Tuh dengar,kalau mereka gak mau,datang saja pada ayah,pasti ayah akan selalu ada buat kamu."ujar ayah kembali.
"Terima kasih semua."ujar Renata tersenyum.
Seketika suasana kembali hening,hanya terdengar suara isakan kecil dari Amel.
Mereka semua saling berpandangan,dan mengedikkan bahu nya.
"Ya ampun,bocah ini,jika sudah menangis,susah berhenti nya,beruntung nya,rumah sakit ini tidak hancur."gumam ayah masih terdengar.
"Sst,sudahlah.Apa kau tidak cape dari menangis,aku saja yang mendengar nya sudah cape."ucap Rafa membuat Amel semakin menangis kencang.
"Ya ampun,tolong aku."ujar Rafa melihat ke arah orang-orang,dengan wajah memelas.
"Huft."
__ADS_1
Ayah pun yang baru mendengar itu,sudah merasa kesal.
"Apa kau akan terus menangis,dan membuat pria yang di peluk oleh mu pergi.?*tanya ayah dengan kesal.
"Jangan.Baiklah aku akan berhenti.Tapi dia jangan pergi."ucap Amel semakin memeluk Rafa erat,dan tangisan nya pun seketika berhenti.
Setelah itu,mereka semua berbincang-bincang seperti biasa.
Namun,di tempat lain terjadi kehebohan,bahkan semua pelayan di buat bingung dengan kelakuan majikan nya.
"Woahh,daebak,ini berita panas.Aakh aku harus segera menelpon papi.Papi harus tau ini."ujar nya heboh.
Ia pun segera menelpon suaminya,bahkan dengan hebohnya,ia sampai berteriak membuat pelayan merasakan senam jantung.
"Aaakh,akhirnya putra ku jadi normal,setelah puluhan tahun sendiri alias jomblo.Dan yang lebih penting,dia menyukai perempuan.Aaakh aku udah gak sabar."Ucap nya heboh sendiri.
Karna masih penasaran,dengan poto itu,ia pun menelpon nomor yang mengirimkan poto itu.
Sedangkan di rumah sakit, Kenan merasakan ponsel nya bergetar,ia melihat ada panggilan video dari seseorang.
"Tante Mutia."gumam nya.
"Hallo."
"Arahkan pada bocah tengik itu."ucap Tante Mutia.
Mengerti maksud nya, Kenan pun langsung mengarahkan dengan kamera belakang.
Dan betapa terkejutnya,ia mendengar teriakan tante Mutia.
"Omo,putra ternyata normal,ku kira ia belok,ternyata....woaah,menantu mami mertua datang."teriak tante Mutia heboh.
Bahkan semua orang mendengar itu ,hanya menghela nafas jengah.
"Aduh tante,bisa gak kalau gak teriak,gimana kalau kuping Kenan lepas,apa tante mau gantiin."ujar Kenan kesal.
"Hey Konan diam saja kau,kalau sampai telinga mu lepas,tenang saja,masih banyak kucing tetangga."ucap nya ketus.
"Ya ampun tante, Kenan nama ku K E N A N, Kenan,bukan konan,kenapa tante suka sekali mengganti nama orang sih."gerutu Kenan kesal.
"Alah,cuma beda huruf nya,kenapa repot sih."balas Tante Mutia sinis.
"Terserah tante lah,ngomong sama tante gak akan pernah habis."ucap Kenan.
"Dan apa lagi,masa telinga ku di samain sama telinga kucing."guman Kenan.
"Hey bocah,aku mendengar nya."teriak tante Mutia,mendengar itu, Kenan langsung saja mematikan telpon nya.
__ADS_1
Mendengar perdebatan itu,seketika membuat Rafa menghela nafas kasar.