
Mendengar pengakuan cucu nya,membuat tuan Seno geram,karna ia tak menyangka menantu nya tega berbuat seperti itu.
"Dan yang lebih membuat aku sakit hati,papa lebih memilih wanita yang lebih cantik dari mama,padahal mama lebih cantik dari dia,kalau seandainya mama dandan pun pasti akan lebih cantik mama,hanya saja,papa melarangnya,dengan alasan tanpa make up pun tetap cantik"jelas Renata lagi.
Tuan Seno hanya diam mendengarkan,ia terus mengusap punggung cucu nya sayang.
"Sayang,cucu kakek,kamu harus menjadi wanita kuat dan hebat,biarlah papa mu bersama dengan wanita lain,yang penting sekarang,kamu harus menjadi kekuatan untuk mama mu,sudah,sekarang berhenti lah menangis,dan semangat untuk menghibur mama mu"ujar tuan Seno lembut kepada Renata.
Pelukan mereka pun terlepas,dengan segera Renata mengusap air mata nya,dan mengangguk.
"Baiklah,sekarang masuk kamar,dan mandi.Karna seperti nya princess kakek sudah bau keringat"ujar tuan Seno menjawil hidung Renata.
"Aakh,kakek"ujar Renata menja.
"Pergilah,kakek ada urusan di kantor"ujar tuan Seno dan berlalu pergi.
Setelah kepergian kakek nya, Renata pergi ke kamar nya,ia ingin segera mandi dan menemui sang mama.
Setengah jam kemudian,ia sudah selesai dengan acara mandi nya,ia segera berpakaian dan ingin pergi ke kamar ibu nya.
Namun,baru saja keluar dari kamar nya,ia melihat ibu nya berjalan menuruni tangga,seperti akan pergi.
Karna penasaran, Renata pun mengikuti nya,karna ia merasa khawatir dengan keadaan ibu nya.
Ia pun pergi menyusul ibu nya,dengan menggunakan sepeda motor milik nya.
Ia mengereyitkan kening nya heran,kenapa ibu nya pergi ke rumah suami nya.
Karna penasaran,ia pun berusaha mengintip di balik pilar.
Terdengar suara pertengkaran di dalam sana,karna takut terjadi sesuatu,ia pun sedikit melongok kan kepala nya,namun seketika ia terkejut melihat apa yang terjadi.
Ia melihat ibu nya sedang meringis,karna di tendang oleh papa nya.
Melihat itu,ia ingin menghampiri nya,namun sesuatu terjadi lagi di sana.
Ibu nya di seret,bahkan di tampar dan di tendang berkali-kali,membuat ibu nya tergolek tak berdaya.
Melihat itu ia merasa hati nya di remas-remas,karna yang melakukan itu semua adalah suami nya sendiri.
Ia menangis tergugu melihat keadaan ibu nya yang sudah tak sadarkan diri.
Dengan langkah gemetar ia masuk ke sana,namun terlambat karna ibu nya sudah tak bergerak,karna pingsan.
Melihat itu ia semakin menangis histeris,sedangkan ke dua orang itu hanya diam dan melihat,tanpa ada niatan untuk membantu nya.
__ADS_1
Karna perasaan yang kacau dan panik yang melanda nya,ia tak bisa berbuat apa-apa.
Ia melihat ke arah dua orang tersebut,ia melihat wanita itu tersenyum sinis,sedangkan pria yang bergelar ayah nya,hanya diam terpaku tak bergerak sedikit pun.
"Kalian berdua,akan merasa kan akibat nya,bahkan kalian akan mendapatkan nya dengan lebih parah dari ini"ancam Renata dingin,namun air mata nya mengalir.
Ia pun segera merogoh saku celana nya,ia mengambil ponsel dan menelpon ambulans.
Tak lama ambulans datang dan segera membawa ibunya ke rumah sakit.
Sebelum keluar mengikuti para petugas ambulans,ia melihat sebentar ke arah dua orang itu dengan tatapan penuh kebencian,bahkan di sana sudah ada dendam yang begitu besar.
Tak ingin menunggu lama,ia pun segera berlari menyusul ibu nya ke dalam ambulans.
Di perjalanan ia menelpon kakek nya untuk segera menyusul nya ke.rumah sakit.
Sampai nya di rumah sakit,ibu nya langsung di bawa ke UGD,karna keadaan nya kritis,karna terdapat luka di kepala nya.
Renata dengan keadaan yang acak-acakan,menunggu dengan gelisah.
10 menit kemudian,terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa.
"Cucu ku"panggil tuan Seno,membuat Renata mendongak kan wajah nya.
Sudah tenang,ia pun menceritakan segala nya pada kakek nya,mendengar itu tuan Seno marah besar,bahkan ia langsung menelpon asisten nya,untuk menghancurkan perusahaan menantu nya.
"Sudahlah sayang,kita do'a kan semoga mama mu baik-baik saja"ujar tuan Seno menenangkan,padahal ia sendiri pun sangat khawatir dengan keadaan putri semata wayang nya.
Setengah jam kemudian,dokter keluar dari ruangan UGD dengan menghela nafas berat.
"Dok,bagaimana keadaan putri saya?"tanya tuan Seno setegar mungkin.
"Kondisi nya kritis,karna terdapat luka serius di kepala nya,dan pasien sudah sadar,ia ingin bertemu dengan kalian"ujar dokter memberi tahu.
Mendengar ucapan dokter itu membuat tuan Seno dan Renata segera masuk ke dalam.
Sampai nya di dalam,mereka melihat Ajeng dengan kondisi memprihatinkan.
Melihat itu Renata menangis,bahkan tuan Seno pun menitikkan air mata nya.
"Putri ku,ayah"panggil Ajeng dengan suara pelan.
"Mama"
"Ajeng"panggil mereka bersama.
__ADS_1
Ajeng menggerakkan tangan nya,sebagai kode agar mereka mendekat.
"Putri ku,jaga diri baik-baik,jadilah wanita yang kuat dan hebat,maafkan mama karna tak bisa lagi menemani mu,turuti perintah kakek mu,jangan sesekali membantah nya"ujar Ajeng dengan nafas tersengal-senggal.
Mendengar itu, Renata menggelengkan kepala nya,dengan air mata mengalir deras.
Kemudian,Ajeng beralih ke tuan Seno,ia tersenyum lembut.
"Ayah"panggil nya lirih.
"Ya"jawab tuan Seno tersenyum dan menahan tangis nya.
"Aku minta tolong,jaga putri ku baik-baik,biarkan dia maraih cita-citanya,dan biarkan ia memilih jalan nya sendiri.Terima kasih karna ayah selalu ada buat Ajeng sampai saat ini,dan satu lagi permintaan Ajeng,tolong cari dan bawa berkas-berkas penting di dalam kamarku,di rumah mas Harun,di sana ada berkas penting dan beberapa barang milik ku,tolong bawa dan serahkan kepada putri ku jika sudah menikah."ujar Ajeng dengan nafas yang semakin berat.
Melihat itu Renata dan tuan Seno berteriak memanggil mama nya dan dokter.
Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Ajeng,namun Tuhan berkehendak lain,Ajeng sudah menghembuskan nafas terakhir nya.
Membuat Renata,histeris dan langsung pingsan di tempat.
Tuan Seno panik dan segera ia meminta dokter untuk memeriksa nya.
Sebulan telah berlalu,namun kejadian itu masih seperti kemarin,bahkan dengan kejadian tersebut,Renata mengalami depresi berat,bahkan hampir beberapa kali ingin mengakhiri hidup nya,hanya saja tindakan itu selalu di gagalkan oleh tuan Seno dan pelayan yang memergoki nya.
Bahkan untuk mengembalikan kehidupan nya yang normal,ia harus menjalani nya selama beberapa tahun ini,dan sampai saat ini kondisi nya belum sembuh total.
Maka dari itu orang-orang terdekat nya selalu menjaga emosi nya,karna jika emosi nya terpancing,maka ia akan pingsan.
Karna ia merupakan orang yang tidak pernah menunjukkan kemarahan,dan ia hanya bisa menahan nya dalam hati.
Karna itu lah,jika ia di buat emosi maka ia akan pingsan saat itu juga,bahkan bisa sampai beberapa hari tak bangun,dan itu membuat orang-orang di dekat nya khawatir.
Tapi sekarang,ia sudah bisa mengeluarkan emosi di hati nya walau tidak semua nya,namun itu sedikit lebih baik dari pada harus menyimpan nya di dalam hati.
Flashback off.
Tak terasa ia sudah agak lama berdiam diri di sini,sampai sebuah suara mengagetkan nya.
"Ayo masuk,kita sudah di tunggu di dalam"ujar Kenan lembut.
Mendengar itu Renata hanya mengangguk dan mengikuti nya masuk ke dalam.
Kenan menatap Renata dengan pandangan yang sulit di artikan.
Sedangkan Renata,hanya cuek seperti tidak terjadi apa-apa,namun siapa yang sangka jika ia merasa gugup.
__ADS_1