
Dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Davin di rawat,ia sengaja mampir ke tempat penjual buah-buahan,ia membeli beberapa macam buah-buahan.
Setengah jam kemudian,ia sudah sampai di pelataran rumah sakit.Ia segera turun dari mobil nya,dengan tergesa,ia sedikit berlari,karna ia merasa khawatir.
Sampai nya di ruangan tempat Davin di rawat,tanpa mengetuk pintu ia masuk,dan terlihat Davin sedang memejamkan mata nya.
Melihat itu Vita merasa ngilu,karna melihat luka di wajah dan kepala Davin begitu parah.
"Apakah ini sakit?"gumam Vita menyentuh wajah Davin yang terluka.
Terdengar ringisan kecil di bibir Davin, mendengar itu Vita segera menjauhkan tangan nya dari wajah Davin.
Ia pun segera duduk di sofa yang berada di sana.
Entah berapa ia duduk di sana,sampai akhirnya terdengar suara pintu di buka.
Terlihat dokter masuk untuk memeriksa keadaan Davin.
Davin yang mendengar suara gaduh pun membuka mata nya,ia terkejut melihat ada dokter yang akan memeriksa nya.
Dokter melihat ke arah Vita,ia tersenyum paksa melihat wanita itu.Karna tanpa Vita ketahui,dokter tersebut adalah teman dari suaminya, Arief.
Setelah itu ia memeriksa kondisi Davin,setelah nya ia keluar dari sana,sedikit berlari ke ruangan nya,karna ingin menelpon Arief.
Sedangkan,setelah kepergian dokter,Vita mendekat ke arah Davin,ia menunjukkan wajah khawatir.
"Lo gak apa-apa?Kenapa ini bisa terjadi?Siapa yang mukulin Lo sampe kayak gini?"tanya Vita beruntun.
Mendengar pertanyaan Vita membuat davin mendengus kesal.
"Bisa gak sih,Lo nanya nya satu-satu"ketus Davin.
"Maaf,habis nya gue tuh khawatir sama Lo"ujar Vita khawatir,sambil memegang tangan Davin.
"Gak usah pegang-pegang deh"ketus Davin menyingkirkan tangan Vita.
Mendapat perlakuan itu,Vita merasa sedih,namun ia tutupi dengan tersenyum.
"Sorry"ujar Vita tersenyum,yang sebenarnya menutupi rasa hati nya.
Sedangkan di perusahaan milik keluarga Arief,setelah ia menerima telpon dari teman nya,ia termenung.
"Gak mungkin,mungkin dia kesana sama teman-temannya,dan teman-temannya lagi ke luar,jadi dia sendiri di sana"gumam Arief mencoba berfikir positif.
Karna penasaran,ia pun mencoba menelpon nomor istri nya,namun tak di angkat.
Dan ia pun masih berfikir positif,tanpa curiga sedikit pun ia pun kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Di kediaman tuan Baskoro,masih terlihat ramai,karna tuan dan nyonya Pradipta belum pulang.
"Kalian itu,kenapa gak pulang-pulang sih?"ketus ayah.
"Kenapa emang nya,kita tuh kangen tau, kumpul-kumpul kayak gini"ujar papa Adi.
"Iya,meski kita udah pada tua,tapi kita butuh me time tau"timpal mama Riska.
__ADS_1
"Mas itu kenapa sih,dari tadi nanya in mereka mulu?"tanya bunda penasaran.
"Gak biasa nya aja mereka betah lama-lama di rumah orang"ujar ayah tersenyum ke arah bunda.
"Cih,alasan"ujar papa Adi berdecih.
"Kau itu kenapa sih,syirik aja bawaan nya"ujar ayah pada papa Adi.
"Kepo"ujar papa Adi.
"Udah deh,kalian itu udah pada tua juga,selalu aja berdebat,heran aku tuh"omel bunda di angguki mama Riska.
"Dia nya duluan,yang ngajakin"ujar ayah menunjuk papa Adi.
"Pake nyalahin orang,kau sendiri yang mancing-mancing"ujar papa Adi.
"Aduh,kalian itu,bikin pusing tau gak"teriak mama Riska,meninggalkan mereka ke dapur,di ikuti bunda.
Sedangkan di kamar tempat Nayla dan Alvi tidur.
Mereka terlihat saling berpelukan mesra di bawah selimut.
Terlihat baju berceceran di bawah,bahkan sprei yang sudah tak beraturan.
"Sayang,jangan di sentuh,nanti kamu lagi yang cape"ujar Alvi menahan tangan Nayla,yang sudah berada di dada bidang nya.
"Maksud nya?"tanya Nayla polos.
"Ssh"suara Alvi tertahan.
Belum bertanya maksud dari pernyataan Alvi,Alvi malah sudah berada di atas tubuh nya,bahkan tangan nya sudah meraba kemana-mana.
"Aakh"des*h Nayla saat tangan suaminya, memijat lembut squishi nya.
"Kak,,ssh"ujar Nayla dengan ringisan manja.
"Kamu harus di hukum,karna tak mendengarkan perkataan suami mu"ujar Alvi dengan segera mencium Nayla penuh hasr*t.
Jangan lupakan tangan yang sudah turun kebawah,bahkan sudah mencapai lembah yang sangat lembab,dan hangat.
"Aakh"Des*h Nayla menggelinjang,karna jari suaminya yang nakal sudah masuk ke dalam sana.
"Ya,teruslah mendes*h seperti itu"ujar Alvi dengan suara semakin serak.
Melihat istri nya yang sudah menatap nya satu,dengan segera Alvi membuka selimut nya,dan segera memasuki acara inti nya.Dan...
Jleb
"Ssh,,aak"suara erangan mereka terdengar,saat sesuatu masuk ke lembah hangat tersebut.
Mereka melakukan itu sampai mencapai puncak bersama,bahkan Nayla yang kelelahan pun sudah tergolek lemas di bawah kukungan suami nya.
""Terima kasih sayang"ujar Alvi mengecup kening dan bibir Nayla bergantian.
Tanpa ba-bi-bu,Alvi mengangkat tubuh istri nya yang masih polos itu ke kamar mandi,mereka akan mandi bersama.
__ADS_1
Meski Nayla sudah menolak nya,namun siapa yang mampu menolak suami nya itu.
Sampai akhirnya terjadi lagi sesuatu di dalam sana,sampai menghabiskan waktu hampir dua jam an.
Setelah selesai dengan ritual mandi dan plus-plus nya,mereka pun merebahkan diri nya,mereka merasa lelah setelah melakukan olahraga panas yang menguras tenaga.
Bahkan perut yang keroncongan pun mereka abaikan,mereka lebih memilih tidur,untuk memulihkan tenaga mereka kembali.
Malam telah menyapa penduduk bumi,namun sepasang suami istri nya,yang masih terlelap di bawah selimut yang sama,tak menyadari itu.
Sampai suara ketukan pintu membuat salah satu dari mereka terbangun.
Tok
Tok
Tok
"Iya, sebentar"ujar Alvi dan segera bangun dan berdiri lalu berjalan ke arah pintu dengan menguap.
Ceklek
Dengan mata setengah terbuka,ia tak mengetahui jika yang mengetuk pintu adalah mertua perempuan nya.
"Nak,kalian akan makan malam di bawah atau di kamar?"tanya bunda,sontak saja pertanyaan itu membuat Alvi tersadar,dan seketika kantuk nya hilang.
"Eeh,bunda,kita ke bawah saja Bun"ujar Alvi menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Baiklah,kami tunggu,jangan lupa bangunkan putri tidur itu sekalian"ujar bunda,dengan tersenyum menggoda.
Mendengar itu Alvi merasa malu,bahkan dalam kamar nya sedang berantakan,bahkan baju pun berserakan.
Mereka tak sempat membereskan nya,karna sudah terlanjur lelah.
Setelah mengatakan itu bunda pun pergi dari sana,dengan tersenyum senang.
Sedangkan Alvi segera membangunkan istri nya.
"Sayang,bangun"ujar Alvi di telinga Nayla,membuat Nayla merasa terusik,dan menggeliat pelan.
"Hmm"
"Bangun,sudah malam,bunda menyusul kita untuk makan malam bersama"ujar Alvi lembut,bahkan sesekali mengecup bibir Nayla gemas.
"Hmm,baiklah...Gendong"ujar Nayla mengacungkan kedua tangan nya.
"Ooh,istriku yang manja"ujar Alvi gemas,dan segera menggendong nya,masuk ke kamar mandi.
Tak lama,mereka pun sudah berada di meja makan.
"Kalian itu, ngapain aja sih,seharian gak bosen apa di kamar,samapi waktu makan aja harus di susulin"gerutu mama Riska.
"Mama ini,kayak gak pernah muda aja"celetuk papa Adi menggoda.
Bukan nya tersipu mama Riska malah mencubit pinggang suami nya, membuat papa Adi meringis.
__ADS_1
Semua orang di sana hanya menggelengkan kepala nya.