Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Perdebatan tiga sahabat


__ADS_3

Malam telah tiba,Friska,Amel dan Tia sudah berada di dalam mobil Friska,sengaja Friska menjemput mereka supaya mereka bisa berbarengan,dan sekarang mereka sedang di perjalanan menjemput Nayla.


Sedangkan Nayla sudah menunggu dari setengah jam lalu,bahkan sekarang bibir nya sudah cemberut dan mengomel tak jelas.


"kebiasaan,selalu saja ngaret,kalau tau gini aku pergi sendiri aja bawa mobil."gerutu nya sambil mencak mencak.


Ayah dan bunda yang melihat itu,hanya menggelengkan kepala nya.


"lihat lah yah,putri tercinta ayah,sudah seperti orang yang marah karna telat di jemput pacar nya."ledek Adnan.


"kau itu,seperti tak tau kakak mu saja"timpal bunda sambil tersenyum.


"setidak nya ia sudah tak murung lagi,karna sejak pernikahan itu terjadi,kakak mu itu selalu saja murung di kamar nya."ucap ayah.


"iya,dan aku bersyukur atas itu"ucap Adnan tiba tiba tersenyum.


Bunda dan ayah yang melihat itu merasa heran.


"Adnan,kamu kenapa?"tanya bunda.


"lagi seneng aja,semoga saja kakak bisa ingat lagi tentang ingatan nya yang hilang tiga tahun lalu,karna aku yakin seseorang telah menunggu nya"ucap Adnan dengan pelan di akhir kata.


"maksud mu?"tanya ayah serius.


"iya,apa ayah ingat waktu sebelum kecelakaan kakak selalu saja tersenyum,bahkan setiap hari kita setiap kita menelpon,wajah nya selalu saja bahagia?"tanya Adnan,karna memang Adnan tinggal bersama Nayla saat masuk sekolah SMA.


"lalu,hubungan nya?"tanya ayah bingung.


"dulu,kakak pernah dekat dengan laki laki,bahkan mereka seperti orang yang berpacaran,setiap hari laki laki itu selalu datang pagi pagi untuk menjemput kakak pergi kuliah,bukan hanya menjemput bahkan laki laki itu pun selalu mengantarkan kakak tepat waktu,tak pernah lewat dari jam 9"jelas Adnan sambil tersenyum,ia mengingat dulu,kakak nya selalu saja tersenyum,dan selalu terlihat bahagia.


Bunda dan ayah masih menyimak cerita Adnan,tak ada yang bersuara.


"setiap hari kakak selalu saja mencerita kan si pria tersebut,sampai sampai aku bosan mendengar nya,tapi aku senang karna kakak selalu tersenyum,bahkan beberapa hari ini pun,aku selalu melihat Kakak selalu tersenyum,bahkan dari binar mata nya terpancar kebahagiaan,ternyata sekarang aku tau jawaban nya"ucap Adnan sambil mata berkaca-kaca.


Mendengar cerita Adnan,semakin membuat ayah dan bunda penasaran.


"siapa pria itu?"tanya ayah dan bunda berbarengan.


"kalian sudah bertemu dengan nya"ucap Adnan tersenyum semakin membuat orang tua nya penasaran.


"kapan?"tanya bunda,sedangkan ayah tampak sedang berpikir.


"apa kalian kemarin tidak melihat raut wajah kakak,saat pulang dari kantor?"tanya Adnan kembali.


"iya,bunda melihat wajah kakak mu itu selalu tersenyum,meski dari wajah nya terlihat lelah,bahkan bunda pernah melihat kakak mu itu senyum senyum sendiri di dalam kamar nya,saat bunda tanya,wajah nya malah memerah karna malu"jelas bunda membuat ayah melihat ke arah bunda.


Seakan mengerti tatapan suami nya bunda pun mengangguk.


"benar ayah,bahkan baru kali ini,setelah kejadian tiga tahun lalu,bunda bisa melihat senyum dan wajah malu malu nya itu"jelas bunda lagi dengan tersenyum kecil.


"si.."ucapan ayah terpotong karna Nayla berteriak.

__ADS_1


"ayah,bunda,nay pergi dulu"pamit Nayla sambil berteriak.


"hati hati"ucap bunda.


"anak itu,selalu saja"gerutu ayah.


"ayah aku ke kamar dulu"ucap Adnan sambil berdiri,keadaan kaki nya sudah agak mendingan,dan perban nya pun sudah di buka,hanya tinggal linu nya saja.


"loh Adnan,kenapa ke kamar kan kamu belum kasih tau siapa pria itu"ucap bunda kesal.


"besok aku kasih tau,sekarang mau istirahat dulu"jawab Adnan.


"sudah lah Bun,besok kan masih bisa."ucap ayah santai.


"aah ayah mah gak asik"ucap bunda dan berlalu pergi ke kamar nya.


"loh bun,kok ayah di tinggalin?"teriak ayah sambil menyusul bunda.


Sedangkan di tempat Alvi dan teman teman nya janjian,ia baru saja sampai dengan Kenan.


"sorry telat."ucap Kenan dan langsung duduk.


"wihh,orang mana lo,baru ngeliat gue"sindir Rafa ke Kenan.


"orang gila"timpal Toni cengengesan.


"sialan lo"umpat Kenan.


"sendiri aja lo,kemana si wajah datar?"tanya Rafa.


"gimana kabar lo lo semua nih,kayak nya udah lama banget kita gak ketemu?"tanya Kenan santai.


"gue baik"jawab Rafa dan Toni barengan.


"aciee,barengan,jangan jangan jodoh Lo"goda Kenan membuat ke dua orang itu saling pandang dan bergidik ngeri.


"hahaha"tawa Kenan.


"naj*s,amit amit"ke dua lagi berbarengan.


"hahaha,udahlah kalian tuh emang udah jodoh"Kenan tak henti nya menggoda mereka.


Karna tak tahan dengan godaan Kenan,mereka berdua memasukkan makanan ke mulut Kenan sampai tersedak.


"mamp*s Lo"ucap Toni puas.


"si*lan kalian,mau ngebunuh gue?"teriak Kenan.


"kenapa gak"jawab kedua nya ketus.


"anj*r,kalian"ucap Kenan geram.

__ADS_1


Ketika mereka sedang berdebat datanglah Alvi dan bara,mereka langsung duduk dan melihat mereka bertiga heran.


"kenapa kalian?"tanya bara heran.


"mereka nih,mau bunuh gue"ucap Kenan membuat nya mendapat toyoran dari Toni dan Rafa.


"kalian ini,gak bosan apa tiap ketemu ribut Mulu,mau gue kawinin lu pada?"oceh bara.


"ogah"jawab mereka serentak.


Sedangkan Alvi hanya diam,ia menyenderkan punggung nya di sofa yang di duduki nya,dan memejamkan mata nya.


Mereka berempat yang ada di sana mengerutkan kening nya heran.


"kenapa?"tanya bara,Toni dan Rafa berbisik pada Kenan,sedangkan Kenan hanya mengendikkan bahu nya.


"kenapa lo?"tanya bara menatap Alvi.


"lagi galau dia,karna pujaan hati nya gak masuk kerja"celetuk Kenan,membuat nya mendapatkan tatapan tajam dari Alvi,sedangkan Kenan hanya acuh tak peduli.


"what?"teriak Toni,Rafa dan bara.


"berisik"ucap Alvi.


Mereka berempat pun bisik bisik,mencari tau siapa wanita itu.


Alvi yang sedang memejamkan mata nya tak.peduli sekeliling nya,ia hanya sibuk denga pikiran nya sendiri.


"wih gila,tu cewe cantik cantik amat ya"celetuk Toni mata berbinar,tak berbeda jauh dengan Rafa,mereka berdua seolah tersihir dengan para wanita itu.


"gue mau donk satu"celetuk Rafa dengan pandangan ke arah salah satu wanita di sana.


"bentar dech,bukan nya itu si Friska ya,sama siapa dia,gilaaaaa cantik banget tu cewe,apa lagi yang pakai baju warna biru,gue harus kenalan nih"ucap Kenan membuat Alvi yang memejamkan mata nya pun seketika terbuka.


Alvi mengikuti tatapan para sahabat nya,dan seketika mata nya membulat melihat Kenan memuji wanita berbaju biru itu.


Karna kesal Alvi menoyor kepala Kenan dengan kencang.


"aww,ngapain sih lo,main toyor pala gue aja"kesal Kenan.


"jaga tu mata,enak aja Lo muji muji wanita gue"ucap Alvi datar dan segera berdiri dari duduk nya,dan berniat menghampiri adik nya itu.


Mendengar ucapan Alvi membuat sahabat nya membulatkan mata nya.


Selepas pergi nya Alvi,mereka berempat malah bergosip.


"gila kenal dari mana dia,cewe cakep gitu?"tanya Toni.


"dia kan sekertaris baru nya di kantor."jawab Kenan santai,karna sebenar nya dia sengaja bicara begitu, supaya Alvi semangat lagi.


"bentar dech,kaya nya gue kenal tuh cewe"ucap bara membuat ketiga orang itu melihat ke arah nya.

__ADS_1


"siapa?"tanya mereka kompak.


"dia...."


__ADS_2