Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Bertemu ayah 2


__ADS_3

"Ayah"


"Darma"gumam mereka berdua.


Setelah sekian lama tak bertemu,membuat mereka merasa canggung.


Namun karna perasaan rindu mereka yang semakin besar,membuat ayah dan anak itu tak menghiraukan perasaan canggung itu.


Hampir saja tuan Baskoro berdiri,namun dengan cepat Andi menahan pundak nya.


Tuan Baskoro menengadah,dan di balas gelengan oleh Andi.


Tuan Baskoro pun hanya diam duduk di kursi roda nya.


Nayla dan Alvi yang melihat itu perlahan menyingkir.


Ayah semakin mendekat ke arah tuan Baskoro,tuan Baskoro melihat itu sudah tumpah air mata nya..


Hap


Kedua nya berpelukan,mereka menangis saling meresapi pelukan yang sudah lama tak mereka rasakan.


"Putra ku"bisik tuan Baskoro.


"Ayah,iya,aku adalah putra mu,putra yang sangat merindukan mu"ujar ayah,membuat tangis tuan Baskoro semakin keras.


"Maafkan Ayah,karna..."belum selesai mengucapkan, Darma sudah memotong nya.


"Ayah gak salah,justru aku yang tak mengerti Ayah,kalau saja dulu aku mengerti mungkin kita tak akan berpisah lama"ujar ayah Darma lirih.


Semua orang melihat itu menitikkan air mata nya,bahkan yang tak tau apa pun ikutan menangis.


Bunda,justru di sini bunda yang terlihat tegar,bukan tidak terharu,hanya saja bunda berusaha baik-baik saja,ia tak ingin ayah mertua nya semakin merasa bersalah.


Setelah puas berpelukan,tuan Baskoro dan Ayah melepaskan pelukan mereka.


"Maafkan ayah"ujar tuan Baskoro sambil menatap wajah putra nya.


"Aku sudah memaafkan ayah,lagi pula ayah begini juga demi keselamatan aku"ujar ayah dengan berbisik.


Tuan Baskoro mengangguk,dan pandangan nya melihat menantu nya yang berdiri tak jauh dari nya.


Tuan Baskoro pun memanggil nya agar mendekat.


"Menantu,kemari"titah tuan Baskoro.


Dengan senang hati bunda mendekat,dengan mata berkaca-kaca.


"Ayah"panggil bunda lirih,mereka pun berpelukan.


"Terimakasih,sudah menjaga putra dan cucu-cucu ku"ujar ayah menitikkan air mata nya.


Mereka pun melepaskan pelukan nya,bunda menggenggam tangan tuan Baskoro lembut.


"Aku yang harus nya berterima kasih sama ayah,karna Ayah sudah mau memberitahu semua nya,jadi aku tidak bingung harus melakukan apa"ujar Bunda tersenyum.


"Sekali lagi terima kasih"ujar tuan Baskoro,dan bunda pun mengangguk.

__ADS_1


Kemudian,tuan Baskoro melihat ke arah cucu laki-lakinya.


"Adnan,apa kau tidak ingin memeluk kakek?"tanya tuan Baskoro,membuat Adnan bergeming.


Adnan pun dengan perlahan mendekat,ia merasa ragu,namun ayah dan bunda nya memberi anggukan agar tak ragu.


Grep


"Kau sangat tampan,kau persis seperti ayah mu saat muda"ujar tuan Baskoro memeluk hangat cucu nya.


Mendengar itu Adnan melepaskan pelukan nya,ia menatap wajah tuan Baskoro dengan seksama.


"Sebentar,bukan nya kakek ini,kakek yang waktu itu hampir tertabrak mobil?"tanya Adnan.


"Iya,dan kau yang menyelamatkan kakek,terima kasih,karna mu kakek masih bisa hidup sampai sekarang"ujar tuan Baskoro.


"Wah,ternyata,kalau saja aku tau kakek ini kakek ku,aku sudah lama ikut dengan mu kek"ujar Adnan dengan tingkah konyol nya.


Pletak


"Aduh,kenapa kakak menggetok ku?"tanya Adnan karna Nayla menggetok kepala nya dengan ponsel milik nya.


Nayla tak menjawab,ia malah mendorong Adnan ke samping.


"Minggir,kau menghalangi pandangan ku"ketus Nayla.


"Kakak itu selalu saja,kenapa sih aku selalu saja yang jadi pelampiasan kekesalan kalian"gerutu Adnan sambil duduk di kursi


sana,dan meminum minuman nya.,dengan gaya angkuh nya.


"Anak itu"gumam ayah pelan.


"Baiklah,karna sudah peluk-pelukan,dan tangis-tangisan nya,sekarang kita duduk karna aku sudah pegal berdiri terus."ujar Andi,meninggalkan tuan nya dan duduk di kursi kosong.


"Kalian ini,enak masih kuat berdiri hingga beberapa jam ke depan,tapi aku yang sudah tua begini,baru beberapa menit saja sudah pegal di seluruh kaki ku"gerutu Andi membuat semua orang tertawa.


"Suruh siapa cepet tua"celetuk papa Adi santai.


"Hey,kau bocah nakal,kau tau aku tua begini juga karna kalian semua,termasuk teman berandal mu"tunjuk Andi pada Darma,sedangkan Darma tak terima di sebut begitu.


"Apa-apaan paman menuduh ku begitu,aku sungguh tak terima"sergah ayah Darma mendekat ke arah Andi.


Ia berjongkok di depan Andi,ia menatap asisten ayah nya dengan sesama.


Di tatap seperti itu,Andi risih,ia mendengus kasar.


"Jauhkan tatapan kucing mu itu dari ku,aku kesal melihat nya"ujar Andi memalingkan wajah nya,namun mata nya berkaca-kaca.


"Kau tau paman,kenapa aku lihat-lihat kau semakin jelek saja"celetuk ayah Darma membuat paman Andi yang tadi nya melow sekarang menjadi ketus.


"Kau,dasar ponakan kampr*t,kalau saja kau bukan anak dari kakak istri ku sudah ku beri pada singa lapar di belakang."geram paman Andi.


"Terima kasih"ujar ayah Darma serius.


"Tak perlu"ujar paman Andi ketus,karna ia masih kesal.


"Terima kasih,karna paman sudah menjaga ayah selama ini,dan juga membantu ayah di perusahaan."ujar ayah Darma sendu.

__ADS_1


Mendengar itu paman Andi luluh,ia menatap keponakan nya dengan mata berkaca-kaca.


"Justru paman yang berterima kasih,karna kamu baik-baik saja"ujar paman Andi memeluk ayah Darma.


Sebenarnya,paman Andi ini,adik iparnya tuan Baskoro,jadi,tuan Baskoro mempunyai adik perempuan menikah dengan paman Andi,karna dulu paman Andi bekerja sebagai asisten nya tuan Baskoro,sampai sekarang.


Jadi sekarang usia mereka tuan Baskoro dan paman Andi itu hanya selisih satu tahun,tuan baskoro 69 tahun,dan paman andi 68 tahun.


Sedangkan usia ayah Darma dan papa Adi hampir sama,hanya berbeda bulan saja.


Ayah 46 tahun,sama dengan usia papa Adi.


"Oh ya,kemana bibi?Kenapa aku tak melihat nya?,Dan kemana anak kalian?"tanya ayah Darma membuat ayah dan paman Andi menunduk sedih.


"Bibi mu sudah meninggal 5 tahun lalu,karna penyakit nya,dan anak paman juga menyusul ibu nya karna kecelakaan"ujar paman Andi dengan suara pelan di akhir.


Mengingat itu paman Andi kembali bersedih,bukan kematian yang ia tangisi,namun cara kematian itu sendiri yang membuat ia bersedih.


"Maaf paman aku tidak tau"ujar ayah sedih.


"Tak apa,tapi aku beruntung,karna masih memiliki cucu,namun sekarang ia sedang ada pekerjaan menggantikan paman"ujar paman Andi tersenyum.


"Hmm,benarkah?Kenapa tak menunda dulu pekerjaan itu,aku kan ingin bertemu dengan nya"ujar ayah Darma.


"Tunggulah,mungkin sebentar lagi ia kembali"ujar paman Andi yakin.


Sedangkan Nayla dan Adnan,sedang mengerubuti tuan Baskoro,mereka bertanya apa saja,yang membuat tuan Baskoro kewalahan.


Namun meski begitu,ia merasa senang dengan kehadiran mereka.


"Kek,apa nenek kita cantik?"tanya Adnan penasaran,termasuk Nayla.


"Tentu saja,kalau kau ingin tau,lihatlah wajah kakak mu,ia sudah seperti nenek kalian saat muda"ujar tuan Baskoro melihat ke arah Nayla.


Membuat Adnan mendengus kasar,dan memanyunkan bibir nya.


"Aku bosan melihat nya"celetuk Adnan membuat Nayla kesal.


"Siapa juga yang menyuruh mu untuk melihat nya terus?"ujar Nayla kesal dan pergi dari sana,menghampiri suami nya.


"Lihatlah, sangat menyebalkan"cuek Adnan membuat tuan Baskoro tersenyum.


"apa kau melihat kami dari sana?Lihatlah, cucu-cucu kita sudah besar,dan putra kita sudah bahagia dengan kehidupan nya,aku bahagia ,jika hari ini aku menyusul mu,aku tak akan keberatan" batin nya melamun.


Papa Adi yang melihat itu mendekati tuan Baskoro,ia menyentuh pundak ringkih itu.


"Om"panggil papa Adi pelan.


"Hmm."dehem nya.


"Apa om bahagia?Karna keinginan kalian terwujud?"tanya papa Adi melihat ke.arah tuan Baskoro.


Tuan Baskoro mengangguk,dan melihat ke arah cucu dan cucu menantu nya.


"Sangat"ujar nya sambil tersenyum.


"Dan di sana juga pasti papa senang"ujar papa Adi tertawa di barengi dengan tuan Baskoro.

__ADS_1


__ADS_2