Janda Virgin Milik Tuan Muda

Janda Virgin Milik Tuan Muda
Trauma Nayla


__ADS_3

Setelah membawa istri nya ke kamar,ia segera menelpon semua keluarga nya,ia terlihat panik,apa lagi ia sampai melihat istri nya itu pucat,bahkan sekarang hanya melamun,tanpa menghiraukan ia suaminya.


Tuan Baskoro melihat itu merasa sedih,karna ini semua juga salah nya,karna dulu,ia melonggarkan penjagaan terhadap cucu perempuan nya.


"Maafkan kakek"gumam tuan Baskoro duduk di samping Nayla.


Alvi mendengar gumaman itu penasaran,hingga akhirnya ia bertanya.


"Maksud kakek?"tanya Alvi serius.


"Ini semua salah kakek,andai saja kakek tidak melonggarkan penjagaan nya,kejadian seperti itu tak kan terjadi"ujar tuan Baskoro lirih.


Alvi hanya diam mendengarkan,sedangkan tangan nya tak berhenti,terus mengusap tangan Nayla lembut.


"Dulu,kakek kira,di tak akan berulah lagi,karna suruhan kakek sudah mengancam nya,namun kejadian itu tanpa sepengetahuan suruhan kakek,ia kembali bergerak,dan itu di lakukan di gudang sekolah tempat cucu ku belajar"ujar tuan Baskoro menghela nafas panjang.


"Kakek tidak tau,kalau ternyata dia satu sekolah di sana,kalau saja kakek tau,kakek pasti akan langsung menyuruh nya pergi jauh."ujar tuan Baskoro melihat ke arah Alvi.


"Sebentar,kenapa harus suruhan kakek,kenapa tidak langsung kakek saja?"tanya Alvi heran.


"Mungkin sudah saat nya kau tau.Kau tau kepala pelayan di rumah ini?"tanya kakek bertanya,dan di angguki oleh Alvi.


"Dia adalah biang masalah dari semua nya,dan kau tau?Dia adalah paman dari pria yang kau hajar itu"jelas kakek membuat Alvi membulatkan mata nya.


"Jadi?"tanya Alvi lagi.


"Jadi,dia adalah mata-mata di rumah ini,karna apa?Karna dulu kakak nya adalah karyawan di perusahaan kakek,namun di pecat karna melakukan kecurangan,namun saat akan di tangkap,ia melarikan diri ke jalan,tanpa ia ketahui,sebuah mobil truk menabrak nya hingga tewas di tempat"jelas tuan Baskoro lagi.


"Ternyata dunia ini memang sempit"ujar Alvi tersenyum sinis.


"Maksud mu?"tanya tuan Baskoro.


"Asal kakek tau,pria itu adalah musuh ku,baik dalam pekerjaan dan juga pribadi"jelas Alvi membuat kakek terkejut.


"Jadi?..Sebentar,kenapa mereka begitu kompak begini?"tanya kakek bingung.


"Entahlah,yang jelas seperti nya ada seseorang di balik mereka"ujar Alvi,menatap sendu istri nya.


Tuan Baskoro mendengar itu langsung menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Namun kemudian ia tersadar dengan apa yang terjadi.


"Bahaya,rencana ku gagal sudah"pekik tuan Baskoro panik.


Alvi mendengar itu terkejut,dan ia pun baru menyadari itu.


"Jadi,selama ini kakek berpura-pura?"ujar Alvi menggelengkan kepala nya.


"Aish,sudahlah,mungkin sudah waktu nya aku mengakhiri sandiwara ini"ujar tuan Baskoro terkekeh.


Sedangkan Nayla masih belum bergeming,ia masih setia dengan lamunan nya.


Melihat itu,sebagai suami Alvi tak tega,dengan perlahan Alvi memeluk Nayla dengan lembut.


Namun,respon yang di dapat membuat nya terkejut,bahkan sampai menahan amarah nya.


"Aakh,tidak jangan,jangan sentuh aku"teriak Nayla histeris.


"Sayang,lihat,hey ini aku suami mu,tolong tenang lah"ujar Alvi sendu.


Ketika sedang menenangkan Nayla,para orang tua datang dengan tergesa,bahkan ayah sampai mendobrak pintu.


"Putriku"ujar ayah mendekat ke arah Nayla.


"Sayang,hey ini ayah"panggil ayah pelan,sambil menatap mata Nayla.


Seketika Nayla langsung diam,dan memeluk ayah nya.


"Ayah,dia,,,dia datang ayah,aku takut"ujar Nayla bergetar.


Melihat itu Alvi mengepalkan tangan nya,bahkan wajah nya sudah memerah.


Papa Adi melihat itu,segera menenangkan putra nya,ia tau,saat ini putra nya sedang emosi,tak ada yang bisa menghentikan amarah nya,meskipun itu mama nya sendiri,namun ia mencoba.


"Al,tenangkan diri mu,kau harus bisa mengendalikan emosi mu"ujar papa Adi.


"Tapi,pa,dia sudah membuat istri ku seperti itu,bagaimana mungkin aku diam saja.Tidak,pokok nya hari ini aku akan menghabisi nya"ujar Alvi ber api-api.


Bunda dan mama Riska melihat itu,hanya bisa menangis dan khawatir dengan artian berbeda.

__ADS_1


Bunda khawatir akan kondisi putri nya,sedangkan mama Riska khawatir akan amarah putra nya,karna ia tau,jika amarah telah menguasai nya,putra nya itu tak akan melihat siapa dia,baik wanita atau pun pria.


Di saat kondisi seperti ini,tak ada yang bisa mereka lakukan,mereka hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


Papa Adi masih sibuk dengan mencoba menenangkan putra yang sudah hampir meledak itu.


"Son,tenanglah,kau harus berpikir jernih,kalau kau emosi begini,bagaimana kau bisa mengurus masalah ini."ujar papa Adi berusaha tenang,padahal dalam hati ia sudah ketar ketir.


"Ya tuhan,semoga saja berhasil"batin papa Adi berdoa.


"Akh,pokok nya aku harus memberi sesuatu untuk si brengsek itu,aku akan.."belum juga selesai berucap,sudah terdengar suara lembut memanggil nya.


"Kak Vian"panggil Nayla dengan suara pelan namun lembut.


Entah bagaimana,yang jelas suara istri nya itu membuat ia memalingkan wajah nya,dan seketika wajah nya berubah menjadi sedikit cerah.


"Sayang"panggil Alvi lembut,dan segera menghampiri istri nya,dan memeluk nya.


Membuat semua orang di sana melongo,entah kemana mahluk yang tadi begitu merah karna amarah,dan sekarang berubah menjadi mahluk yang adem dan lembut,bahkan itu berubah dalam sekejap.


Namun,mereka semua bersyukur,karna sekarang sudah ada pawang nya,dan orang tua nya tak perlu repot-repot untuk membujuk nya saat ia sedang emosi.


"Huft,syukurlah"gumam papa Adi dan mama Riska.


Sedangkan orang yang sedang di syukuri sedang memeluk istri nya erat.


"Sayang,kamu gak kenapa-napa kan,atau kita panggil dokter saja,supaya kamu di periksa"tanya Alvi masih terlihat khawatir.


"Aku gak apa-apa kak"ujar Nayla melihat ke wajah suami nya,yang masih terlihat merah.


"Tahan emosi nya,jangan seperti tadi, hmm?"ujar Nayla membuat Alvi tersenyum dan mengangguk.


"Iya,asal kamu jangan kenapa-napa"ujar Alvi kembali memeluk Nayla erat.


Mereka seakan lupa,kalau di sana bukan hanya ada mereka saja,namun mereka tak menyadari itu, sampai suara ayah membuat mereka tersadar.


"Kalian ini,sungguh tak tau tempat"ujar ayah ketus,dan berlalu pergi dari sana,di ikuti tuan Baskoro dan Bunda.


Sedangkan orang tua Alvi,hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Anak sama bapak sama ajah,gak tau tempat"gerutu mama Riska,membuat papa Adi melihat ke arah nya.


Sedangkan pasangan baru itu hanya cuek saja,tapi hanya Alvi saja,sedangkan Nayla malu bukan main,dan sekarang wajah nya memerah,dan menyembunyikan nya di dada Alvi.


__ADS_2