Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Penggantian sekertaris


__ADS_3

Setelah lama berbincang bincang,para wanita paru baya itu pun mengakhiri sesi temu kangen nya.


Sekarang mereka telah berada di dalam mobil dan berniat pulang,karna ayah sudah sedari tadi menelpon kepada bunda,mungkin saja sekarang ayah sedang mengomel di rumah sendirian.


Di dalam mobil terjadi keheningan,tak ada yang membuka obrolan,mungkin mereka sama sama lelah,terutama Adnan yang sudah kesal oleh ayah nya,dan tadi sudah di buat kesal.juga oleh bunda dan kakak nya.


Tak lama mereka sampai,belum juga turun dari mobil,ayah sudah menyambut nya dengan Omelan.


"Kalian itu dari mana saja hah.?..buat ayah khawatir saja,ayah udah bosan nungguin,bahkan sampai berakar ini pantat,tapi kalian,ya ampun kalian ini,selalu saja berbuat sesuka nya"omel ayah sambil.membantu membawa barang bawaan di dalam bagasi.


Sedangkan Adnan dan Nayla tak ambil pusing,mereka sudah masuk duluan ke dalam kamar mereka,bahkan mereka mengabaikan ayah yang sedang mengomel.


Bunda yang mendengar omelan ayah,hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Ayah itu,kalau bicara,coba sini bunda lihat,mana yang berakar,biar bunda pangkas sekalian,kalau perlu bunda pangkas habis tak bersisa"ucap bunda sambil melihat ke arah ayah.


"Aah bunda mah gak ngerti,ayah itu tadi khawatir loh,ayah udah nunggu 30 menit nunggu,tapi kalian belum pada nyampenyampe,padahal ayah udah nyuruh Adnan jemput lebih awal,apa anak itu keluyuran dulu,awas aja ayah kasih pelajaran"omel ayah menyalahkan Adnan.


Bunda mendengar anak nya di salahkan merasa tak terima,malah balik memarahi ayah.


"Selalu saja menyalahkan anak kita,kenapa gak ayah aja yang jemput,malah nyuruh Adnan,bahkan Adnan harus meninggalkan pelajaran mata kuliah nya,tapi ayah selalu saja nyalahin dia,bahkan dengan tega nya ayah ngerjai dia,dasar ayah itu si raja tega."omel Bunda dengan kesal dan pergi dahulu meninggalkan ayah ke dalam rumah.


Mendengar omelan bunda membuat ayah terdiam,ia tidak tau kalau Adnan masih ada jadwal kuliah,bahkan benar,ayah tak memberi kesempatan Adnan bicara di telpon,tiba tiba ayah merasa bersalah pada anak laki laki nya itu.


Dengan segera ia menyusul bunda ke dalam,terlihat bunda masih terus saja mengomel,membuat ayah bukan nya marah malah tersenyum.


Dengan senyum yang masih mengembang,ayah menghampiri bunda,yang belum menyadari kalau ayah mendekat.


"Dia itu selalu saja berbuat sesuka nya,kalau saja gak sayang udah aku buang dia itu"omel bunda dan di dengar ayah,tapi ayah malah dengan senang nya malah menggoda bunda.


"Cie,yang sayang sama ayah,witt wiw"sorak Ayah senang.


Mendengar suara ayah,bunda malah semakin kesal.


"Apaan datang datang ngomong kaya gitu gak jelas banget"ucap bunda dengan bibir mengerucut.


"Alah,bunda ini,sudahlah mengaku saja"ucap ayah sambil menaik turun kan alis nya.


"Apaan sih"ucap bunda dengan memalingkan wajah nya,padahal wajah nya sudah memerah.


"Ciee ada yang malu nih cerita nya."goda ayah membuat bunda semakin memerah saja wajah nya,bukan karna marah tapi karna godaan ayah.


"Sudah hentikan deh ayah,malu tau"ucap bunda sambil fokus pada kopi yang sedang di buat nya.

__ADS_1


"Gak mau,ayah suka deh liat nya"ucap ayah lagi,karna sudah merasa panas wajah nya,bunda segera berkata dan seketika membuat ayah diam.


"Hentikan atau puasa selama satu bulan"ucap bunda seketika membuat ayah kesusahan menelan Saliva nya,ia mengerti yang di maksud istri nya itu,dengan kata "puasa satu bulan",itu membuat ayah merinding.


Melihat suami nya terdiam,bunda tersenyum puas,karna ucapan nya berhasil membuat nya diam.


Di tempat lain,Riska baru saja sampai di rumah nya,ia segera naik ke kamar nya,namun ia melihat putri nya sudah rapi dan ingin keluar.


"Fris,kamu mau kemana,kok udah rapi aja?"tanya Riska pada putri nya.


"Mau ke rumah temen,mau jenguk,karna hari ini udah keluar dari rumah sakit nya,dan juga sekalian aku mau pamit,bye ma"ucap Friska pergi setelah mencium tangan mama nya.


"Anak itu,eeh,tunggu dulu,kenapa kamu gak ke kantor?"teriak Riska,namun tak mendapat jawaban,mungkin tidak mendengar nya.


"Ya ampun,punya anak kenapa dua dua nya selalu saja membuat kesal,tak adik tak kakak sama saja,entah anak siapa itu"gerutu Riska,seakan tak sadar kalau itu anak anak nya.


Di sebuah perusahaan,terlihat lelaki muda sedang fokus pada berkas di tangan,ia meneliti setiap angka di atas kertas tersebut,hingga ketukan mengalihkan perhatian nya.


"Masuk"titah nya dingin.


"Maaf pak mengganggu"ucap sekertaris nya.


"Iya ada apa Tina?"tanya nya dengan masih melihat berkas di tangan nya.


"Kenapa?"tanya atasan nya tegas.


"Saya akan ikut dengan suami saya keluar kota tuan,dan kemunhkinan akan menetap di sana"jawab sekertaris itu.


Dan,atasan nya itu masih terdiam ingin mendengar ucapan selanjutnya.


"Saya sudah mempunyai seseorang yang akan menggantikan saya,saya sudah menyerahkan jadwal kegiatan anda pada nya setelah saya resign,dan mungkin setelah masa cuti nya selesai ia akan kembali bekerja."jelas sekertaris nya.


"Cuti?,,maksud nya?"tanya atasan nya kurang mengerti.


"Jadi begini tuan,orang yang akan menggantikan saya, sebenar nya karyawan di sini,dan juga sebenar nya,dia tadi nya sekertaris ayah tuan,namun karna mendengar saya mau resign,jadi ayah tuan merela kan sekertaris nya untuk anda"jelas sekertaris itu dengan lugas.


"Baiklah aku mengerti"ucap nya,namun penasaran masih mengelilingi benak nya.


"Memang cuti kenapa?"tanya nya.


"Cuti nikah tuan"jawab sekertaris nya itu.


"Hmm,baiklah"entah kenapa perasaan nya jadi tak karuan begini,bahkan tiba tiba ia teringat wajah teduh dan cantik milik seseorang.

__ADS_1


Hingga pintu terbuka dengan kasar,dan ia mendengus,ia tau siapa pelaku nya.


"Apa kalian tidak bisa ketuk pintu dulu,sebelum masuk?"tanya lelaki itu dingin.


"Alah kelamaan"ucap mereka kompak,bahkan mereka masih bisa menyala sekertaris sahabat nya itu.


"Kau boleh keluar"ucap nya pada sekertaris nya,dan di balas anggukan oleh sekertaris nya itu.


"Ada apa kalian kemari?"tanya nya sambil terus melihat berkas di depan nya.


"Gue denger,sepupu Lo mau balik,kapan?"tanya salah satu dari mereka.


"Besok"singkat padat dan jelas,membuat mereka semua mendengus kesal.


"Ck,udahlah ayo kita pergi makan,inikan udah waktunya makan siang"ajak salah satu dari mereka.


"Duh,tanggung bentar lagi deh ton.."belum selesai bicara mereka sudah menyeret nya.


"Kelamaan"jawab mereka kompak,membuat nya mendengus kesal.


"Ya udah bentar gue mau pakai jas dulu"ujar nya,namun ia malah dengan santai nya berjalan,membuat mereka kesal.


"Alvian,lama banget sih"ujar salah satu dari mereka.


"Sabar kenapa sih,Lo gak sabaran banget,dech,ngomong ngomong,tumben sang duda kita,punya waktu"sindir Alvi pada Bara teman nya ya g duda.


Ya,mereka semua adalah teman teman Alvi,siapa lagi kalau bukan si riweuh Toni,si pemaksa Rafa,dan si kalem pak duda,alias Bara.


Keluarga Alvian putra Pradipta.


Adi Pradipta papa dari Alvi.


Riska ayu. mama dari Alvi


Friska Pradipta. adik dari Alvi.


Teman teman Alvi.


Toni wirawan


Rafa Kurniawan


Bara Prayoga

__ADS_1


Kenan Pradipta sahabat sekaligus sepupu Alvi.


__ADS_2