Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Calon menantu


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu,waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Para wanita dan pria itu pun bergegas pulang,namun saat akan berdiri ponsel Nayla berbunyi.


"ayah"gumam Nayla.


"assalamualaikum."


"kamu masih dimana,kenapa belum pulang,cepat pulang"cerocos ayah membuat Nayla mendengus kasar.


"iya ayah,ini juga mau pulang"jawab Nayla lembut.


"ya sudah,ayah tunggu"ucap ayah langsung mematikan telpon nya.


"yuk ah buruan pulang,ayah udah nelpon"ajak Nayla di angguki oleh semua.


"padahal gue masih kangen banget loh"ucap Renata sedih.


"aah lo,kayak gak tau aja ayah gimana"timpal Tia cuek.


"iya,apa lagi sekarang udah jadi janda ni anak,bisa bisa di bawa kabur"celetuk Amel membuat para pria melongo.


Mereka tak menyangka,kalau wanita si muka datar ini udah janda.


Melihat tatapan sahabat nya,Alvi hanya cuek saja,namun senyum tak redup dari bibir nya.


"liat aja nanti,kamu akan jadi milikku"batin Alvi senang.


"oh ya kak,pakai mobil aku aja yah,aku lagi males nyetir"ucap Friska di angguki oleh Alvi.


"terus kita pulang nya gimana?"tanya Amel.


"gampang lo di anterin sama kak Rafa aja,soal nya jalan nya searah,kalau Lo Tia,pulang sama kak Toni aja,rumah kalian kan gak jauh jauh amat."ucap Friska membuat dua pria itu tersenyum senang.


"bentar,terus gue bareng siapa?"tanya Nayla bingung.


"kamu?,tentu aja sama aku"ucap Alvi dengan pede nya.


"iya,lo bareng kita"timpal Friska dengan senyum lebar nya.


"kenapa gak bareng Tia atau Amel aja?"tanya Nayla masih kesal pada Alvi.


"gimana mau bareng,sedangkan rumah lo itu beda jalan dengan mereka."ucap Friska masih belum menyerah.


"gak asik lo mah aah,tadi aja lo bisa jemput gue,sekarang malah gak bisa"gerutu Nayla sambil keluar dari cafe,sedangkan Alvi hanya tersenyum menyusul Nayla.


Friska melihat itu merasa senang,melihat kakak nya terlihat serius dengan Nayla.


"gue berharap kakak bisa bahagian Lo mau"gumam Friska tersenyum,dan segera menyusul mereka.


Sedangkan teman teman mereka sudah pulang tak lama setelah Nayla keluar.

__ADS_1


"menyebalkan,kenapa harus sama atasan mes*m itu"gerutu Nayla masih belum selesai.


Alvi memdengar itu hanya tersenyum,ia merasa senang melihat wanita nya mengomel dengan bibir mengerucut.


Ingin rasa nya ia mencicipi lagi manis bibir nya itu.


"kenapa sayang,gak cape apa dari tadi mengomel saja?"tanya Alvi lembut sambil mendekat.


Deg deg deg


Mendengar pertanyaan Alvi membuat jantung Nayla berdebar debar,bahkan wajah nya sudah memerah,namun ia mencoba menutupi dengan wajah kesal nya.


"a,,apaan sih lo gak jelas banget,sayang sayang sorry gue bukan sayang nya lo"teriak Nayla gugup saking kesal nya,bahkan ia melupakan kalau itu atasan nya.


Sedangkan Alvi masih terus saja tersenyum,ia merasa gemas dengan tingkah Nayla,meski terlihat malu dan gugup,tapi masih bisa di tutupi dengan rasa kesal nya.


"ngapain lagi pake senyum senyum segala,jadi merinding gue"ucap Nayla dengan ketus.


Karna terlalu gemas atau karna mulai tergoda,Alvi dengan berani memajukan wajah nya.


"nga,,ngapain lo"belum selesai berucap bibir nya sudah di kecup duluan oleh Alvi.


Cup


Karna tak ada penolakan,Alvi terus saja mengecup nya,sedangkan Nayla yang menerima itu hanya terbengong saking terkejut nya.


Saat akan mencoba sedikit ******* nya,Nayla tersadar dan langsung mendorong Alvi.


"ya ampun,kenapa jantung gue berdebar debar gini rasa nya kaya mau copot aja"gumam nayla,sedetik kemudian ia menyentuh bibir nya dan tersenyum.


"dasar mes*m"ucap nya tersenyum.


Sedangkan Alvi senang bukan main,karna keinginan nya bisa terkabul.


"manis"ucap nya tersenyum sambil meraba bibir nya.


Friska yang melihat dari kejauhan melongo melihat seberani itu kakak nya.


"gila,maen nyosor aja tuh mulut"ucap Friska sambil tersenyum misterius,segera ia pergi dan masuk ke dalam mobil nya,ia menyuruh Nayla duduk di depan,dengan alasan ia ingin tiduran,dengan terpaksa Nayla menurut dengan bibir komat kamit.


"kak buruan,udah malem ini"teriak Friska membuat lamunan Alvi buyar.


"ck,mengganggu saja"umpat Alvi,dan segera masuk ke dalam.mobil di balik kemudi.


Saat masuk ia melihat Nayla memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil,membuat nya ingin menggoda nya.


"sayang"panggil Alvi membuat Nayla spontan berbalik,dan seketika wajah nya langsung memerah,dan segera lagi berbalik.


Berbeda dengan Friska ia hanya cuek saja,tanpa mereka tau Friska diam diam Vidio call dengan mama nya.


Blush

__ADS_1


"sial"umpat nya pelan.


"cantik"ucap Alvi sambil menyetir.


Mendengar ucapan itu membuat Nayla semakin salting,dan itu terlihat dari jemari nya yang saling bertaut.


Alvi hanya tersenyum melihat itu.


"kamu pasti akan jadi milik ku"batin Alvi yakin.


Friska hanya tersenyum samar,dan jangan lupa mama Riska bahagia,bahkan ia sampai berteriak sambil lompat lompat di atas ranjang.


"apaan sih mah,heboh banget?"tanya papa Adi cuek,masih anteng dengan ponsel nya.


"aakh,pa bentar lagi kita punya mantu"ucap mama Riska antusias.


"oh"respon papa Adi cuek.


"iih papa,kok cuek banget sih,heran deh bukan nya seneng ini malah cuek banget"omel mama Riska.


Mendengar suara istri nya yang sudah kesal,papa Adi menyimpan ponsel nya dan melihat ke arah istri nya,di lihat nya istri nya itu sudah komat kamit gak jelas dengan bibir mengerucut.


"bahaya nih"batin nya.


"memang siapa sih calon nya?"tanya papa Adi lembut,mencoba merayu istri nya.


Mendengar itu membuat mama Riska sedikit senang,karna masih ada kesal nya.


"gak tau lah,orang kelihatan belakang aja,emang tadi papa gak liat?"tanya mama Riska memicingkan mata nya ke papa Adi.


"Li,,,liat kok"jawab nya gugup,mendengar jawaban gugup suami nya membuat ia semakin kesal.


"tidur di luar"geram mama Riska final.


Duarr


"loh mah,kok gitu sih,maaf dech tadi papa lagi balas email"ucap papa Adi mencoba merayu..


"alah,alasan lebih baik sekarang papa keluar dari kamar ini"final mama Riska.


"tapi mah"belum selesai mama Riska sudah melempar bantal ke arah papa Adi.


"gak ada tapi tapian,suruh siapa tadi gak liat,malah sibuk terus sama ponsel nya"gerutu mama Riska membaringkan tubuh nya,dan membelakangi papa Adi.


Melihat istri nya gak dapat lagi di bujuk,hingga akhir nya ia mengalah.


"kalau tau begini aku pasti gak bakal cuek aja tadi."gerutu nya sepanjang jalan keluar.


Mama Riska yang mendengar itu tak di buat pusing,justru ia memikirkan hal lain.


"kaya pernah liat,tapi dimana?,,udah aah besok tanyain aja sama Friska."gumam nya pelan,sampai ia ketiduran.

__ADS_1


__ADS_2