Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Episode 73


__ADS_3

Setelah mendengar perdebatan antara Kenan dan Tante Mutia.Rafa hanya bisa menghela nafas kasar.


Melihat itu, Alvi yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


"Yah,sekarang cepat telpon ibunya Amel,suruh kesini,karna besok kita akan kedatangan tamu."ujar Alvi santai,membuat ayah heran tak mengerti.


"Kenapa harus nelpon ibunya Amel,kan tamu ya juga gak ada keperluan sama ibunya Amel."jawab ayah masih belum mengerti.


"Om gak usah ngebantah,lebih baik turutin kata tuh bocah,dari pada besok ribet urusannya."celetuk Toni.


"Emang ada apa sih?"tanya bunda penasaran.


"Besok akan ada yang melamar."celetuk Bara,membuat semua orang terdiam.


Seketika ruangan hening sejenak,bahkan jika Alvi tak menimpali ucapan Bara,mungkin mereka masih dalam keadaan bingung.


"Gak perlu di telpon,lebih baik aku suruh bodyguard ku untuk menjemput ibu nya Amel.Kan gak mungkin,ada yang melamar putri nya,tapi orang tua nya gak ada."ujar Alvi.


"Ho'oh bener,dan untuk om dan tante,besok bersiap saja.Dan ya,besok orang tua Rafa mau ngelamar Amel."ujar Toni seketika membuat ayah dan bunda berteriak.


"APA?"teriak nya kompak.


Sedangkan para wanita segera menghampiri Amel,kecuali Nayla.


"Selamat nya."ujar mereka serempak.


"Gak nyangka gue,besok lo udah mau di lamar aja"ujar Friska terkekeh.


"Kok bisa?"tanya Amel masih ngebug.


"Ya bisa lah,kenapa nggak."ujar Tia.


Amel terdiam sesaat, namun sedetik kemudian ia pun berteriak.


"Apa?,besok gue di lamar.Siapa yang ngelamar gue,padahal gue kan belum punya pacar,masa udah ada yang mau lamar aja"gerutu nya dengan suara besar.


"Ooh,jadi lo gak mau di lamar ama kak Rafa.Kalau lo gak mau juga gak apa-apa,masih banyak kok yang mau di lamar dia."goda Friska.


"Ya,gak mau...Eeh bentar."ujar Amel menjeda ucapan nya.


"Apa?,kak Rafa mau lamar gue.Kenapa gak bilang dari tadi."ucap Amel heboh.


Semua orang melongo melihat kelakuan Amel,bahkan semua orang hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh Amel.


Terlihat Amel mondar-mandir,terkadang ia duduk dan berdiri lagi,dengan sesekali menggigit kuku jari nya,pertanda ia sedang gugup.

__ADS_1


"Tadi aja, sok-sok an gak suka,denger


mau di lamar aja udah kaya ayam mau bertelur."gumam Nayla,dan masih di dengar semua orang.


"Ayah,apa yang harus Amel lakukan?."tanya Amel pada ayah,sambil duduk di samping ayah.


Entah sadar atau tidak,dia seolah menganggap di ruangan itu tak ada orang.


Bahkan orang yang akan melamar nya pun ada di sana,bahkan Amel dengan polos nya bertanya ini itu.


"Ayah,apa orang tua kak Rafa galak gak?,apa orang tua kak Rafa bakal nerima aku?,terus gimana kalau mereka gak suka sama Amel?,terus orang tua kak Rafa malah jodohin kak Rafa sama wanita lain,terus Amel gimana.?"tanya amel beruntun,membuat ayah diam saja dengan santai.


Bahkan semua orang tak ada yang menanggapi itu,bahkan Rafa sendiri pun masih tak percaya.Dan ia pun sudah menduga,jika orang tua nya pasti akan datang melamar Amel.


Karna,ia sudah tau sifat dari mami nya,dan itu tak ada yang bisa menggoyahkan keinginan nya.


"Huft,baiklah sebaiknya aku pulang dulu.Dan kamu,bersiap saja besok,dan dandan yang cantik."bisik Rafa pada Amel.


Blush


Mendengar itu,membuat wajah Amel memerah,bahkan ia tak berani mengangkat wajah nya.


"Ok,gue balik duluan,sebelum nyai ngereog."celetuk Rafa membuat semua orang terkekeh.


"Ya,gih balik,kan bahaya kalau tuh nyai udah mulai ngereog."timpal Kenan.


Tak lama setelah itu,ayah dan bunda pun pulang,karna Adnan sudah menelpon.


"Baiklah,sekarang waktu nya,mempersiapkan semua nya.Kalau gitu,kita juga balik,kita mau mempersiapkan diri."ucap Toni.


"Gaya lo ny*t."celetuk Kenan.


"Sirik ae lo."ujar Toni.


"Sirik?,sama lo?,mimpi lo ketinggian."ucap Kenan.


Dan terjadilah perang mulut di antara mereka berdua, sedangkan para gadis,mereka sibuk menggoda Amel.


"Stop,kalian berdua gak cape apa ribut mulu?.Gue aja yang denger nya cape,apa lagi suara kalian tuh ngeganggu pasien lain."ujar Alvi yang udah muak.


"Hallo,tolong jemput ibunya Amel di bandung.Nanti alamat nya saya kirim."ujar Alvi,dan langsung mematikan telpon nya.


"Ok,urusan ibunya Amel,udah beres.Sekarang waktu nya kita beberes dan pulang."ujar Alvi.


"Ya udah ayo,aku bantuin."ujar Bara.

__ADS_1


"Oh ya,bukan nya hari ini juga,kamu udah boleh pulang?"tanya Kenan ke Renata.


"Iya,aku tinggal pulang aja,karna tas udah di bawa sama supir."jawab Renata.


"Ya udah,biar aku anterin aja."ujar Kenan,dan langsung menggandeng tangan Renata lembut.


"Kita duluan."teriak Kenan,membuat Renata malu,karna tangan nya di genggam Kenan.


"Gue curiga sama mereka,kayak nya mereka ada hubungan deh"ujar Tia,yang sedari tadi melihat itu.


"Kalo gue sih gak apa-apa,yang penting bisa buat Renata bahagia."timpal Nayla.


"Kalo itu gue setuju."timpal Amel dan Friska.


"Kamu tenang aja,Kenan pasti bisa bikin sahabat mu itu bahagia,karna aku tau sifat dia.Apa lagi,ini pertama kalinya Kenan menjalin hubungan."ujar Alvi santai.


"Iya,tapi gue khawatir sama Renata."timpal Bara.


"Kenapa?"tanya para cewe kompak.


"Gue takut ia gak akan kuat,sama gadis-gadis di luaran sana yang ngejar-ngejar seorang Kenan."jawab Bara.


"Maksud nya?"tanya Nayla.


"Kak Kenan itu,banyak penggemarnya,bahkan waktu kemarin-kemarin,waktu masih di luar negeri.Ada seorang cewe,yang ngejar-ngejar dia,bahkan sampai ngelakuin hal nekat."ujar Friska sambil menahan tawa nya.


"Maksud lo?"tanya Tia.


"Hahaha."tawa Friska pecah,bahkan Alvi dan Bara sampai terkekeh jika mengingat itu,berbeda dengan Toni yang sudah lemas di sofa,karna kebanyakan tertawa.


"Cewe itu sampai telanjang di depan kak Kenan..Hahaha.Aduh gue gak kuat nyeritain nya."ujar Friska masih terus tertawa.Tanpa ia sadari,ada seseorang yang menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Gimana sih lo,gue udah serius dengeerin lo,tapi lo malah ketawa mulu."ujar Amel.


"Tau.cerita dulu baru ketawa."timpal Tia.


"Hahaha,kalian tau,si Kenan hampir trauma dengan kejadian itu.Hahaha,bahkan saat kita ke sana,si Kenan udah pucat kayak mayat idup.Haduh perut gue,hahaha."ujar Toni masih tertawa.


"WHAT?"teriak para cewe.


"Bukan itu saja,bahkan apartemen nya udah kayak kapal pecah,dan ternyata setelah di selidiki,ternyata tuh cewe agak stres,karna dulu cinta nya di tolak ama tuh bocah."ujar Alvi terkekeh.


"Wah parah tuh,kak Kenan bikin anak orang gil*."celetuk Amel.


"Ho'oh.Tapi gue salut sama dia,karna dia gak jadi seorang pria yang playboy.Tapi gue kasian sama om dan tante,tiap hari ada aja cewe yang dateng ke rumah,bukan satu atau dua,bahkan lebih,dan semua ngakunya pacar kak Kenan."jelas Friska membuat semua nya terkekeh.

__ADS_1


"Tapi gue yakin, Renata pasti bisa ngehadapin itu,kita tau,gimana sifat dia.Jika sesuatu yang jadi milik nya,gak akan ada yang bisa rebut dari nya.Boro-boro rebut,nyentuh aja gak akan bisa."timpal Nayla santai.


"Syukur deh kalau gitu."ujar para cowo lega.


__ADS_2